Hati-hati Dengan Hasad, Bisa Menghalangi dari Hidayah

Hati-hati Dengan Hasad, Bisa Menghalangi dari Hidayah

pandai mendengar

Tulisan tentang “Hati-hati Dengan Hasad, Bisa Menghalangi dari Hidayah” ini adalah catatan faedah dari ceramah singkat yang dibawakan oleh Ustadz Dr.

Kumpulan Ceramah Ramadhan Singkat dan Praktis
Ceramah Singkat: Jadilah Muslim yang Cerdas
Rumahku Istanaku, Rumahku Tempat Ibadahku

Tulisan tentang “Hati-hati Dengan Hasad, Bisa Menghalangi dari Hidayah” ini adalah catatan faedah dari ceramah singkat yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc. MA. Hafidzahullahu Ta’ala.

Rumahku Istanaku, Rumahku Tempat Ibadahku

Tadi kita dengarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Qamar, Allah menceritakan tentang kaum-kaum yang dibinasakan oleh Allah. Di antaranya kaum Tsamud, yaitu kaumnya Nabi Shalih. Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِالنُّذُرِ

Sesungguhnya kaum Tsamud telah mendustakan para RasulKu (yaitu telah mendustakan Nabi Shalih ‘Alaihis Salam).” (QS. Al-Qamar[54]: 23)

Apa yang menyebabkan mereka mendustakan Nabi Shalih? Di antaranya Allah hikayatkan perkataan mereka:

فَقَالُوا أَبَشَرًا مِّنَّا وَاحِدًا نَّتَّبِعُهُ إِنَّا إِذًا لَّفِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ

Apakah kita mengikuti satu orang saja? Kalau begitu kita berada dalam kesesatan dan dalam kegilaan.” (QS. Al-Qamar[54]: 24)

أَأُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِن بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٌ

Apakah dia yang diberi wahyu sementara kita tidak? Sesungguhnya Shalih itu adalah pendusta dan sombong.” (QS. Al-Qamar[54]: 25)

Allah menjelaskan bahwa di antara sebab mereka menolak hidayah adalah karena hasad. Kata mereka: “Dia cuma satu orang, kita komplotannya banyak. Kok dia yang dipilih menjadi seorang Rasul yang diturunkan wahyu sementara kita tidak?”

Hasad ini adalah penyakit berbahaya dan dia adalah penyakit pertama. Di langit hasadnya iblis kepada Adam sehingga menjadikan iblis tidak mau sujud kepada Adam. Hal ini di antaranya karena hasad. Karena iblis sudah lama diciptakan oleh Allah dan kedudukannya tinggi, bahkan dia dari jin, bergaulnya sama malaikat karena kedudukannya tinggi. Kemudian tiba-tiba Allah menciptakan pendatang baru Adam ‘Alaihis Salam yang Allah berikan kemuliaan. Dan akhirnya ketika disuruh sujud kepada Adam dia tidak mau. Ini karena hasad.

Kemudian di bumi maksiat pertama kali terjadi Qobil membunuh Habil. Dikarenakan kurbannya Habil diterima, adapun kurbannya Qobil tidak diterima. Akhirnya Qobil membunuh saudara kandungnya, yaitu Habil gara-gara hasad.

Kemudian juga Yahudi kenapa tidak mau beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?

حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم

Karena hasad. Karena Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari suku Arab, sementara Yahudi dari Bani Israil. Mereka tidak mau beriman kepada Nabi kecuali dari suku mereka, padahal mereka mengetahui akan kebenaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dan sebelumnya kaum Tsamud tidak beriman kepada Nabi Shalih karena hasad. Kata mereka: “Kita yang rame/banyak, kenapa harus nurut sama satu orang?”

أَأُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِن بَيْنِنَا

“Kok dia yang dipilih jadi Nabi sementara kita tidak dipilih jadi Nabi?”

Demikian juga kaum musyrikin tidak beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di antaranya mereka hasad. Allah sebutkan perkataan mereka:

أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّن بَيْنِنَا

“Kok bisa mereka yang mendapat kenikmatan dari Allah sedangkan kita tidak?” (QS. Al-An’am[6]: 53)

Oleh karenanya di antara sebab utama kenapa Abu Jahal sangat tidak mau beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah karena hasad. Karena Abu Jahal/’Amr bin Hisyam berasal dari suku Banu Makhzum (Arab: بنو مخزوم‎), sementara Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari Banu Hasyim (Arab: بنو هاشم), dua-duanya dari Quraisy.

Banu Makhzum dan Banu Hasyim selalu bersaing dalam kemuliaan, dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji, dalam pengurusan, dalam sedekah dan infak. Mereka selalu bersaing sehingga Abu Jahal berkata: “Sampai ketika kami (Banu Makhzum dan Banu Hasyim) sudah setara, tiba-tiba dari Banu Hasyim ada seorang Nabi. Terus bagaimana kalau kita mengakui dia ada Nabi, maka kita kalah. Supaya persaingan tetap berjalan maka tidak ada Nabi dari mereka.”

Jadi, sebab utama Abu Jahal tidak beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena hasad.

Oleh karenanya ikhwan, para jamaah, hati-hati dengan penyakit hasad. Hasad ini menghalangi orang dari kebaikan dan membinasakan/menjerumuskan dalam neraka jahanam. Wal-‘iyadzubillah..

Mp3 Ceramah Singkat

Sumber mp3: Team kelas UFA Official

Mari turut menyebarkan catatan kajian tentang “Hati-hati Dengan Hasad, Bisa Menghalangi dari Hidayah” ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..

Komentar

WORDPRESS: 0