Khutbah Jumat Singkat Tentang Takwa

Khutbah Jumat Singkat Tentang Takwa

dukung ngaji id

Ciri orang bertakwa: bersabar ketika menghadapi ujian, bersyukur ketika mendapat nikmat, patuh dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Khutbah Jumat: Bukti Benarnya Iman di Hati
Khutbah Jumat Singkat Tentang Kenapa Harus Istiqomah Setelah Ramadhan?
Khutbah Jumat Tentang Kunci Beragama

 Khutbah Jumat singkat padat “Takwa” ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafizhahullahu Ta’ala.

Khutbah Jumat Singkat Tentang Takwa

Khutbah Pertama

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه، وحبيبه وخليله، صلوات ربي وسلامه وبركاته عليه، وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

اما بعد

فيا عباد الله أوصيكم ونفسي بتقوى الله

Jama’ah Jum’at rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dan oleh RasulNya serta menjauhi apa yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan oleh RasulNya.

Jamaah sekalian rahimakumullah,

Sebuah ayat yang familiar di telinga kita, yang sering kita dengar yaitu firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.” (QS. Al-Hujurat[49]: 13)

Allah Subhanahu wa Ta’ala sedang menjelaskan ukuran kemuliaan yang tentunya kebanyakan orang menilai kemuliaan bukan dari ketakwaan. Tapi jadi jabatan, kekayaan, dan keturunan. Sehingga orang setakwa apapun kalau dia miskin, maka kurang dihormati. Orang setakwa apapun, seandainya dia keturunan orang biasa-biasa saja, maka kurang dihormati. Begitu pula, orang setakwa apapun seandainya dia tidak memiliki jabatan maka kurang dihormati.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa yang mulia bukan yang paling kaya, tinggi jabatannya, maupun ningrat. Kata yang paling mulia adalah yang paling bertakwa di antara kalian.

Jama’ah rahimakumullah,

Satu hal yang harus kita ingat, bahwa ketakwaan bukan kita dapatkan dengan pengakuan. Ketakwaan bukan diukur dari klaim, “Saya paling bertakwa”. Bukan. Tapi ketakwaan ada ciri-cirinya. Seandainya seseorang memiliki ciri-ciri tersebut, maka dia adalah manusia yang bertakwa. Jika tidak, maka tidak bertakwa.

Tanda Orang Bertakwa

Seorang sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang bernama Abdullah Ibnu Zubair radhiyallahu ‘anhu menyampaikan ciri-ciri orang bertakwa, kata beliau;

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ لِأَهْلِ التَّقْوَى عَلَامَاتٍ يُعْرَفُونَ بِهَا، وَيَعْرِفُونَهَا مِنْ أَنْفُسِهِمْ

Sesungguhnya orang yang bertakwa itu punya ciri (tanda-tanda). Dengan tanda-tanda itu dia bisa diketahui dan dikenali ketakwaannya. Dan dia juga bisa menyadari apakah dia bertakwa atau tidak.

مِنْ صَبْرٍ عَلَى الْبَلَاءِ، وَرِضًى بِالْقَضَاءِ

Akan terlihat dari kesabaran dan keridhaannya dalam menghadapi musibah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala timpakan kepadanya.

Ketika kita menghadapi musibah, kemudian kita bersabar, bahkan kita ridha menghadapi ujian tersebut. Maka itu ciri yang pertama bahwa kita adalah orang yang bertakwa.

Ciri yang kedua:

وَشُكْرِ النَّعْمَاءِ

Bersyukur ketika mendapatkan nikmat. Sekecil apapun nikmat tersebut. Maka seandainya ada orang yang mendapatkan nikmat lalu dia menganggap remeh nikmat itu, karena dia pikir itu nikmat yang kecil, berarti dia belum masuk dalam kategori orang yang bertakwa.

Ciri yang ketiga adalah:

وَذُلٍّ لِحُكْمِ الْقُرْآنِ

Patuh dengan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala yang termaktub di dalam Al-Qur’an. Orang yang beriman ketika ketemu dengan ayat Al-Qur’an yang memerintahkan sesuatu maka dia mengatakan, “سَمِعْنَا وَ أَطَعْنَا” Dan ketika menemukan ayat Al-Qur’an yang melarang sesuatu, maka dia pun akan meninggalkan tanpa banyak beralasan.

اقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم، ولسائر للمؤمنين والمؤمنات، فاستغفروه، انه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua

Mari kita periksa tiga ciri ini dalam diri kita masing-masing. Apakah kita sudah bersabar ketika menghadapi ujian? Apakah kita sudah bersyukur? Dan apakah kita sudah patuh dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Seandainya sudah, maka bersyukurlah. Mudah-mudahan kita termasuk ke dalam orang yang bertakwa. Jika belum, maka berupayalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa dengan memenuhi sifat-sifat tadi.

إِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهم صل وسلم وزد وبارك وانعم على سيدنا ومولانا محمد
اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات، والمسلمين والمسلمات، الاحياء منهم والاموات، انك سميع قريب مجيب الدعوات
اللهم منزل الكتاب مجري السحاب هازم الاحزاب اهزم اعداءك اعداء الدين يا رب العالمين
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
و سبحان ربك رب العزه عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

Video Khutbah Jumat Singkat Tentang Takwa

Sumber video: Yufid.TV

Mari turut menyebarkan tulisan tentang “Khutbah Jumat Singkat Tentang Takwa” ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..

Komentar

WORDPRESS: 0