3# Hati Yang Bersih Akan Pasrah dan Ridha dengan Takdir Allah

3# Hati Yang Bersih Akan Pasrah dan Ridha dengan Takdir Allah

Berikut pembahasan Hati Yang Bersih Akan Pasrah dan Ridha dengan Takdir Allah yang disampaikan Syaikh Shalih bin Abdul Aziz As-Sindi Hafidzahullahu Ta

4# Kaidah-Kaidah Bersabar: Memaafkan Akan Menyelamatkan Hati
Kultum Singkat Kunci Kemenangan Kaum Muslimin: Tegakkan Tauhid di Hatimu
2# Hati Yang Bersih Akan Ittiba’ dan Cinta Kepada Sunnah Nabi

Berikut pembahasan Hati Yang Bersih Akan Pasrah dan Ridha dengan Takdir Allah yang disampaikan Syaikh Shalih bin Abdul Aziz As-Sindi Hafidzahullahu Ta’ala.

Silahkan daftar atau login(GRATIS) terlebih dahulu untuk men-copy.. Barakallahu fiikum..

Transkrip sebelumnya: 2# Hati Yang Bersih Akan Ittiba’ dan Cinta Kepada Sunnah Nabi

Transkrip Ceramah Tentang Hati Yang Bersih Akan Pasrah dan Ridha dengan Takdir Allah

Sifat yang ketiga dari sifat hati yang bersih yaitu hati yang pasrah dan ridha dengan takdir Allah, dengan keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hati yang bersih, seorang jika diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang kita tahu Allah adalah Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang), lantas Allah menguji hambaNya dengan memberikan musibah kepadanya, maka pemilik hati yang bersih atau hati yang selamat akan bersabar dan dia akan ridha, dia rela dengan ujian Allah tersebut.

Kenapa?  Karena hati yang bersih tahu sesungguhnya yang telah mengujinya adalah Allah penciptanya Yang Maha Bijak, Yang Maha Sayang kepadanya, yang sangat lembut kepadanya, dan dia tahu bahwasannya Allah telah mengujinya karena Allah cinta kepadanya, Allah ingin kebaikan kepadanya. Inilah hati yang bersih, hati yang ridha dengan segala keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ngaji:
4# Hati Yang Bersih Selamat dari Seluruh Perkara Yang Memutuskan Dia dari Mengingat Allah

Tidak mungkin bergabung dua perkara; benci dengan takdir Allah dengan selamatnya hati. Tidak mungkin orang mengatakan hatinya bersih, hatinya selamat, tapi dia benci dengan takdir Allah, dia benci dengan keputusan Allah, dia benci dengan ujian yang Allah berikan kepadanya.

Oleh karenanya wahai hamba Allah, kalau Allah mentakdirkan musibah bagimu. Apakah musibah pada badanmu, apakah musibah pada hartamu, apakah musibah menimpa keluargamu, menimpa anakmu, menimpa usahamu, sesungguhnya Allah hendak melihat apa yang hendak engkau lakukan dengan ujian tersebut.

Maka engkau diantara dua perkara; engkau meraih keridhaan Allah dan engkau menjadi pemilik hati yang bersih yaitu jika engkau rela dengan ujian Allah atau engkau meraih kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika engkau ridha, pasrah dan rela dengan ujian yang Allah berikan kepadamu, maka Allah akan ridha kepadamu. Tapi jika engkau benci, kau marah, kau tidak suka dengan ujian tersebut, kau marah-marah, maka engkau akan meraih kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Al-Imam At-Tirmidzi Rahimahullahu Ta’ala meriwayatkan hadits dengan sanad yang hasan, kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ

“Sungguhnya besarnya balasan, besarnya pahala berbanding lurus sesuai dengan besarnya ujian.” (HR. Tirmidzi)

Oleh karenanya wahai hamba Allah, jika Allah mengujimu dengan ujian yang besar, bergembiralah bahwasanya pahalamu sangat besar.

Kemudian kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

Ngaji:
1# Hati Yang Bersih Akan Tunduk Kepada Allah dan Tidak Melakukan Kesyirikan

وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا ، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Kalau Allah telah mencintai seorang hamba, Allah akan mengujinya. Jika Allah mencintai suatu kaum Dia akan menguji mereka, siapa yang ridha maka baginya keridhaan (Allah) dan siapa yang murka maka baginya kemurkaan (Allah)” (HR. Tirmidzi)

Maka tunduklah dan pasrahlah dengan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bergembiralah, maka engkau akan mendapatkan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika tidak, maka engkau akan mendapatkan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagian orang jika ditimpa dengan musibah, maka dia pun marah, maka dia pun ngamuk, maka dia berkata, “Ya Rabbku, kenapa bisa demikian? Ya Tuhanku, kenapa bisa demikian? Apa yang telah menimpaku?” Atau dia berkata, “Ya Rabbku, apa yang telah aku lakukan? Kenapa Kau beri ujian seperti ini?” dia protes kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini adalah hati yang sakit, hati yang telah menghitam.

Adapun hamba Allah yang tahu bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan musibah kepadanya untuk mengujinya, bahwasanya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Hakim, Yang Maha Bijak, Allah punya rahasia-rahasia dibalik semua apa yang Allah tetapkan, dan dia tahu bahwasannya dunia bukan segalanya, dia tahu bahwasannya dunia bukan tempat terakhir, dia tahu bahwasannya dunia ini hanya hanya medan ujian, dia tahu bahwasanya kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan akhirat,

Ngaji:
2# Hati Yang Bersih Akan Ittiba' dan Cinta Kepada Sunnah Nabi

وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ

Dan sesungguhnya kehidupan akhirat itulah kehidupan yang hakiki” (QS. Al-Ankabut[29]: 64)

Jika dia tahu ini semua, maka mudah baginya untuk ridha dengan keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia mengetahui bahwasanya, “Ya Allah, pilihanMu untuk diriku adalah lebih baik daripada pilihanku untuk diriku sendiri.” Maka ini adalah pemilik hati yang bersih.

Catatan Transkrip Ceramah Tentang Hati Yang Bersih Akan Pasrah dan Ridha dengan Takdir Allah

Materi ceramah singkat ini diambil dari video rekaman Rodja TV dengan judul asli Tabligh Akbar : “Hati yang Bersih” (Prof.DR.Syaikh Sholih bin Abdil Aziz Sindi) dari menit 1:31:10 s.d 1:36:08.

COMMENTS

WORDPRESS: 2
  • comment-avatar

    […] Transkrip sebelumnya: 3# Hati Yang Bersih Akan Pasrah dan Ridha dengan Takdir Allah […]

  • comment-avatar

    […] hati yang pasrah dengan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala, […]

  • Login/daftar untuk men-copy (GRATIS)