Naskah Khutbah Jumat Memakmurkan Masjid

Naskah Khutbah Jumat Memakmurkan Masjid

dukung ngaji id

"Siapa yang pergi di waktu pagi atau di waktu sore untuk pergi ke masjid, tidak ada yang dia niatkan kecuali untuk menuntut ilmu atau mengajarkan ilmu kecuali ia pulang membawa pahala haji sempurna hajinya." (HR. Thabrani)

Khutbah Idul Fitri: Ramadhan Bulan Penuh Hikmah
Khutbah Jumat Bulan Dzulhijjah Tentang Hakikat Ibadah Qurban
Khutbah Jum’at: Pertanggungjawaban di Akhirat

Naskah Khutbah Jumat Memakmurkan Masjid ini merupakan catatan dari rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor.

Khutbah Pertama – Naskah Khutbah Jumat Memakmurkan Masjid

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وقال تعالى، يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّـهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّـهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Ummatal Islam,

Senantiasa kita memuji Allah dan senantiasa kita bershalawat untuk Rasulillah. Dan sesungguhnya khatib mewasiati dirinya untuk bertakwa kepada Allah dan hadirin sekalian. Sesungguhnya sebaik-baiknya perbekalan dalam kehidupan dunia menuju akhirat adalah ketakwaan Ya Akhal Islam.

Ketahuilah -Ya Akhal Islam- sesungguhnya bagian bumi yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid-masjidNya. Ia adalah merupakan rumah Allah, tempat yang ditinggikan padanya nama Allah Subhanahu wa Ta’ala, tempat yang disebut padanya nama Allah Subhanahu wa Ta’ala, tempat yang merupakan manusia beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka Allah jadikan masjid adalah merupakan tempat yang sangat mulia. Bahkan tempat yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari seluruh permukaan bumi ini.

Ikhwatal Islam a’azzakumullah, hadirin sidang Jumat yang berbahagia,

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat menganjurkan kita untuk senantiasa memakmurkan masjid-masjid dan memberikan pahala yang besar bagi mereka yang senantiasa memakmurkan masjid. Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إلَّا ظِلُّهُ

“Ada tujuh orang yang akan Allah berikan naungan dimana tidak ada naungan pada waktu itu kecuali naungan ‘ArsyNya.”

Siapa diantaranya?

وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌفي المَسَاجِدِ

“Orang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid.” Yang hatinya senantiasa rindu untuk pergi ke masjid. Ternyata mereka termasuk orang-orang yang akan Allah berikan naungan pada hari kiamat dimana tidak ada naungan kecuali naungan ‘ArsyNya.

Subhanallah.. Apabila seseorang hatinya tertaut dengan satu tempat, entah itu rumah ataupun pasar ataupun yang lainnya, ternyata itu tidak diberikan pahala apapun. Tapi ketika hati kita tertaut dengan masjid, ternyata menyebabkan kita termasuk orang yang diberikan oleh Allah naungan pada hari kiamat.

Ummatal Islam a’azzakumullah,

Bahkan Allah memberikan pahala yang besar bagi mereka yang pergi berjalan menuju masjid. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian 27 kali lipat.”

وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ

“Yang demikian itu apabila seseorang berwudhu di rumahnya lalu ia menyempurnakan wudhunya.”

ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ

“Kemudian ia keluar ke masjid.”

لاَ يُخْرِجُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ

“Tidak ada niat kecuali shalat.”

Tidaklah ia melangkah sekalipun langkah kecuali satu langkah itu mengangkat derajat dan menggugurkan dosanya. Subhanallah..

Bayangkan apabila rumah kita jaraknya 500 m atau 200 m, berapa banyak Allah gugurkan dosa-dosa kita? Berapa banyak derajat yang diangkat untuk kita Ya Akhal Islam a’azzakumullah? Sementara apabila kita pergi ke kantor ataupun pergi ke pasar, tidak bernilai demikian.

Ummatal Islam a’azzakumullah..

Bahkan Ya Akhal Islam, orang yang pergi ke masjid yang niatnya ingin menuntut ilmu, ternyata pahalanya bagaikan haji. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Siapa yang pergi di waktu pagi atau di waktu sore untuk pergi ke masjid, tidak ada yang dia niatkan kecuali untuk menuntut ilmu atau mengajarkan ilmu kecuali ia pulang membawa pahala haji sempurna hajinya.” (HR. Thabrani)

Demikian pula -Ya Akhal Islam- mereka yang memakmurkan masjid dipuji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah berfirman:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّـهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّـهَ…

Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan kehidupan akhirat, mendirikan shalat, membayar zakat dan ia tidak takut kecuali hanya kepada Allah.”

…فَعَسَىٰ أُولَـٰئِكَ أَن يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ ﴿١٨﴾

Mereka itu pastilah mendapatkan hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. At-Taubah[9]: 19)

Persaksian dari Allah.. Bahwa orang yang senantiasa memakmurkan masjid disaksikan akan keimanannya dan dipastikan mereka mendapatkan hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Inilah -Ya Akhal Islam- masjid tempat yang sangat dicintai oleh Allah. Maka kewajiban kita sebagai kaum mukminin mencintai masjid-masjid, senantiasa kita rindu ingin pergi ke masjid, bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di masjid-masjid tersebut Ya Akhal Islam. Karena itu sebuah kebaikan yang besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

Khutbah kedua – Khutbah Jumat Memakmurkan Masjid

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ

Ummatal Islam,

Karena masjid adalah merupakan tempat ibadah, makan hendaklah di masjid itu dijauhkan dari kegaduhan-kegaduhan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam riwayat Muslim:

لِيَلِنِي مِنْكُمْ أُولُو الأَحْلاَمِ وَالنُّهَى ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ – ثَلاَثًا – وَإِيَّاكُمْ وَهَيْشَاتِ الأَسْوَاقِ

“Hendaklah yang berada di belakang imam orang-orang yang sudah baligh dan mempunyai ilmu, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya. Dan jauhi suara gaduh seperti di pasar,” kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. (HR. Muslim)

Oleh karena itulah -Ya Akhal Islam- karena ini adalah Masjid Allah yang ditegakkan untuk mengingat Allah, jangan disamakan dengan pasar. Karena pasar adalah merupakan tempat yang paling dibenci oleh Allah Rabbul ‘Izzati wal Jalalah.

Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:

وَإِيَّاكُمْ وَهَيْشَاتِ الأَسْوَاقِ

“Jauhilah oleh kalian suara-suara gaduh di dalam masjid.”

Bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat dan atsar bahwa ‘Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu melihat dua orang yang berbicara dengan keras-keras di masjid. Kemudian ‘Umar pun melempar mereka dengan kerikil dan berkata:

من أين أنتم ؟

“Dari mana kalian berasal?”

Mereka berkata: “Kami dari Thaif.”

Kata ‘Umar:

لو كنتما من أهل المدينة لأوجعتك ضرباً…

“Kalau kalian penduduk kota Madinah, pasti aku akan pukul kalian. Apa kalian tidak tahu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang mengangkat suara di dalam masjid?”

Ikhwatal Islam a’azzakumullah..

Maka dari itulah Ya Akhi, masjid hendaknya disebut nama Allah dengan penuh tadharru’, adapun kemudian masjid menjadi tempat mengganggu manusia dengan suara-suara gaduh, nyanyian-nyanyian ataupun shalawatan-shalawatan, ini perkara yang sama sekali tidak disyariatkan dalam Islam. Walaupun kita membaca Al-Qur’an tapi kalau itu mengganggu orang lain, maka itu dilarang oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Imam Abu Dawud meriwayatkan dalam sunannya bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam masuk ke masjid dan didapati para sahabat sedang shalat masing-masing mengeraskan suaranya. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَلاَ إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ

“Ketahuilah setiap kalian sedang bermunajat kepada Rabbnya,”

لَا يَجْهَرْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ بِالْقِرَاءَةِ

“Janganlah sebagian kalian mengeraskan bacaan Al-Qur’annya mengganggu yang lainnya.” (HR. Abu Dawud)

Banyak di antara kita menyangka dengan membaca Al-Qur’an keras-keras di speaker masjid, katanya itu supaya orang mendengarkan, padahal tidak semua orang bisa mendengarkannya Ya Akhal Islam. Bukan demikian yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Masjid bukan tempat mengganggu manusia.

Tapi masjid adalah tempat untuk beribadah kepada Allah yang penuh dengan kekhusyukan dan ketadharru’an.

Ya Ummatal Islam,

Demikian pula Rasulullah memerintahkan untuk menjaga kebersihan masjid. Bahkan diberikan padanya wangi-wangian. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang untuk mengotori masjid dengan ludah ataupun yang sejenisnya. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah melihat ada ludah kemudian Rasulullah pun marah sekali terlihat kemarahan di wajahnya. Yang seperti itu -Ya Akhal Islam- tidak layak untuk kita lakukan di masjid-masjid Allah.

Maka inilah masjid, cintailah ia. Masjid-masjid yang ditegakkan padanya sunnah Rasulillah. Masjid-masjid yang ditegakkan padanya nama Allah, syariatNya, dan disembah Allah padanya. Bukan masjid-masjid yang kemudian dibangun hanya untuk perkara-perkara yang tidak sesuai dengan sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

إِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

اللهم تقبل أعمالنا يا رب العالمين

اللهم أصلح ولاة أمور المسلمين في هذا البلد، وسائر بلاد المسلمين يا رب العالمين

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عباد الله:

إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر.

Download mp3 Khutbah Jumat Tentang Memakmurkan Masjid

Sumber audio: radiorodja.com

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download khutbah Jum’at “Naskah Khutbah Jumat Memakmurkan Masjid” ini kepada saudara muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga Allah membukakan kepada kita pintu-pintu kebaikan yang banyak.

Komentar

WORDPRESS: 1
  • comment-avatar
    Syafrijal Nasution 3 bulan ago

    Alhamdulillah bsa Bergabung