Ceramah Singkat: Manislah dengan Janggut Anda

Ceramah Singkat: Manislah dengan Janggut Anda

pandai mendengar

Tulisan tentang “Manislah dengan Janggut Anda” ini adalah catatan faedah dari ceramah singkat yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA. Hafi

Hadits Arbain ke-15 : Berkata Baik, Memuliakan Tamu, dan Adab Bertetangga
Senyum Adalah Ibadah
Pidato Agama Islam Tentang Akhlak: Cara Mendapatkan Akhlak Mulia
Tulisan tentang “Manislah dengan Janggut Anda” ini adalah catatan faedah dari ceramah singkat yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA. Hafizhahullahu Ta’ala.

Ceramah Singkat : Manislah dengan Janggut Anda

Seseorang yang cerdas adalah seseorang yang berusaha mencari amalan-amalan yang pahalanya besar. Karena kita sadar bahwasanya umur kita tidak lama, kemampuan kita beramal pun tidak selamanya kuat. Oleh karenanya, para sahabat dahulu selalu bertanya kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Amalan apa yang paling afdhal, wahai Rasulullah?”.

Di antara amalan yang afdhal yang hendaknya kita lakukan adalah berakhlak mulia. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda ;

ما شيءٌ أثقلُ فى ميزانِ المؤمنِ يوم القيامةِ من خلقٍ حسنٍ. وانّ اللهَ لَيَبْغَضُ الفَاحِشَ البَذِيءَ

“Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin selain akhlak yang baik. Sungguh, Allah membenci orang yang berkata keji dan kotor.” HR. At Tirmidzi

Ini menunjukkan bahwasanya akhlak yang mulia jika diletakkan pada timbangan di akhirat kelak, sangatlah berat. Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda ;

انّ المؤمنَ ليدركُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ القَائِمِ

“Sesungguhnya seorang mukmin bisa meraih derajat orang yang rajin berpuasa dan shalat dengan sebab akhlaknya yang luhur.” HR. Ahmad dan Abu Dawud

Orang ini mungkin jarang sholat malam, atau bahkan tidak pernah sholat malam. Orang ini mungkin bahkan tidak pernah mengerjakan puasa sunnah. Akan tetapi karena akhlaknya yang mulia, maka dia bisa mencapai derajat orang-orang yang senantiasa sholat malam dan puasa sunnah.

Karenanya, kita berusaha menghiasi diri kita dengan akhlak yang mulia. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda ;

وَ بِبَيْتِ في أَعْلَى الجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“… Aku menjamin istana di surga yang paling tinggi bagi orang yang memperindah akhlaknya.” HR. Abu Dawud

Contoh nyata dari praktek akhlak yang mulia, sebagaimana dijelaskan di dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam;

اِنَّ من أَحَبِّكم اليَّ وأقربِكم مِنِّي مجلسًا يومَ القيامةِ أحاسِنَكم أخلاقًا

“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian.” HR. At Tirmidzi

المُوَطَّئُونَ أَكْنَافًا الذين يَأْلَفُونَ ويُأْلَفُون

“Yaitu orang-orang yang membentangkan tangan-tangan mereka, yang mudah untuk bergaul dan diajak bergaul.” HR. At Thabrani

Di dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

المؤمن يألف ويألف ولا خير فيمن لا يألف ولا يألف

“Orang mukmin adalah bersahabat (saling bergaul) dan disahabati dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bisa bergaul dan tidak bisa diajak bergaul.” HR. Ahmad dan Ath Thabrani

Lantas bagaimana kita bisa mudah bergaul? Tentunya kita harus murah senyum, ramah tamah, tidak angkuh, dan menghargai orang lain. Terutama tatkala kita ingin berdakwah, kita ingin agar masyarakat menerima dakwah kita.

Bagaimana caranya? Maka janganlah kita menjadikan cara kita seakan-akan eksklusif yang akan membuat orang enggan untuk mendekat kepada kita.

Maka nasihat saya kepada para ikhwan sekalian, bagi Anda yang berpenampilan islami, dengan janggut yang panjang, jadilah Anda lebih manis dengan janggut Anda. Murah senyumlah, agar orang semakin tertarik tatkala orang melihat janggut Anda. Bukan sebaliknya, semakin sangar, semakin dijauhi orang, semakin ditakuti. Ini cara yang keliru.

Demikian juga ukhti muslimah. Tatkala Anti memakai jilbab ataupun cadar, jadilah Anti sebagai seorang wanita yang ramah. Tatkala melewati orang lain, maka tegur lah mereka. Jika melewati ibu-ibu yang belum berjilbab, salami dan sapalah mereka. Tunjukkan bahwasanya wanita yang berjilbab maupun bercadar adalah wanita yang rahmat, yang mudah berramah tamah dengan orang lain.

Bukan menjadi tampilan wanita yang eksklusif, jika melewati orang lain bersikap cuek, sehingga terkesan seakan-akan merendahkan dan menghinakan.

Dan saya ingatkan untuk berhati-hati, jangan sampai seseorang menjadi sebaliknya. Yaitu orang yang paling hina di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak. Siapakah orang tersebut? Dia adalah orang yang dijauhi oleh masyarakat yang karena lisannya yang kotor, tidak menghargai orang lain, dan suka menghina.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda;

اِنَ شَرَّ النَّاسِ مَنْزِلَةً عند اللهِ مَنْ تَرَكَهُ أَوْ وَدَعَهُ النَّاسُ اتَّقَاءَ فُحْشِهِ

“Sesungguhnya orang yang palig buruk kedudukannya di sisi Allah (pada hari kiamat kelak) adalah yang manusia (masyarakat) meninggalkannya karena takut akan keburukannya .” HR. Muslim

Karenanya, manislah Anda dengan janggut Anda. Dan indahlah Anti dengan jilbab dan cadar Anti di hadapan masyarakat.

Video Ceramah Singkat tentang : Manislah dengan Janggut Anda

 

Mari turut menyebarkan catatan kajian Ceramah Singkat ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Baarakallahu fiikum.

Komentar

WORDPRESS: 0