Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Tiga Hikmah Dibalik Turunnya Hujan

Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Tiga Hikmah Dibalik Turunnya Hujan

Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Tiga Hikmah Dibalik Turunnya Hujan ini disampaikan oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc, MA.

Khutbah Pertama – Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Tiga Hikmah Dibalik Turunnya Hujan

إِنَّ الْحَمْدَ لله.. نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ اِلَيْه، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

و أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَه

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

معاشر المسلمين.. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْـمُتَّقُون

Sesungguhnya diantara tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah menurunkan hujan yang menghujani bumi dan menghujani manusia. Dan ayat-ayat yang berbicara tentang hujan sangat banyak dalam Al-Qur’an. Terkadang Allah menyebutkan hujan sebagai air untuk bersuci:

وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

Dan Kami turunkan dari langit hujan untuk bersuci.” (QS. Al-Furqan[25]: 48)

Kemudian terkadang Allah sebutkan hujan sebagai rezeki. Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

رِّزْقًا لِّلْعِبَادِ

“Sesungguhnya hujan adalah rezeki bagi hamba-hambaNya.”

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً ۖ لَّكُم مِّنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ ﴿١٠﴾ يُنبِتُ لَكُم بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ﴿١١﴾

Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dia yang telah menurunkan hujan untuk menjadi minuman bagi kalian dan juga untuk menumbuhkan tetumbuhan kemudian kalian menggembalakan hewan-hewan kalian di tumbuhan-tumbuhan tersebut. Dan juga untuk menumbuhkan sayur mayur, untuk menumbuhkan kurma, kemudian zaitun dan juga untuk menumbuhkan buah-buahan. Semuanya itu adalah tanda akan kebesaran Allah bagi orang yang mau berpikir.” (QS. An-Nahl[16]: 10-11)

Dan sesungguhnya manfaat dari hujan sangatlah banyak. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh kita sebagai hamba-hambaNya untuk merenungkan tentang hikmah dari diturunkannya hujan. Makanya Allah mengatakan:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS. An-Nahl[16]: 11)

Dalam ayat yang lain kata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya yang demikian itu ada tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Baqarah[2]: 164)

Oleh karenanya jika seseorang ingin mendapat pujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka hendaknya ia merenungkan tentang agungnya Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam satu ciptaanNya, yaitu tentang hujan.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin menyebutkan tiga perkara hikmah dibalik diturunkannya hujan yang Allah menyuruh kita untuk merenungkan tentang tiga perkara ini dari sekian banyak perkara tentang hujan. Yang tiga perkara yang disebutkan dalam surat Al-Hajj. Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

Baca Juga:  1# Penjelasan Kitab Tauhid Aswaja (Ahlus Sunnah wal Jama'ah)

…وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ ﴿٥﴾ ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّـهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّهُ يُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَأَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٦﴾

“Dan kau melihat bumi dalam kondisi kering, tiba-tiba Kami turunkan hujan kepada bumi tersebut. Maka bumi tersebut menghijau. Kemudian tumbuh karena hujan yang Allah turunkan kepada bumi tersebut.”

Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Yang demikian itu agar kalian tahu bahwasanya Allah adalah Al-Haq. Dialah yang satu-satunya disembah.”

Kemudian “Bahwasanya Allah menghidupkan yang mati.”

وَأَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan yang ketiga, “Bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan bahwa hari kiamat akan tiba tanpa ada keraguan padanya, dan sesungguhnya Allah membangkitkan manusia dari kuburnya.”

Dalam ayat-ayat ini Allah menyebutkan tiga fungsi hujan untuk kita renungkan. Diantaranya yang pertama Allah mengatakan:

 وَأَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Bahwasannya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Lihatlah hujan makhluk yang menakjubkan. Bagaimana Allah menciptakan hujan.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّـهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِن جِبَالٍ…

Tidakkah kau lihat bagaimana Allah menggiring awan, kemudian Allah kumpulkan awan-awan tersebut menjadi satu, kemudian Allah menumpuk awan tersebut menjadi bertumpuk-tumpuk, bahkan sebagian awan tinggi seperti gunung. (kalau kita naik pesawat kita bisa lihat bagaimana awan tersebut sangat tebal bahkan sebagian awan sangat tebal seperti gunung) Kemudian Allah turunkan hujan dari awan tersebut sesuai dengan ukuran yang Allah kehendaki pada tempat yang Allah kehendaki.” (QS. An-Nur[24]: 43)

Kemudian Allah turunkan hujan tersebut dengan rasa yang tawar (tidak asin). Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ ﴿٦٨﴾ أَأَنتُمْ أَنزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنزِلُونَ ﴿٦٩﴾ لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ ﴿٧٠﴾

Tidakkah kalian lihat bagaimana tentang air yang kalian minum? Apakah kalian yang menurunkannya dari langit atau Kami yang menurunkannya? Kalau Kami berkehendak, Kami jadikan air hujan tersebut menjadi asin. Kenapa kalian tidak bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala?” (QS. Al-Waqi’ah[56]: 69)

Lihatlah hujan tersebut rasanya tawar. Kalau asin, maka binasalah kita. Kemudian, hujan tersebut turun dalam bentuk butiran-butiran, tidak turun langsung dalam bentuk kumpulan air seperti danau yang turun ke atas muka bumi, (jika demikian) maka akan binasalah manusia.

Semuanya berjalan dengan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan yang bisa melakukan ini hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَأَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Kemudian fungsi kedua yang Allah sebutkan dalam surat Al-Hajj tentang hujan yaitu hujan mengingatkan kita bahwasannya akan ada hari kebangkitan. Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَأَنَّهُ يُحْيِي الْمَوْتَىٰ

Bahwasannya Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dialah yang menghidupkan yang telah mati.”

Baca Juga:  Khutbah Jumat Akhir Ramadhan: Semakin Mendekati Akhir Semakin Bersungguh-Sungguh

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan:

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُّبَارَكًا فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ ﴿٩﴾ وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَّهَا طَلْعٌ نَّضِيدٌ ﴿١٠﴾ رِّزْقًا لِّلْعِبَادِ ۖ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ الْخُرُوجُ ﴿١١﴾

Kami turunkan hujan sebagai rizki bagi hamba-hambaNya,” Kemudian kata Allah Subhanahu wa Ta’ala di akhir ayat:

كَذَٰلِكَ الْخُرُوجُ

Demikianlah Kami keluarkan manusia dari kuburan-kuburan mereka.”

Demikian juga Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴿٥٧﴾

Dialah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengirimkan angin berhembus sebagai kabar gembira akan turunnya hujan. Kemudian Allah turunkan hujan, kemudian Allah tumbuhkan tetumbuhan.” Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala di akhir:

كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ

Demikianlah Kami mengeluarkan mayat-mayat dari kuburan mereka agar kalian ingat, agar kalian sadar,” (QS. Al-A’raf[7]: 57)

Dengan turunnya hujan kita lihat bumi yang tadinya kering tiba-tiba bisa hidup kembali. Hal ini untuk mengingatkan kita bahwasannya kita yang sekarang sedang hidup, suatu saat akan meninggal dunia dan pasti akan dibangkitkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kata Allah:

وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّـهَ يَبْعَثُ مَن فِي الْقُبُورِ ﴿٧﴾

Sesungguhnya hari kiamat pasti terjadi, tidak ada keraguan didalamnya dan bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membangkitkan manusia dari kuburannya untuk dimintai pertanggungjawaban atas apa yang mereka lakukan selama ini.” (QS. Al-Hajj[22]: 7)

Manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar, apa yang mereka ucapkan, apa yang mereka komentari. Semuanya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

اقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب وخطيئه فاستغفروه انه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua – Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Tiga Hikmah Dibalik Turunnya Hujan

الحمد لله على احسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، واشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له تعظيما لشانه، واشهد ان محمدا عبده ورسوله دائره لو انه، اللهم صلي عليه وعلى اله واصحابه واخوانه

Diantara fungsi yang terpenting bagi kita tatkala kita merenungkan tentang turunnya hujan adalah kita sadar bahwasanya:

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّـهَ هُوَ الْحَقُّ

Bahwasanya Allah itu adalah Al-Haq.

Dialah satu-satunya yang berhak untuk disembah. Adapun selain Allah tidak bisa disembah. Yang bisa disembah hanyalah yang bisa mengatur hujan, yang menurunkan hujan, yang menghentikan hujan. Dialah satu-satunya yang bisa melakukan itu seluruhnya. Makanya setelah Allah menyebut tentang hujan, Allah mengatakan:

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّـهَ هُوَ الْحَقُّ

Hal itu karena Allah adalah Al-Haq, satu-satunya yang benar yang berhak disembah.

Dalam ayat yang lain juga Allah sebutkan dalam surat Al-Baqarah. Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَإِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَّا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَـٰنُ الرَّحِيمُ ﴿١٦٣﴾

Baca Juga:  Teks Khutbah Jumat Bahaya Merayakan Malam Tahun Baru

Dan Tuhan kalian adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala, Ilah yang satu, Tuhan yang Esa, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah[2]: 163)

Kemudian Allah sebutkan dalilnya, Allah menyebutkan:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ…

dan seterusnya…

Kata Allah:

وَمَا أَنزَلَ اللَّـهُ مِنَ السَّمَاءِ مِن مَّاءٍ

Dan apa yang Allah turunkan hujan dari langit sebagai bukti bahwasannya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa Yang satu-satunya yang berhak untuk disembah.” (QS. Al-Baqarah[2]: 164)

Kemudian di akhir ayat, kata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Yang demikian itu adalah tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Baqarah[2]: 164)

Oleh karenanya, jika Allah berkehendak Allah bisa menjadikan hujan yang Allah namakan dengan rahmat, Allah bisa menjadikan hujan tersebut sebagai adzab. Sebagaimana Allah jadikan hujan sebagai adzab bagi kaum Nuh. Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

فَفَتَحْنَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ بِمَاءٍ مُّنْهَمِرٍ ﴿١١﴾

Kami bukakan pintu-pintu langit dan Kami turunkan hujan yang sangat keras.” (QS. Al-Qamar[54]: 11)

Untuk apa?

Untuk membinasakan kaum Nuh karena mereka kufur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bahkan kalau Allah berkehendak, Allah tidak turunkan hujan air dari langit, tetapi Allah turunkan hujan batu kepada orang-orang yang bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana Allah turunkan hujan batu kepada kaum Luth. Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًا ۖ فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ ﴿٨٤﴾

Dan Kami turunkan kepada mereka hujan batu, dan sungguh buruk kesudahan orang-orang yang diberi peringatan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Al-A’raf[7]: 84)

Maka tatkala hujan turun dengan begitu derasnya, hendaknya kita ingat bahwa yang berhak disembah adalah yang menurunkan hujan ini. Dan tatkala tidak turun hujan, maka kita minta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana yang dilakukan oleh saudara-saudara kita tatkala di Riau kemarin, di Pekanbaru, tatkala hujan lama tidak turun sementara asap masih mengganggu mereka, maka mereka pun melakukan shalat istisqa, maka setelah itu sorenya pun hujan turun dan tidak berhenti-berhenti. Semua yang menurunkan hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

إِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللهم اغفر للمسلمين والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات انك سميع قريب مجيب الدعوات ياقاضي الحاجات

اللهم ات نفوسنا تقواها وزكها انت خير من زكاها انت وليها ومولاها

اللهم انا نسالك الهدى والسداد، اللهم اني اسالك الهدى والسداد،

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

واقم الصلاه

Video Khutbah Jumat Singkat Tentang Tiga Hikmah Dibalik Turunnya Hujan

COMMENTS

Saudaraku, silahkan login atau daftar terlebih dahulu ya. Barakallahu fiik.
%d blogger menyukai ini: