Khutbah Jumat Singkat Padat: Penyesalan di Akhirat

Khutbah Jumat Singkat Padat: Penyesalan di Akhirat

Teks Khutbah Jumat Singkat Padat: Penyesalan di Akhirat ini disampaikan oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc, MA. Khutbah Jumat Singkat P

Teks Khutbah Jumat Bahaya Merayakan Malam Tahun Baru
Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Bersyukur: Nikmat Allah Tak Terhingga
Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Tiga Hikmah Dibalik Turunnya Hujan

Teks Khutbah Jumat Singkat Padat: Penyesalan di Akhirat ini disampaikan oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc, MA.

Silahkan daftar atau login(GRATIS) terlebih dahulu untuk men-copy..

Khutbah Jumat Singkat Padat Pertama: Penyesalan di Akhirat

إِنَّ الْحَمْدَ لله.. نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ اِلَيْه، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

و أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَه

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

معاشر المسلمين.. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْـمُتَّقُون

Di antara nama-nama hari kiamat adalah yaumal hasrah (hari penyesalan). Disebut dengan hari penyesalan karena pada hari tersebut banyak sekali penyesalan yang diutarakan oleh orang-orang yang merugi, diutarakan oleh orang-orang kafir, diutarakan oleh para pelaku maksiat. Penyesalan yang luar biasa yang memutuskan jantung-jantung mereka, menghancurkan dada mereka, penyesalan di hari dimana tiada manfaat penyesalan tersebut.

Tatkala mereka melihat bagaimana penghuni surga mendapatkan nikmat yang abadi dan mereka merasakan adzab yang sangat dahsyat, maka mereka pun menyesal dan mereka meneriakkan penyesalan mereka tersebut, namun tidak ada faedahnya. Diantara penyesalan-penyesalan tersebut Allah sebutkan dalam Al-Qur’an:

وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿٣٩﴾

Wahai Muhammad, ingatkanlah kepada mereka tentang hari peringatan tatkala telah diputuskan perkara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, diputuskan penghuni surga dan juga diputuskan penghuni neraka sementara mereka di dunia dalam kondisi lalai dan mereka tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Maryam[19]: 39)

Para ulama tatkala menafsirkan ayat ini mereka membawakan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim, kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

يُؤْتَى بِالْمَوْتِ كَهَيْئَةِ كَبْشٍ أَمْلَحَ

“Pada hari kiamat kelak didatangkanlah kematian, dibentuk seperti jasad kambing yang berwarna putih yang disela-sela dengan warna hitam.”

فَيُوقَفُ عَلَى السُّورِ الَّذِي بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ

“Kemudian kematian tersebut yang dalam bentuk kambing yang berwarna putih diletakkan di antara penghuni surga dan penghuni neraka.”

فَيُنَادِي مُنَادٍ

“Maka ada yang berteriak berkata.”

يَا أَهلَ الْجَنَّةِ، هَلْ تَعْرِفُونَ هَذَا؟

“Wahai penghuni surga, apakah kalian mengenal ini?!”

فَيَشْرَئِبُّونَ وَيَنظُرُونَ ويقُولُونَ: نَعَمْ

“Maka para penghuni surga pun menjulurkan leher mereka kemudian mereka memandang kepada kematian, mereka berkata: na’am, kami kenal hal tersebut.”

هَذَا المَوْتُ.

“Itu adalah kematian.” dan seluruh mereka pernah melihat kematian.

وَيُقَالُ: يَا أَهْلَ النَّارِ، هَل تَعْرِفُونَ هَذَاا؟

“Kemudian penyeru tersebut berkata, ‘Wahai penghuni neraka jahanam, tahukah kalian siapa ini?!”

فَيَشْرَئِبُّونَ وَيَنظُرُونَ ويقُولُونَ: نَعَمْ

“Maka mereka kemudian menjulurkan leher mereka dan memandang, dan mereka berkata: na’am, kami kenal hal tersebut.”

هَذَا المَوْتُ.

“Ini adalah kematian.” dan mereka semua pernah melihat kematian.

Kemudian:

فَيُؤْمَرُ بِهِ فَيُذْبَحُ

“Maka diperintahkan lalu kematian tersebut disembelih di antara penghuni neraka dan penghuni surga.”

Maka dikatakan kepada mereka:

يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ خُلُودٌ فَلَا مَوْتَ ، وَيَا أَهْلَ النَّارِ خُلُودٌ فَلَا مَوْتَ

“Wahai penghuni surga maka keabadian tidak ada kematian, wahai penghuni neraka jahanam, sesungguhnya keabadian bagi kalian dan tidak ada kematian bagi kalian.”

Maka tatkala itu mereka pun menyesal., Yaumul hasrah, mereka menyesal dengan penyesalan yang sangat mendalam karena mereka luput dari kenikmatan surga yang abadi kemudian mereka masuk dalam siksaan neraka yang abadi. Sampai datang dalam sebagian riwayat kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Seandainya mereka tidak ditetapkan akan abadi di surga, maka penghuni surga akan meninggal saking gembiranya tatkala dikatakan mereka abadi tidak akan mati. Dan seandainya penduduk neraka tidak ditetapkan mereka akan abadi, maka mereka akan mati gara-gara saking sedihnya tatkala divonis akan kekal abadi dalam neraka jahanam.”

Inilah penyesalan yang luar biasa yang diutarakan oleh para penghuni neraka jahanam tatkala diputuskan mereka kekal dalam neraka jahanam.

Ma’asyiral Muslimin,

Dinamakan Yaumul hasrah karena di sana ada kondisi-kondisi yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang kafir/para pelaku dosa menyatakan penyesalan mereka. Diantaranya Allah sebutkan dalam Al-Qur’an seperti orang yang menyesal tatkala diberikan catatan amalnya dengan tangan kiri. Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ ﴿٢٥﴾ وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ ﴿٢٦﴾ يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ ﴿٢٧﴾

Adapun orang yang diberikan catatan amalnya dengan tangan kiri maka dia berkata, ‘seandainya aku tidak diberikan catatan amalku (raportku) dengan tangan kiri. (Karena dia tau dia akan binasa tatkala menerima catatan amal dengan tangan kiri) Seandainya sekarang hari kematianku sehingga selesai urusanku. (Tapi ternyata dia tidak mati, dia abadi).” (QS. Al-Haqqah[69]: 25-27)

Maka dia berkata:

مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ ۜ ﴿٢٨﴾

Tidak bermanfaat harta yang aku kumpulkan selama ini di dunia.” (QS. Al-Haqqah[69]: 28)

هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ ﴿٢٩﴾

Kekuasaanku telah tiada, telah binasa, tidak bermanfaat di hari kiamat kelak.” (QS. Al-Haqqah[69]: 29)

Maka dia mengutarakan penyesalannya pada hari tersebut.

Ada sebagian orang-orang kafir yang mereka menyesal karena dahulu mengikuti pembesar-pembesar mereka. Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّـهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا ﴿٦٦﴾ وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا ﴿٦٧﴾ رَبَّنَا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا ﴿٦٨﴾

Tatkala wajah mereka dibolak-balikkan ke dalam neraka jahanam, dibakar di dalam neraka jahanam, maka mereka berkata, ‘seandainya dahulu kami di dunia taat kepada Allah dan Rasul (mereka menyesal). Tetapi apa yang mereka lakukan? Mereka taat kepada pemimpin-pemimpin mereka, pembesar-pembesar mereka.”

Seandainya dulu di dunia kami tidak taat kepada pemimpin kami”, Penyesalan tersebut tiada gunanya. Maka mereka berdoa, “Ya Allah berikanlah adzab berlipat ganda kepada pemimpin-pemimpin kami.” (QS. Al-Ahzab[33]: 67)

Disana juga ada yang menyesal tatkala di dunia mengikuti teman-temannya yang membuat ia lalai dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah berfirman:

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا ﴿٢٧﴾

Hari dimana tatkala seorang kafir menggigit kedua tangannya dan ia berkata, ‘Seandainya dulu di dunia saya mengikuti jalannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam‘” (QS. Al-Furqan[25]: 27)

يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا ﴿٢٨﴾

Seandainya dulu saya tidak menjadikan si fulan menjadi temanku (dia menyesal)” (QS. Al-Furqan[25]: 28)

لَّقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي

Sungguh dia telah melalaikan aku dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Al-Furqan[25]: 29)

Dia menyesal dahulu punya teman yang buruk.

Demikian juga menyebutkan orang kafir pada hari kiamat tatkala melihat hewan kemudian dirubah menjadi tanah, maka dia berkata:

يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَابًا

Seandainya saya hanyalah tanah yang tidak dihisab, kemudian tidak disiksa.” (QS. An-Naba'[78]: 40)   

اقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب وخطيئه فاستغفروه انه هو الغفور الرحيم

Khutbah Jumat Singkat Padat Kedua: Penyesalan di Akhirat

الحمد لله على احسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، واشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له تعظيما لشانه، واشهد ان محمدا عبده ورسوله دائره لو انه، اللهم صلي عليه وعلى اله واصحابه واخوانه

Ma’asyiral Muslimin,

Sebagian ulama seperti Al-Hafizh Ibnu Katsir Rahimahullah dalam tafsirnya menyebutkan bahwasannya penyesalan juga mencakup orang-orang yang beriman. Tatkala beliau menafsirkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ ﴿٢٣﴾

Hari tatkala neraka jahanam dihadirkan di hadapan orang-orang pada hari kiamat kelak. Tatkala itu mereka ingat seluruh yang pernah mereka lakukan, tapi apa manfaatnya mereka ingat bahwa mereka sudah tidak bisa merubah kondisi lagi.” (QS. Al-Fajr[89]: 24)

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي ﴿٢٤﴾

“Maka manusia berkata pada saat itu, ‘Seandainya dahulu saya beramal shalih di dunia untuk kehidupan yang abadi di akhirat'”

Maka Ibnu Katsir mengatakan orang-orang kafir menyesal pada hari tersebut karena mereka tidak beriman, para pelaku maksiat menyesal kenapa mereka dahulu tidak meninggalkan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan orang-orang beriman juga menyesalkan kenapa dahulu kurang amal shalih mereka?

Benar, mereka telah beramal shalih, mereka telah berbakti kepada kedua orang tua mereka, tapi mereka merasa kurang tatkala mereka tahu ternyata pahala berbakti kepada orang tua sangat luar biasa di akhirat kelak.

Mereka dahulu shalat malam tapi mereka menyesal kenapa mereka shalat malamnya cuma sebentar, ternyata pahala shalat malam luar biasa pahalanya di akhirat kelak.

Mereka menyesal mereka sudah berinfak dan bersedekah tapi kenapa dahulu sedekah mereka masih kurang, seandainya dulu di dunia mereka bersedekah sebanyak-banyaknya tentunya mereka akan mendapatkan ganjaran yang sangat besar luar biasa di akhirat kelak. Sungguh mereka menyesal karena kurang beramal shalih di akhirat kelak.

Oleh karenanya, ma’syiral muslimin yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, mumpung kita masih dikasih umur, mumpung kita masih bisa bernafas, mumpung kita masih bisa beribadah, maka berusahalah untuk beribadah sebanyak-banyaknya agar kurang penyesalan kita pada hari kiamat kelak.

إِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات انك سميع قريب مجيب الدعوات ياقاضي الحاجات

اللهم ات نفوسنا تقواها وزكيها انت خير من زكاها انت وليها ومولاها

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

واقم الصلاه

Video Khutbah Jumat Singkat Padat: Penyesalan di Akhirat

Khutbah Jumat Singkat Padat: Penyesalan di Akhirat ini diambil dari video Khutbah Jum’at : Penyesalan didunia – Dr. Firanda Andirja, MA. yang dilaksanakan di masjid Al-Ikhlas Dukuh Bima, Bekasi.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
Login/daftar untuk men-copy (GRATIS)
%d blogger menyukai ini: