Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Bersyukur: Nikmat Allah Tak Terhingga

Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Bersyukur: Nikmat Allah Tak Terhingga

Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Bersyukur: Nikmat Allah Tak Terhingga ini disampaikan oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc, MA. Khutbah Per

Khutbah Jumat Akhir Ramadhan: Semakin Mendekati Akhir Semakin Bersungguh-Sungguh
Tafsir dan Faidah Ayat Puasa – Khutbah Jum’at Tentang Puasa Ramadhan Singkat
Khutbah Jumat Menyentuh Hati Tentang Kegembiraan dan Kesedihan Seorang Muslim

Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Bersyukur: Nikmat Allah Tak Terhingga ini disampaikan oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc, MA.

Silahkan daftar atau login(GRATIS) terlebih dahulu untuk men-copy..

Khutbah Pertama – Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Bersyukur: Nikmat Allah Tak Terhingga

إِنَّ الْحَمْدَ لله.. نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ اِلَيْه، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

و أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَه

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

معاشر المسلمين.. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْـمُتَّقُون

Sesungguhnya para ulama mengatakan:

الايمان نصفان

“Iman itu terdiri atas dua perkara.”

Yaitu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang Allah berikan dan bersabar atas ujian dan musibah yang Allah berikan.

Tatkala terkumpul pada seorang sabar dan syukur, maka telah sempurnalah imannya. Oleh karenanya dalam banyak ayat Allah menggabungkan dua sifat ini. Contohnya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ ﴿٣١﴾

Sungguh yang pada demikian itu ada tanda-tanda kebesaran Allah bagi setiap hamba yang selalu bersabar dan selalu bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Luqman[31]: 31)

Pada kesempatan kali ini kita akan berbicara tentang syukur. Diantara hal yang membantu kita untuk pandai bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu merenungkan bahwasanya nikmat Allah kepada kita sangatlah banyak. Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّـهِ

Kenikmatan apa saja yang engkau rasakan semuanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. An-Nahl[16]: 53)

Nikmat kesehatan, nikmat keluarga, nikmat memiliki rumah, nikmat keamanan, nikmat ketentraman, semua nikmat. Nikmat jabatan, nikmat apapun yang kita rasakan semuanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Terlebih lagi Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam 2 ayat:

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّـهِ لَا تُحْصُوهَا

Jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, kalian tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. An-Nahl[16]: 18)

Ma’asyiral muslimin..

Jika seseorang duduk kemudian dia berjam-jam bahkan berhari-hari mencoba untuk menghitung nikmat-nikmat Allah yang Allah berikan kepadanya, kata Allah:

لَا تُحْصُوهَا

“Kalian tidak akan mampu untuk menghitungnya.”

Kenapa? Karena nikmat Allah terlalu banyak yang Allah berikan kepada kita.

Diantara bentuk-bentuk nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah nikmat yang dzahir dan nikmat yang batin. Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً

Dan Allah menyempurnakan nikmat kepada kalian, nikmat yang dzahir dan nikmat yang batin.” (QS. Luqman[31]: 20)

Nikmat dzahir adalah nikmat yang sering kita lihat, yang mungkin kita lihat dan kita rasakan secara langsung seperti kesehatan, kita memiliki rumah, kita memiliki istri, kita miliki anak-anak, kita bernegara, hidup dengan ketentraman, hidup dengan kenyamanan, ini nikmat yang dzahir. Kita bisa belajar, bisa sekolah, bisa melihat anak-anak bermain dengan ceria, ini kenikmatan dzahir.

Disana juga ada nikmat batin. Sangat mulia nikmat tersebut. Bahkan lebih daripada nikmat yang kita rasakan. Seperti nikamt iman, nikmat tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Karenanya tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan surat An-Nahl, yaitu surat yang ke 16, sebagian ulama menamakan surat ini dengan surat an-niam, dengan surat nikmat-nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kenapa? Karena pada surat ini Allah buka dengan menyebut nikmat-nikmat Allah. Yaitu ayat pertama sampai ayat ke-18. Ketika sampai ayat 18, Allah berkata:

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّـهِ لَا تُحْصُوهَا

Jadi ayat 1-18 Allah menyebutkan nikmat-nikmat. Nikmat yang pertama yang Allah sebutkan:

أَتَىٰ أَمْرُ اللَّـهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿١﴾ يُنَزِّلُ الْمَلَائِكَةَ بِالرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِ عَلَىٰ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ أَنْ أَنذِرُوا أَنَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنَا فَاتَّقُونِ ﴿٢﴾

Allah turunkan wahyu melalui Malaikat kepada hamba-hamba yang Allah kehendaki (yaitu wahyu yang Allah turunkan kepada para Rasul, ini nikmat) agar para Rasul tersebut memberi peringatan, janganlah kalian menyembah kecuali hanya kepada Allah. Tidak ada yang berhak disembah kecuali Aku (kata Allah Subhanahu wa Ta’ala).” (QS. An-Nahl[16]: 1-2)

Ternyata nikmat pertama yang Allah sebutkan dari rentetan nikmat adalah nikmat tauhid. Ini terkadang tidak kita sadari. Ini nikmat batin yang luar biasa.

Lihatlah! Kita lihat sekeliling manusia, betapa banyak milyaran manusia masih menyembah manusia, masih menyembah Nabi, miliaran manusia masih menyembah berhala, miliaran manusia masih menyembah sapi, betapa banyak orang yang masih melakukan kesyirikan, masih banyak percaya kepada dukun, masih banyak kasih sajen kepada ruh-ruh dan jin-jin, sementara Allah katakan:

أَنْ أَنذِرُوا أَنَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنَا فَاتَّقُونِ

Berilah peringatan kepada manusia bahwasannya tidak ada yang berhak disembah kecuali hanya Aku (Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka bertaqwalah kepadaKu.” (QS. An-Nahl[16]: 2)

Nikmat iman, nikmat tauhid yang menyelamatkan seorang kelak di akhirat dari neraka jahannam yang kekal abadi menuju kenikmatan surga yang abadi pula.

Nikmat ketentraman, nikmat kebahagiaan, betapa nikmat batin yang kita rasakan meskipun kita tidak memiliki harta yang banyak, meskipun kita tidak memiliki kemewahan, terkadang kita tidak memiliki jabatan, tetapi dengan ketaqwaan dan keimanan Allah berikan kebahagiaan kepada orang yang beriman. Nikmat batin.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً

Barangsiapa yang beramal shalih laki-laki ataupun perempuan dan dia dalam kondisi beriman, maka Kami akan anugerahkan kepadanya kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan.” (QS. An-Nahl[16]: 97)

Ini diantara nikmat-nikmat dzahir dan nikmat batin.

Ada nikmat yang kita ingat-ingat tatkala kita berikan kepada kita nikmat. Nikmat-nikmat yang luar biasa. Terkadang kita sujud syukur karena nikmat tersebut. Kita lulus, kita naik pangkat, naik jabatan, naik gaji, kita menikah, Alhamdulillah kita sujud syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita meraih gelar, nikmat-nikmat yang selalu kita ingat-ingat.

Nikmat tatkala kita sakit parah tahu-tahu disembuhkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, ini nikmat yang selalu kita ingat-ingat. Dan ada jenis kalimat yang lain, nikmat yang sering kita lupakan. Saking nikmat itu terus bergulir pada kita, sehingga seakan-akan suatu perkara yang biasa dan kita lupakan.

Diantara nikmat-nikmat tersebut, contohnya kata Allah:

وَفِي أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ ﴿٢١﴾

Dan pada diri kalian tidaklah kalian melihat?” (QS. Adz-Dzariyat[51]: 21)

Lihatlah anggota tubuh kita ini, bagaimana sistem pernapasan? Setiap detik, setiap saat kita bernapas, bukankah ini nikmat? Allah sediakan udara, oksigen untuk kita hirup, Allah detakkan jantung kita sehingga kita masih bisa menghirup udara. Kalau Allah berkehendak, Allah hilangkan oksigen tersebut. Kalau Allah berkehendak Allah hentikan jantung kita, maka selesailah kita.

Nikmat sehari tatkala kita sedang tidur, kita tidak bisa melakukan apa-apa, tetap kita bernapas, jantung kita tetap berdetak, nikmat yang luar biasa.

Nikmat pandangan mata, bagaimana sistem penglihatan yang Allah berikan kepada seorang manusia yang sungguh luar biasa? Tidak ada teknologi secanggih apapun yang bisa meniru ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala:

هَـٰذَا خَلْقُ اللَّـهِ فَأَرُونِي مَاذَا خَلَقَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ

Inilah ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tunjukkan kepadaKu mana ciptaan-ciptaan makhluk-makhluk ciptaan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Luqman[31]: 11)

Nikmat yang sehari-hari kita rasakan, sampai seringnya kita rasakan seakan-akan ini suatu hal yang harus bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga kita terkadang melupakan nikmat tersebut. Pada ini nikmat yang sangat luar biasa.

Diantara bentuk-bentuk nikmat yang Allah berikan kepada kita, nikmat yang kita minta dan nikmat yang tidak kita minta. Banyak nikmat yang kita minta kepada Allah. Kita berdoa pada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam sujud kita, setelah shalat kita mengadahkan tangan minta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tatkala umrah, tatkala haji kita bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dalam shalat malam kita berdoa kepada Allah dan Allah berikan banyak permintaan yang kita minta. Dan disana ada nikmat-nikmat yang Allah berikan meskipun kita tidak minta.

Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan dalam surat Ibrahim:

اللَّـهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهَارَ ﴿٣٢﴾ وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَائِبَيْنِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ﴿٣٣﴾

Allah sebutkan diantara nikmat yang Allah ciptakan, yaitu Allah ciptakan langit dan bumi. Anda tidak pernah minta langit dan bumi. Allah ciptakan udara, Allah ciptakan matahari, Allah ciptakan rembulan, Allah membuat kapal dan perahu bisa berjalan di atas lautan, di atas sungai, ini semua nikmat yang kalian tidak pernah minta tapi Allah sediakan bagi kalian. Matahari dan bulan yang selalu beredar dalam edarannya, itu pun nikmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang kalian tidak pernah minta. Setelah Allah menyebutkan ayat ini, kata Allah:

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ

“Dan Allah memberikan kepada kalian apa yang kalian minta,” dalam sebagian Qiroat dibaca:

وآتاكم من كل ماسألتموه

“Allah berikan kepada kalian segalanya yang kalian tidak minta.”

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّـهِ لَا تُحْصُوهَا

Kalau kamu menghitung nikmat Allah kalian tidak bakalan (mampu) menghitung.”

Banyak nikmat yang kita tidak minta ternyata Allah sediakan. Karenanya tatkala Nabi Musa ‘Alaihis Salam berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Tha-ha waktu dia diutus kepada Firaun, maka dia berdoa:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي ﴿٢٥﴾ وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي ﴿٢٦﴾ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي ﴿٢٧﴾ يَفْقَهُوا قَوْلِي ﴿٢٨﴾ وَاجْعَل لِّي وَزِيرًا مِّنْ أَهْلِي ﴿٢٩﴾ هَارُونَ أَخِي ﴿٣٠﴾ اشْدُدْ بِهِ أَزْرِي ﴿٣١﴾ وَأَشْرِكْهُ فِي أَمْرِي ﴿٣٢﴾ كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيرًا ﴿٣٣﴾ وَنَذْكُرَكَ كَثِيرًا ﴿٣٤﴾ إِنَّكَ كُنتَ بِنَا بَصِيرًا ﴿٣٥﴾ قَالَ قَدْ أُوتِيتَ سُؤْلَكَ يَا مُوسَىٰ ﴿٣٦﴾

Dia berdoa: “Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah aku berucap, memudahkan mereka memahami perkataanku, jadikanlah Harun sebagai pendampingku.. (dan seterusnya)

Allah kabulkan, kata Allah:

قَالَ قَدْ أُوتِيتَ سُؤْلَكَ يَا مُوسَىٰ ﴿٣٦﴾

Sungguh permohonanmu dikabulkan saat itu juga.” (QS. Tha-ha[20]: 36)

Setelah itu Allah ingatkan kepada Nabi Musa tentang nikmat-nikmat yang Allah berikan kepadanya yang dia tidak pernah minta. kata Allah:

وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَيْكَ مَرَّةً أُخْرَىٰ ﴿٣٧﴾

“Sungguh sebelumnya Kami telah berikan engkau kenikmatan wahai Musa yang engkau tidak minta.”

Kapan? Waktu Musa masih kecil.

إِذْ أَوْحَيْنَا إِلَىٰ أُمِّكَ مَا يُوحَىٰ ﴿٣٨﴾ أَنِ اقْذِفِيهِ فِي التَّابُوتِ فَاقْذِفِيهِ فِي الْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِالسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّي وَعَدُوٌّ لَّهُ ۚ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِي ﴿٣٩﴾

Allah sebutkan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada Musa. Waktu dia masih kecil. Ketika dia mau dibunuh oleh Firaun, siapa yang selamatkan Nabi Musa? Siapa yang menyelamatkan Nabi Musa? Siapa yang mewahyukan kepada ibunya agar meletakkan Nabi Musa dalam suatu tempat, dilepaskan di sungai nil. Semuanya Allah, nikmat.

Yang Nabi Musa masih kecil belum bisa minta apa-ap, Allah sudah berikan nikmat kepada Nabi Musa ‘Alaihis Salam.

Dan kita pun demikian. Betapa banyak nikmat yang tidak kita minta Allah berikan lebih daripada yang kita harapkan. Betapa banyak kenikmatan yang kita tidak tahu itu adalah nikmat yang terbaik ternyata Allah berikan kepada kita.

Dan di antara yang terakhir, di antara sekian banyak bentuk nikmat yang Allah berikan kepada kita, nikmat yang Allah datangkan dalam bentuk musibah. Kita menyangka itu musibah, ternyata dibalik musibah tersebut ada hikmah, adanya nikmat yang luar biasa yang Allah berikan kepada kita wa.

وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ

Bisa Jadi kalian membenci sesuatu dan ternyata itu lebih baik bagi kalian.” (QS. Al-Baqarah[2]: 216)

Betapa banyak orang terkena musibah ternyata dibalik musibah tersebut Allah berikan nikmat yang luar biasa.

Contohnya Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam yang terkena musibah dilemparkan oleh saudaranya dalam sumur kemudian dijual sebagai budak, kemudian dituduh berzina dengan seorang wanita, kemudian di penjara, ujungnya apa? Menjadi Menteri Keuangan di negeri Mesir. Musibah, tambah musibah, tambah musibah, tambah musibah, sama dengan kenikmatan.

Oleh karenanya masyiral muslimin yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, hendaknya kita merenungkan nikmat-nikmat Allah agar kita bisa bersyukur dengan baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

اقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب وخطيئه فاستغفروه انه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua – Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Bersyukur: Nikmat Allah Tak Terhingga

الحمد لله على احسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، واشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له تعظيما لشانه، واشهد ان محمدا عبده ورسوله دائره لو انه، اللهم صلي عليه وعلى اله واصحابه واخوانه

NIkmat-nikmat yang kita rasakan mengharuskan kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun bagaimanapun kita bisa berusaha untuk bersyukur, kita tidak bakalan mampu untuk mensyukuri setiap nikmat yang Allah berikan kepada kita.

Kenapa? Karena nikmat yang kita rasakan tidak mampu kita mengumpulkannya. Disuruh menghitung kita tidak bakalan mampu. Nikmat nafas saja kalau kita menghitung tidak bakalan mampu, nikmat detak jantung tidak akan mampu kita menghitungnya. Belum nikmat-nikmat yang lainnya. Nikmat melihat, nikmat pandangan, berapa banyak yang sudah kita lihat? Nikmat pendengaran, sudah berapa banyak yang kita dengar? Nikmat berbicara, sudah berpa banyak yang kita ucapkan? Nikmat tulisan, sudah berapa banyak yang kita tuliskan?

Kita disuruh mensyukuri itu semua? Kita tidak akan mampu. Makanya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّـهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ ﴿٣٤﴾

Kalau kalian menghitung nikmat Allah kalian tidak mampu. Dan sesungguhnya manusia sering berbuat dzalim, sering ingkar kepada nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Ibrahim[14]: 34)

Tetapi kita tetap berusaha semaksimal mungkin. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat sampai kaki beliau bengkak, waktu ditanya oleh ‘Aisyah Radhiyallahu Ta’ala ‘Anha: “Ya Rasulullah, kenapa engkau shalat sampai demikian?” Kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا

“Kenapa aku tidak menjadi hamba yang pandai bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala?”

Kita tidak mampu seperti Nabi. Tetapi Allah berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللَّـهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani diluar kemampuan kita.” (QS. Al-Baqarah[2]: 286)

Lakukanlah yang wajib-wajib yang Allah perintahkan sebagai bentuk kecil rasa syukur kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Allah Maha Pengampun. Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat yang lain:

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّـهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿١٨﴾

Kalau kalian menghitung-hitung nikmat Allah, kalian tidak bakalan mampu. Tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. An-Nahl[16]: 18)

Demikianlah, semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

إِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللهم اغفر للمسلمين والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات انك سميع قريب مجيب الدعوات ياقاضي الحاجات

اللهم ات نفوسنا تقواها وزكها انت خير من زكاها انت وليها ومولاها

اللهم اغفر لنا ما قدمنا، وما اخرنا، وما اسررنا، وما اعلنا، وما اسرفنا، وما انت اعلم به منا، انت المقدم وانت المؤخر لا اله الا انت

اللهم اجعلنا لك شاكرين لك ذاكرين ا

اللهم اجعلنا لك شاكرين لك ذاكرين ا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

واقم الصلاه

Video Khutbah Jumat Singkat Tentang Bersyukur: Nikmat Allah Tak Terhingga

COMMENTS

WORDPRESS: 0
Login/daftar untuk men-copy (GRATIS)
%d blogger menyukai ini: