9# Jika Dicela di Jalan Allah, Maka Pahalanya Atas Allah

9# Jika Dicela di Jalan Allah, Maka Pahalanya Atas Allah

pandai mendengar

Kalau orang sudah dicela di jalan Allah, pahalanya adalah atas Allah, bukan atas dirinya, dia tidak berhak untuk membalasnya, kita serahkan semuanya kepada kepada Allah.

2# Hendaklah Seseorang Menyadari Dosa-Dosanya
7# Balas Dendam Menjadikan Umur Terbuang Sia-Sia
20# Kebaikan Akan Melahirkan Kebaikan Yang Lainnya

Berikut pembahasan 20 kaidah bersabar9# Jika Dicela di Jalan Allah, Maka Pahalanya Atas Allah” yang disampaikan Ustadz DR. Abdullah Roy Hafidzahullahu Ta’ala.

Transkrip Kaidah Bersabar: Jika Dicela di Jalan Allah, Maka Pahalanya Atas Allah

Menit ke-58:19 Yang ke-9, kata beliau:

إن أُوذِيَ على ما فعلَه لله، أو على ما أُمِرَ به من طاعتِه ونُهِي عنه من معصيتِه، وجبَ عليه الصبرُ، ولم يكن له الانتقام، فإنّه قد أوذِي في الله فأجرُه على الله.

Apabila seseorang dicela atas apa yang dia lakukan untuk Allah atau dicela karena dia melaksanakan perintah atau karena dia menjauhi larangan, maka wajib bagi dia untuk bersabar dan tidak berhak bagi dia untuk membalas. Karena dia telah dicela di jalan Allah, maka pahalanya atas Allah.

Maksudnya bagaimana?

Kalau seseorang dicela dan disakiti oleh manusia dengan sebab karena melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, maka orang yang demikian pahalanya adalah atas Allah. Kalau pahalanya adalah atas Allah, maka tidak berhak dia untuk membalas, diserahkan kepada Allah. Menjadikan pahalanya atas Allah yaitu Allah lah yang akan membalas dirinya, tidak perlu dia membalas dendam. Karena dia dicela dan disakiti di jalan Allah.

Maka orang yang demikian wajib untuk bersabar dan tidak berhak dia untuk membalas. Karena dia telah dicela di jalan Allah, maka pahalanya adalah atas Allah.

Kemudian Syaikhul Islam mengatakan:

ولهذا لمّا كان المجاهدون في سبيل الله ذهبتْ دماؤهم وأموالُهم في الله لم تكن مضمونةً، فإن الله اشترى منهم أنفسهم وأموالهم، فالثمن على الله لا على الخلق، فمن طلبَ الثمنَ منهم لم يكن له على الله ثمنٌ، فإنه من كان في الله تَلَفُه كان على الله خَلَفُه،

Oleh karena itu, para mujahiduna fi sabilillah hilang darah-darah mereka dan juga harta-harta mereka di jalan Allah tanpa ditanggung, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala membeli dari mereka harta dan juga jiwa-jiwa mereka. Maka harganya adalah atas Allah, bukan atas manusia.

Barangsiapa yang mencari harga dari manusia, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan memberikan harga pada dirinya. Barangsiapa yang kebinasaannya di jalan Allah, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akan menggantikan dirinya.

وإن كان قد أُوذِي على مصيبة فليَرجعْ باللومِ على نفسِه، ويكون في لَومِه لها شُغْلٌ عن لَومِه لمن آذاه

Seandainya dia dicela karena musibah, maka hendaklah dia segera kembali kepada dirinya dengan celaan. Sehingga di dalam celaan dirinya terhadap dirinya sendiri, ini ada kesibukan dari mencela orang yang mencelanya.

Sebagaimana ini sudah berlalu dalam poin yang sebelumnya. Apabila seseorang mendapatkan musibah, maka hendaklah dia mencela dirinya sendiri karena musibah tersebut disebabkan karena dosa dirinya.

Kemudian beliau mengatakan:

وإن كان قد أُوذِي على حظّ فليُوطِّن نفسَه على الصبر، فإنّ نيلَ الحُظوظِ دونَه أمرٌ أَمَرُّ من الصَّبر، فمن لم يصبر على حرِّ الهَوَاجر والأمطارِ والثلوج ومشقةِ الأسفارِ ولصوصِ الطريقِ، وإلاّ فلا حاجةَ له في المتاجر.وهذا أمر معلوم عند الناس أنّ مَن صدَقَ في طلب شيء من الأشياء بُدِّل من الصبر في تحصيله بقدر صدقِه في طلبِه.

Dan apabila seseorang diuji atas sebuah bagian, maka hendaklah dia memasang dalam dirinya kesabaran. Karena sesungguhnya mendapatkan bagian-bagian tersebut adalah perkara yang lebih baik daripada kesabaran. Maka barangsiapa yang tidak bersabar atas panasnya sesuatu yang panas dan juga atas hujan dan juga es dan juga susahnya melakukan safar dan seterusnya, maka tidak perlu lagi bagi dia untuk berdagang.

Ini adalah perkara yang diketahui oleh manusia, bahwasanya orang yang bersungguh-sungguh di dalam mencari sesuatu maka dia berusaha untuk bersabar di dalam mendapatkannya.

Jadi intinya dalam poin yang ke-9 ini, bahwasanya orang yang mendapatkan ujian dari manusia dengan sebab karena dia melaksanakan ketaatan atau menjauhi larangan Allah, maka wajib bagi dia untuk bersabar dan tidak berhak dia untuk membalas. Karena kalau orang sudah dicela di jalan Allah, pahalanya adalah atas Allah, bukan atas dirinya, dia tidak berhak untuk membalasnya, kita serahkan semuanya kepada kepada Allah.

Menit ke-1:05:17 10# Allah Bersama Orang-Orang Yang Sabar

Video Kaidah-Kaidah Bersabar

Lihat di sini yuk: Mukadimah 20 Cara Menjadi Orang Yang Sabar dan Tidak Pemarah

Komentar

Ada yang bisa saya bantu?

Ahlan, ada yang bisa saya bantu? 00.00