Naskah Khutbah Jumat Singkat – Follower Siapa?

Naskah Khutbah Jumat Singkat – Follower Siapa?

ceramah tentang gowes

Naskah Khutbah Jumat Singkat - Follower Siapa? ini disampaikan oleh Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah Hafidzahullah. Naskah Khutbah Jumat Sing

Sikap berlebih-lebihan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
Siapakah wali-wali Allah?
Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Naskah Khutbah Jumat Singkat – Follower Siapa? ini disampaikan oleh Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah Hafidzahullah.

Naskah Khutbah Jumat Singkat Pertama – Follower Siapa?

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لََهُ لْمُلْكِ  َولََهُ الْحَمْدُ َوهُوَ عَلى كُلّ شَيْءٍ قَدِيْرِ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، صَلَوَاتُ َربّيْ وَسَلَامُهُ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَا هُمْ اِلَّى يَوْمِ الْقِيَامَهْ، اَمَّا بَعْدُ

فَيَامَ عَشِرَ الْمُسْلِمِيْنِ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنِ رَحِمَكُمُ اللهُ اُوصِيْكُمْ وَنَفْسِيِ بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنِ

Saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada semua yang hadir di tempat ini. Agar senantiasa bertakwa kepada Allah.

Allah berfirman;

ياَ اَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُو اتَقُوا الَله حَقَّ تُقََاتِهِ وَلَا تَمُوتُنِّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Wahai manusia manusia yang beriman Wahai orang-orang yang mengaku Mukmin bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.” (QS. Ali Imran[3]: 102)

Ucapan yang sering kita dengar, bahkan mungkin sebagian jenuh ketika disuruh bertakwa-bertakwa lagi, Jumat kemarin disuruh bertakwa, sebelumnya disuruh bertakwa, ratusan kali kita hadir khutbah Jumat selalu disuruh bertakwa.

Na,am! Yang masuk surga hanya yang bertakwa, yang diterima amalannya hanya yang bertakwa.

Surga itu disediakan buat siapa?

أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Disediakan buat yang bertakwa,” (QS. Ali-Imran[3]: 133)

Tapi kita yang nggak faham. Apa sih takwa? Apalagi takwa yang sejati -mengingat Allah dan tidak melupakanNya, bersyukur atas nikmat yang Allah berikan dan tidak kufur, taat, patuh, tidak durhaka pada sang Pencipta- itu takwa.

وَلَا تَمُوتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Jangan mati kalian! Jangan pernah mati kecuali dalam kondisi Islam.” (QS. Ali-Imran[3]: 102)

Ahibbati fillah! Ada sebuah penggalan cerita tentang masa depan. Sebuah cerita yang indah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik. Setelah bumi ini hancur, setelah bumi ini dibangkitkan, digiring ke padang masyar melewati shirat yang ada di atas neraka jahanam. Ketika semua manusia yang selamat dari neraka jahanam menuju ke pintu surga, ada seorang lelaki yang mendatangi pintu surga. Di tengah jutaan manusia yang sedang berada menanti pintu surga dibuka.

فَآخُذُ بِحَلْقَةِ الْبَابِ

“Lagu aku ambil alat pengetuk pintu di pintu surga itu,”

Pintu surga yang lebarnya dari Mekah ke Hajar -kira-kira 800 mil-

فَآتِي بَابَ الْجَنَّةِ،

“Kemudian aku datang ke pintu surga.” Kata lelaki tersebut.

Ketika diketuk pintu surga itu, ada suara dari dalam surga mengatakan, “Siapa di luar sana yang mengetuk?”

Laki-laki itu menjawab, “Muhammad.” -Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam-

Beliau yang mengetuk pintu itu.

Lalu kata Malaikat penjaga surga mengatakan:

أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ

Aku diperintahkan untuk tidak membuka pintu surga ini kecuali untuk dirimu.”

Lalu dibukakan pintu surga.

Jamaah.. Orang itu akan dikumpulkan dengan orang yang dia cintai. Antum cinta dengan siapa? Ana yakin semua memiliki idola. Baik itu seorang ustadz, guru agama, tokoh, artis, pemain bola. Kita mengidolakan mereka? Padahal yang Allah utus untuk menjadi idola kita itu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kalau kita ikut beliau, pasti masuk surga. Tapi kalau kita ikut seorang ustadz, ikut sebuah kelompok, mengikuti seorang tokoh atau pemain bola atau artis, kira-kira antum masuk surga di belakang artis tersebut? Antum akan berada dibelakang pintu surga bersama pemain bola tersebut? Padahal Allah mengajarkan:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّـهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

Telah ada bagi kalian (yang beriman, yang tidak beriman ya silahkan), telah ada di diri Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (Rasulullah yang diutus oleh Allah Jalla Jalaluhu dengan Al-Qur’anul Karim) di situ ada suri tauladan yang baik)” (QS. Al-Ahzab[33]: 21)

Kalau kamu mau mengikuti, ikuti beliau. Mau cari panutan, mau cari idola? Kita tahu idola ini terus dibuat agar kita mengikuti idola-idola yang sepertinya akan mengantarkan kita ke dalam api neraka.

Tapi tidak semua mau mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Berat! Berat! Kalau cuma memanjangkan jenggot, hanya penampilan belaka, siapa nggak bisa? Tapi tatkala engkau mengikuti Nabi dengan iman,

لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّـهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ

Engkau mengikuti Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena iman dengan Allah dan hari akhir

Gaya tidurnya seperti Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, jalannya seperti Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, shalatnya ikut Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam, dzikirnya ikut Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dagangnya di pasar pun ikut Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam. Ketika itu engkau akan selamat, jamaah, dijamin.

Semuanya mengklaim cinta kepada Allah, semuanya. Kedatangan Antum ke sini juga bukti kalau kita cinta kepada Allah. Kita tinggalkan pekerjaan kita ustadz, kita datang ke rumah Allah walaupun sebagian telat datangnya.

Kata Allah:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّـهَ فَاتَّبِعُونِي

Katakan kalau kalian cinta kepada Allah, kkuti aku (kata Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam)” (QS. Ali-Imran[3]: 31)

Siapa yang diikuti? Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam. Bukan yang lainnya.

Ustadz bisa salah, apalagi yang bukan ustadz. Ikuti Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Allah akan cinta kepada kalian. Jadi bukan hanya dengan omongan, “Aku cinta kepada Allah, aku cinta kepada Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” Semua mengaku pengikut Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tapi buktikan kalau engkau memang pengikut Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Sebagian jadi pengikut Ronaldo, diikutin gaya hidup Ronaldo. Jadi follower Ronaldo di Instagram, apa yang dilakukan Ronaldo dia tahu, apa yang dilakukan Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam gak tahu dia. Gak pernah dia ikuti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Wallahi jamaah.. Kita mengikuti orang kafir yang jelas-jelas Allah haramkan surga buat orang-orang yang mati kafir? Lalu bangga? Setiap hari dapat notifikasi berita baru. Di Indonesia, tahu yang menjadi pengikut Ayu Ting Ting di Instagram? Itu 27 Juta lebih. 27 Juta. Apakah mengantarkan kepada surga?

Cinta dia mengantarkan kepada surga? Kalau engkau mengikuti Nabi ‘Alaihish Shalatu was salam, totalitas ikut Nabi ‘Alaihish Shalatu was salam, orang mau ngomong apa tentang ana, ana ikut Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang dijamin masuk surga Nabi. Antum ustadz ngga dijamin masuk surga, iya betul. Ana gak akan pernah ikut antum.

Guru agama “Fulan” nggak dijamin masuk surga, jangan ikut dia! Ikut Nabi  ‘Alaihish Shalatu was salam.

Ketika kita ikut Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

حْبِبْكُمُ اللَّـهُ

Allah akan cinta kepada kalian.

وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

Selesai sudah urusannya, diampuni dosa- dosa kalian.

Ahibbati fillah.. Kita perlu tanya, benarkah kita pengikut Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? Berat kalau ikut Nabi? Iya. Nggak santai jama’ah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang dijamin masuk surga sampai bengkak kakinya shalat. Kita?

Ahibbati fillah.. Pada suatu hari, datang seorang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bertanya tentang kapan kiamat terjadi.

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَتَى السَّاعَةُ

“Ya Rasulullah, kapan kiamat terjadi?”

Kapan masjid ini akan hancur? Kapan PLN akan hilang dari muka bumi? Kapan Jember akan hilang dari peta? Indonesia akan hilang, dunia akan hancur, gunung-gunung akan hancur, kapan itu terjadi?

Nabi tidak menjawab pertanyaannya, tapi Nabi balik bertanya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

مَا أَعْدَدْتَ لَهَا

“Apa yang kau siapkan untuk kiamat itu?”

Ana yakin semua punya persiapan untuk masa pensiun dia. Bahkan nabung, beli villa, beli rumah, bikin usaha persiapan kalau aku pensiun.

Pertanyaannya, “Apa yang kau persiapkan untuk hilangnya Dunia ini?” Ketika tidak ada satu rumah yang bisa dihuni, ketika tidak ada satu tempat untuk bernaung. Apa jawab orang ini, “Nggak banyak Ya Rasulullah. Yang aku siapkan adalah:

أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

‘Aku cinta kepada Allah dan RasulNya”

Lalu apa jawab Nabi?

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“engkau akan dikumpulkan bersama orang yang engkau cintai” (HR. Bukhari)

Jamaah Rahimakumullah..

Jangan sembarangan antum berbagi cinta kepada fulan, fulan, fulan. Antum akan berkumpul sama dia kelak.

Tapi memang antum bisa melihat ketika orang cinta dengan sosok seorang artis, seorang pemain bola, ditunggu kedatangannya di luar negeri. Ditunggu dengan berdiri, ingin bersalaman dengan orang itu, ingin foto sama orang itu, ingin berdekatan orang itu. Benar, engkau akan dikumpulkan sama dia kelak pada hari kiamat. Itu janji Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka silahkan. Dan kita harus tahu yang boleh buka pintu surga nanti adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

اَقُولُ قَْولِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرَ الله لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ تَسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Naskah Khutbah Jumat Singkat Kedua – Follower Siapa?

اَلْحَمْدُ للهِ رَبّ الْعَالَمِيْن، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِْدِ المُرْسَلِينَ، وَاِمَامِ الْمُتَّقِيْن، قَائِدِ الْغُرِ الْمُحَجَّلِيْن، سَيْدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْن، اَمَّا بَعْدُ

Jamaah Rahimakumullah.. Banyak orang tersesat karena ikut-ikutan. Orang-orang musyrikin ketika diajak oleh Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam agar meninggalkan jahiliyah mereka, meninggalkan masa lalu yang penuh dengan dosa, apa kata mereka?

إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِم مُّهْتَدُونَ ﴿٢٢﴾

Kita mendapati nenek moyang kita, orang tua kita, mereka beribadah seperti ini dari dulu dan kita akan ikut mereka.” (QS. Az-Zukhruf[43]: 22)

Diajak kepada Allah, diajak kepada Rasul, dia nggak mau, dia mau ikutin warisan nenek moyang. Ketahuilah jamaah, Imam Malik dan imam-imam yang lainnya, Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad bin Hambal, nggak mau kita ini mengikuti mereka secara buta. Pokoknya ikut imam Syafi’i, pokoknya ikut Imam Ahmad, Imam Malik. Imam Malik pernah mengatakan:

كلٌّ يؤخذ من قوله ويُردُّ

“Ingat, semua orang itu ucapannya bisa diterima bisa ditolak, siapa saja”

Itu Imam Malik, gurunya Imam Syafi’i. Semua orang itu pendapatnya bisa diterima bisa ditolak.

إِلاَّ صَاحِبُ هَذَا القَبْرِ

“Kecuali yang dikubur di tempat ini.”

Lihat juga: Menapaki Jejak Manhaj Aqidah Imam Asy-Syafi’i

Imam Malik, Imam Darul Hijrah di Masjid Nabawi beliau berbicara. Ini, ucapkannya Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang nggak bisa ditolak. Dan kita tidak boleh menjadikan ucapan seseorang, sebuah kelompok, sebuah lembaga, sebagai patokan kebenaran. Pokoknya yang dikatakan ustadz fulan pasti bener, ana ikut pokoknya, nunut sudah, nanti masuk surga bareng. Ngga boleh. Kalau mau bareng masuk surga, sama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Oleh karena itu Imam Syafi’i Rahimahullah mengatakan bahwa.

اِذَا صَحَ الْحَدِيْث فَهُوَ مَذْهَبِي

“Kalau haditsnya shahih, itu madzabku”

Imam Syafi’i pengikut Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam. Tapi beliau manusia biasa. Imam Malik seperti itu, Imam Abu Hanifah seperti itu, Imam Ahmad pun seperti itu.

Maka hendaklah kita sebagai seorang mukmin mulai belajar sekarang. Mana yang ucapan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mana yang diajarkan Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam, ikuti semuanya jamaah, semua. Dari sejak tidur sampai bangun tidur.

Yang dagang, belajar gimana daganganya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? Yang jadi pegawai, belajar. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah jadi pegawai. Pernah beliau menggembala kambing, punya orang kambingnya, pernah beliau berdagang, punya Khatijah barang dagangannya. Jadi pegawai.

Yang jadi pemimpin, belajar. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjadi pemimpin. Jadi imam,  belajar gimana jadi imam yang benar. Kalau tidak, kita akan banyak salah jalan. Sekali lagi, beliaulah yang pantas diikuti, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Kalau antum mau menjadikan idola, biasanya antum akan mencari orang yang tampan dan gagah. Ketahuilah nggak ada yang lebih tampan dan lebih gagah dari Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Secara fisik, beliau sempurna. Secara akhlak, beliau sempurna. Secara amalan ibadah, beliau sempurna.

اللَّـهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ

“Di antara semua makhluk yang ada di muka bumi ini, Allah pilih Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, untuk menjadi panutan.” (QS. Al-An’am[6]: 124)

Bahkan beliau mengatakan:

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ وَلَا فَخْرَ

“Aku adalah yang paling mulia diantara seluruh anak Adam  dan aku berkata itu bukan untuk menyombongkan diri.” (Shahih Tirmidzi)

Agar kita tahu dengan hak beliau untuk diikuti. Yang mau mencari panutan, carilah panutan kepada yang sudah meninggal dunia, kepada para sahabat Nabi yang mereka menyampaikan agama Allah ini kepada generasi yang selanjutnya.

Ahibbati fillah..

Hari jumat ini kita diperintahkan untuk banyak-banyak bershalawat kepada Nabi. Manfaatkan waktu kita yang tersisa, isilah dengan ucapan Shalawat:

اللهم صل وسلم على نبينا محمد

اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَبِي

Allah dan para malaikatNya bershalawat kepada Nabi.

يَا اَيُّهَا الَّذِينَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَّلِمْ تَسْلِيْمَا

اَللَّهُمَّ صَلّ وَسَلّمْ وَزِدْ وَبَارِكْ وَاَنْعِمْ عَلَى سَيْدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ،

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَات، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَات، اَلْاَحْيَاء مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ، اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ الدَّعَوَاتْ

اَللِّهُمَّ اَصْلِحْ وَلِيَ اَمْرِنَا وَاُوْلَاتَ اُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ

اَللَّهُمَّ اَصْلِحْ وَلِيَ اَمْرِنَا، وَ اُللَتَ   اُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ

اَللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابْ، مُجْرِيَ السَّحَابْ، هَازِمَ الْاَحْزَابْ، اِهْزِمْ اَعْدَاءَكَ اَعْدَاءَ الدّيْنِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَهْ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَابْ

رَبَّنَا اَتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَهْ، وَفِي الْاَخِرَةِ حَسَنَهْ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارْ

سُبْحَانَ رَبّكَ رَبّ الْعَزَةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَّلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبّ العَالَمِيْنَ

Download mp3 Naskah Khutbah Jumat Singkat – Follower Siapa?

Follower Siapa?

📚 Khutbah Jumat
🔉 Pemateri: Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah
🔗 Link Download: ngaji.id/klik/45
🗃 Ukuran File: 6.10 MB
⭐ File sudah dikecilkan
⌛ Durasi: 21:19
📹 Sumber Video: youtu.be/2D-mvaGWVbI

Mari turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..

Pencarian: Download Naskah Khutbah Jumat Singkat, Naskah Khutbah Jumat Singkat Ustadz Syafiq

COMMENTS

WORDPRESS: 0
Saudaraku, silahkan login atau daftar terlebih dahulu untuk menyalin. Barakallahu fiik.
%d blogger menyukai ini: