Khutbah Jum’at – Orang Yahudi dan Nasrani Tidak Pernah Berhenti Untuk Memurtadkan Ummat Islam

Khutbah Jum’at – Orang Yahudi dan Nasrani Tidak Pernah Berhenti Untuk Memurtadkan Ummat Islam

dukung ngaji id

Khutbah Jumat Tentang Khutbah Jum'at - Orang Yahudi dan Nasrani Tidak Pernah Berhenti Untuk Memurtadkan Ummat Islam ini adalah catatan dari video khut

Khutbah Jumat: Penyesalan Tak Berguna
Teks Khutbah Idul Fitri Tentang Pelajaran dari Ramadhan
Khutbah Jumat tentang Kendalikan Cintamu

Khutbah Jumat Tentang Khutbah Jum’at – Orang Yahudi dan Nasrani Tidak Pernah Berhenti Untuk Memurtadkan Ummat Islam ini adalah catatan dari video khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafidzahullah.

Khutbah Jumat Pertama Tentang Orang Yahudi dan Nasrani Tidak Pernah Berhenti Untuk Memurtadkan Ummat Islam

إن الحمد لله، نحمدُه ونستعينُه ونستغفرُه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهدِه الله فلا مضلَّ له، و من يضلِلْ فلا هادي له، أشهدُ أنْ لا إله إلا الله وحده لا شريكَ له، وأشهدُ أن محمداً عبده ورسوله

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أما بعد

فإن اصدقَ الحديث كتابُ الله وخيرَ الهدي هديُ محمد صلى الله عليه وسلم وشرَّ الأمورِ محدثاتُها وكلَّ محدثة بدعةٌ وكلَّ بدعة ضلالةٌ وكلَّ ضلالة في النار

Ma’asyiral Muslimin, Rahimakumullah..

Kepada jamaah jumat yang mudah-mudahan dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Prinsip yang penting dalam kita beragama itu banyak sekali yang harus kita ketahui, kita pelajari, kita yakini, kita amalkan. Di antara prinsip agama Islam yang wajib kita yakini yaitu bahwa agama Islam ini satu-satunya agama yang haq, agama yang benar, agama yang diridhai oleh Allah. Selain Islam tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah berfirman dalam surah Ali ‘Imran:

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّـهِ الْإِسْلَامُ

Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah agama Islam.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 19)

Kemudian juga Allah berfirman dalam surah yang sama, yaitu surah Ali ‘Imran ayat 85:

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ﴿٨٥﴾

Barangsiapa yang mencari agama selain Islam, tidak akan diterima oleh Allah dan dia termasuk orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 85)

Penjelasan tentang ini harus sering diulang. Allah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa orang Yahudi dan orang Nasrani, mereka tidak pernah berhenti untuk memurtadkan umat Islam.

Jadi kita yakin dulu bahwa agama yang benar agama Islam, selain Islam tidak akan diterima oleh Allah. Bahkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi Allah yang diri Muhammad di tanganNya, tidaklah mendengar mendengar aku diutus siapa saja apakah dia Yahudi atau dia Nasrani kemudian dia tidak beriman dengan apa yang aku bawa, maka dia pasti menjadi penghuni neraka.” (HR. Muslim)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menyebutkan dalam hadits ini bahwa siapa saja, apakah dia Yahudi atau Nasrani yang mendengar diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian dia tidak masuk ke dalam agama Islam, maka dia pasti menjadi penghuni neraka, pasti. Ini harus kita ingat seumur hidup kita.

Orang Yahudi dan orang Nasrani tidak pernah berhenti untuk memurtadkan umat Islam. Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah di ayat 109:

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا…

Kebanyakan Ahlul Kitab itu tidak pernah berhenti berusaha memurtadkan umat Islam agar kalian ini menjadi orang kafir.” (QS. Al-Baqarah[2]: 109)

Jadi mereka terus-menerus, tidak pernah berhenti.

Begitu juga Allah sebutkan dalam surah Al-Baqarah juga di ayat 120:

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

Orang Yahudi orang Nasrani, dia tidak akan ridha sampai engkau (Muhammad) mengikuti agama mereka.” (QS. Al-Baqarah[2]: 120)

Tidak pernah berhenti.

Allah juga berfirman dalam surah Al-Baqarah di ayat 217:

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

Mereka (orang Yahudi dan Nasrani) tidak pernah berhenti memerangi kalian sampai kalian murtad dari agama kalian.” (QS. Al-Baqarah[2]: 217)

Itu harus kita ingat.

Jadi yang pertama yang harus kita ingat bahwa agama Islam satu-satunya agama yang haq, agama yang benar, agama yang diridhai oleh Allah.

Yang kedua, bahwa selain dari Islam tidak akan diterima oleh Allah. Selain Islam tidak akan diterima oleh Allah.

Yang ketiga, bahwasanya orang Yahudi atau Nasrani tidak pernah berhenti untuk memurtadkan umat Islam, tidak pernah berhenti. Yang mengatakan demikian adalah Allah dalam Al-Qur’an. Terus menerus. Bahkan Allah menggunakan kalimat: يُقَاتِلُ (terus memerangi kalian).

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

Mereka tidak pernah berhenti terus-menerus memerangi kalian sampai kalian murtad dari agama kalian.” (QS. Al-Baqarah[2]: 217)

Itu harus kita ingat.

Jadi orang Yahudi Nasrani berusaha. Maka para ulama mengingatkan bahwa usaha orang-orang kafir untuk memurtadkan umat Islam tidak akan berhenti sampai kapanpun juga. Imma (baca: apakah) dia langsung terjun untuk memurtadkan umat Islam (apakah itu pendetanya atau rahibnya atau yang lain), atau dia menggunakan orang-orang Islam, artinya orang-orang munafik. Sebab orang munafik juga Allah sebutkan dalam Al-Qur’an, dalam surah An-Nisa’:

وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً

Mereka orang-orang munafik ingin kalian kafir sebagaimana mereka kafir sehingga sama kalian dengan mereka.” (QS. An-Nisa'[4]: 89)

Artinya usahanya luar biasa gencarnya.

Makanya seorang ahli hadits dari Madinah Nabawiyah, Syaikh Hammad Al-Anshari Rahimahullah mengatakan bahwa fitnah yang ada di zaman kita sekarang ini (di abad 20 ini) bukan seperti fitnahnya di zaman Imam Ahmad, seperti Khalqul Quran atau yang lainnya. Tapi fitnah yang ada pada zaman kita ini adalah mereka berusaha bagaimana memurtadkan umat Islam. Dan ini tidak akan berhenti, terus-menerus dengan berbagai cara mencampuradukkan agama Islam dengan agama yang lain. Dan Allah sudah ingatkan di dalam surah Al-Baqarah ayat 42, Allah berfirman:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٤٢﴾

Janganlah kalian mencampur adukkan antara kebenaran dengan kebatilan sehingga kalian menyembunyikan kebenaran sedangkan kalian mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah[2]: 42)

Dijelaskan oleh sahabat, tabi’in dan yang lainnya para mufassirin bahwa yang dimaksud jangan mencampurkan kebenaran dengan kebatilan, jangan mencampurkan agama Islam dengan agama Yahudi dan Nasrani, jangan dicampurkan. Karena berbeda, agama Islam adalah wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak berubah dan tidak akan berubah, tetap demikian Islam ini. Sedangkan agama Yahudi dan Nasrani betul Allah firmankan kepada NabiNya (Nabi Musa dan Nabi ‘Isa), tapi sudah dirubah oleh para pendeta mereka. Dan Allah sebutkan dalam Al-Qur’an perubahan itu. Mereka sudah rubah. Tapi setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak boleh lagi orang berpegang kepada agama Yahudi atau Nasrani. Mereka semuanya wajib untuk masuk ke dalam agama Islam.

Oleh karena itu yang ke-4 adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diperintahkan oleh Allah untuk mendakwahkan orang-orang Yahudi dan Nasrani untuk menuju satu kalimat yang sama, yaitu agama Islam. Karena semua Nabi, semua Rasul, agamanya Islam, yaitu mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengirim surat kepada Heraklius, antum bisa lihat di Shahih Bukhari di bab بدء الوحي di awal-awal, di hadits yang ke-7. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menulis surat kepada Heraklius عظيم الروم (baca: Pembesar bangsa Romawi), disuruh apa?

أسلم تسلم…

“Masuklah ke dalam agama Islam, kamu akan selamat.”

Allah akan berikan kepada kalian dua ganjaran. Tapi kalau kalian tidak, maka kalian menanggung dosa semua orang yang di bawahnya dia, yaitu rakyatnya dia. Hal ini karena sebab pemimpinnya tidak masuk Islam, rakyatnya tidak masuk Islam. Kemudian Nabi membawakan ayat dalam surat Ali-Imran di ayat 64:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّـهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّـهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ ﴿٦٤﴾

Katakanlah: ‘Wahai Ahlul Kitab, kemarilah kepada suatu kalimat yang sama antara kami dengan kalian, yaitu tidak boleh kita beribadah melainkan hanya kepada Allah…’” (QS. Ali ‘Imran[3]: 64)

Yang pertama adalah mentauhidkan Allah. Kalimat yang sama yang seluruh Nabi dan Rasul mendakwahkan bagaimana umat ini beribadah hanya kepada Allah.

Yang kedua yang semua Nabi semua Rasul mendakwahkan juga adalah:

وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا

Tidak boleh kita menyekutukan dengan suatu apapun juga.

Tidak boleh berbuat syirik. Islam agama tauhid, tidak boleh ada kesyirikan, tidak boleh menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun juga.

Yang ketiga adalah:

وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّـهِ

Tidak boleh sebagian dari kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah.

Tidak boleh menjadikan manusia ini sebagai Tuhan selain Allah, tida boleh orang ruku’ dan sujud kepada manusia, tidak boleh. Karena hak ruku’ dan sujud hanya kepada Allah. Karena mereka para pendeta itu, rakyatnya sujud kepada mereka. Ini tidak boleh. Dan ini dimasukkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah termasuk thaghut orang yang mendakwakan dirinya dan mengajak orang lain untuk menyembah dirinya.

Thaghut yang pertama yaitu orang yang disembah dan dia ridha, yang kedua adalah orang yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya. Tidak boleh. Kita semuanya manusia, semuanya sama. Makanya disebutkan dalam surat itu:

من محمد عبد الله ورسوله

“Dari Muhammad hamba Allah dan RasulNya.” Bukan Tuhan.

Kemudian dilanjutkan:

فَإِن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Kalau seandainya kalian berpaling, saksikan bahwa kami orang Islam.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 64)

Dan juga kalau Antum lihat lagi dalam Al-Qur’an bahwa Nabi ‘Isa ‘Alaihis Salam yang diklam sebagai Tuhan oleh orang-orang Nasrani, ini semua kebohongan. Tidak pernah Nabi ‘Isa mengatakan dirinya sebagai Tuhan. Allah sebutkan dalam Al-Qur’an di akhir-akhir surat Al-Maidah, kemudian juga di surat Ali-Imran, Nabi ‘Isa mengatakan kepada kaumnya:

إِنَّ اللَّـهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۗ هَـٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ ﴿٥١﴾

Sesungguhnya Allah Rabb kami dan Rabb kalian, beribadah hanya kepada Allah, ini jalan yang lurus.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 51)

Jadi jalan yang lurus itu yaitu mentauhidkan Allah, tidak boleh berbuat syirik kepada Allah Subhanahu Ta’ala. Mudah-mudahan bermanfaat.

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah Jumat Kedua Tentang Orang Yahudi dan Nasrani Tidak Pernah Berhenti Untuk Memurtadkan Ummat Islam

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

أيها الإخوة اعزكم الله

Jadi Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an sudah menjelaskan bahwa agama Yahudi adalah batil, agama Nasrani adalah batil. Dan Allah mengatakan bahwa orang yang mengatakan bahwa Tuhan itu tiga, maka dia kafir. Yang mengatakan bahwa Nabi ‘Isa itu sebagai Tuhan, Allah mengatakan kafir. Allah sebutkan dalam surat Al-Maidah di ayat 72-73, Allah mengatakan:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّـهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ…

Sesungguhnya telah kafir orang yang mengatakan Allah itu adalah ‘Isa…” (QS. Al-Ma’idah[5]: 72)

Dan kalau dia sudah kafir, tempatnya di neraka.

Begitu juga Allah mengatakan di ayat 73:

لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّـهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ…

Sungguh telah kafir orang yang mengatakan Allah itu tiga (Trinitas).” (QS. Al-Ma’idah[5]: 73)

Ini Allah mengatakan kafir di dalam surah Al-Maidah.

Artinya ayat ini turun kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sejak itu sampai hari kiamat bahwa agama mereka tidak boleh diterima. Dan Allah mengatakan kafir. Sedangkan kafir yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an bagi Ahlul Kitab, tempatnya di neraka. Bahkan Allah mengatakan bahwa mereka sejelek-jelek makhluk di muka bumi. Di dalam surat Al-Bayyinah:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَـٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ ﴿٦﴾

Sesungguhnya orang-orang kafir dari Ahlul Kitab dan orang-orang musyrikin tempat tinggal mereka kata Allah di dalam neraka jahannam. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, mereka adalah sejelek-jelek makhluk di muka bumi ini.” (QS. Al-Bayyinah[98]: 6)

Ini firman Allah yang wajib kita imani, kita wajib yakini. Jadi kita tidak boleh untuk mengatakan semua agama sama, ini batil, ini kufur. Semua agama baik, ini tidak boleh, ini kufur, tidak boleh. Allah yang mengatakan bahwa satu agama yang haq di dalam Al-Qur’an, Allah yang mengatakan. Dan selain Islam tidak akan diterima oleh Allah, tidak akan diterima. Ini wajib kita yakini.

Makanya kita harus berlepas diri dari semua bentuk kesyirikan, berlepas diri dari semua agama. Adapun untuk muamalah dengan mereka, dibenarkan dalam syariat. Muamalah jual beli dengan mereka, berbuat baik kepada mereka dan juga mendakwahkan mereka masuk Islam, berbuat baik pada tetangga, hal ini diajarkan. Tapi kita tidak boleh mengucapkan selamat pada hari raya mereka, tidak boleh. Ini harus kita ingat. Haram hukumnya. Karena kalau kita ucapkan selamat natal atau selamat yang lainnya kepada mereka, berarti kita membenarkan tentang lahirnya anak Tuhan. Dan ini adalah kekufuran. Tidak boleh dalam Islam.

Dan disebutkan oleh para ulama dengan banyak dalilnya, tapi tidak cukup untuk disampaikan dalam khutbah jumat yang singkat ini. Tapi kita punya prinsip tidak boleh mengucapkan selamat kepada agama-agama yang lain dalam acara ibadah mereka, tidak boleh. Ini bentuknya kesyirikan, bentuknya kekufuran dan membawa manusia ke neraka.

Dan yang terakhir yang harus kita ingat bahwasanya kalau orang sudah tahu tentang indahnya agama Islam, baiknya agama Islam, kemudian ada yang murtad, yang seperti ini tetap ada setiap zaman. Jangankan zaman kita, di zaman Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu, masih dizamannya sebaik-baik generasi, ada orang-orang murtad. Tapi diperangi oleh Abu Bakar. Karena menurut nash, dalil yang shahih dari riwayat Bukhari, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

“Barangsiapa yang merubah agamanya kamu bunuh.” (HR. Bukhari)

Abu Bakar sebagai Ulil Amri, sebagai pemerintah, membunuh orang-orang yang murtad dari agamanya ini. Ini untuk di dunia, adapun untuk di akhirat mereka kekal dalam neraka selama-lamanya. Seluruh amal yang mereka lakukan dari perbuatan baik hapus semuanya. Seperti yang Allah sebutkan dalam surah Al-Baqarah di ayat 217:

وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَـٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Barangsiapa yang murtad dari agama Islam kemudian mati, maka seluruh amal kebaikannya hapus. Mereka ini adalah orang-orang yang menjadi penghuni neraka dan kekal dalam neraka selama-lamanya.”

Wal ‘iyadzu billah..

Untuk dunia dia dibunuh, untuk akhirat dihapuskan seluruh amalnya, kemudian kekal dalam neraka selama-lamanya.

Jadi kalau ingin masuk surga, mau selamat dunia akhirat, yaitu berpegang teguh pada agama Islam, berpegang teguh dengan wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah) ‘ala fahmi salaf.  Makanya Allah berfirman dalam surat Az-Zukhruf:

فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿٤٣﴾

Peganglah erat-erat dengan apa yang diwahyukan kepada kamu. Sesungguhnya engkau berada di atas jalan yang lurus.” (QS. Az-Zukhruf[43]: 43)

Pegang Al-Qur’an dan Sunnah ‘ala fahmi salaf, belajar. Yang baru masuk Islam belajar sampai faham tentang agama ini kemudian amalkan dan yakin Islam satu-satunya agama yang haq, Islam yang membawa manusia kepada kebahagiaan dunia akhirat, Islam yang menyelesaikan semua problem yang ada di muka bumi ini, hanya Islam yang bisa, yang lain tidak akan bisa. Karena Allah sebutkan demikian dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga menyebutkan demikian.

Dan Islam ini tidak bisa dikalahkan dengan yang lain.

الْإِسْلَامَ يَعْلُو وَلَا يُعْلَى عَلَيْهِ

“Agama Islam itu tinggi, tidak ada yang bisa meninggikan agama ini.”

Makanya diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk menjelaskan kepada umat dengan ilmu dan amal agar agama ini di atas seluruh agama. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 33:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ ﴿٣٣﴾

Allah yang telah mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq untuk ditampakkan agama Islam di atas seluruh agama meskipun orang-orang musyrikin tidak suka.” (QS. At-Taubah[9]: 33)

Dijelaskan oleh para mufassirin bahwa maksudnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membawa ilmu dan amal shalih. Ilmu dan amal shalih. Agar umat ini belajar, memahami, mengamalkan. Sehingga umat ini tinggi dan tidak dikalahkan oleh agama yang lain. Agar Allah tunjukkan agama ini, ditampakkan di atas seluruh agama meskipun orang musyrikin tidak suka dengan agama ini.

Mudah-mudahan yang saya sampaikan bermanfaat dan menambah keyakinan kita untuk kita berpegang teguh pada agama ini, mempelajarinya, memahaminya dan mengamalkan. Sehingga tujuan hidup kita jelas bahwa kita untuk beribadah hanya kepada Allah, tidak boleh berbuat syirik dan tujuan hidup kita jelas bahwa kita tujuannya agar kita masuk ke dalam surga.

اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

اللهم أغفر للمسلمين والمسلمات و المؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات انَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وصلى الله على نبينا محمد صلى الله عليه وعلى آله وسلم

وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Video Khutbah Jumat Tentang Orang Yahudi dan Nasrani Tidak Pernah Berhenti Untuk Memurtadkan Ummat Islam

Sumber Video: Khutbah Jum’at – Orang Yahudi dan Nasrani Tidak pernah berhenti Untuk Memurtadkan ummat Islam

Mari turut menyebarkan Khutbah Jumat: Orang Yahudi dan Nasrani Tidak Pernah Berhenti Untuk Memurtadkan Ummat Islam di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..

Komentar

WORDPRESS: 0