Bagaimana cara mengukur atau membuktikan bahwa iman dan cinta kita kepada Allah sudah jujur? Rasulullah ﷺ memberikan barometer yang sangat praktis dan emosional bagi hati kita. Jika kamu merasa sangat bahagia dan tenang saat berhasil melakukan ketaatan/kebaikan, namun di sisi lain merasa sangat sedih, sakit, dan menyesal saat terjerumus dalam dosa/keburukan, maka selamat! Itu adalah tanda nyata bahwa iman yang benar telah menetap di dalam hatimu. Kutipan Hadits Nabi ﷺ:
مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ
“Barangsiapa yang merasa gembira karena amal kebaikannya dan merasa sedih karena amal keburukannya, maka dia adalah seorang mukmin (yang sejati).” (HR. Ahmad).


COMMENTS