Arti Ujub Menurut Para Ulama dan Sahabat

Arti Ujub Menurut Para Ulama dan Sahabat

ceramah tentang gowes

Berikut ini adalah ceramah singkat dengan tema “ Arti Ujub Menurut Para Ulama dan Sahabat “ yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary, L

Kultum Singkat Tentang Tata Cara Berdoa yang Sesuai Sunnah
Materi 12 – Bahaya Riya’
Nasihat Untuk Generasi Muda Oleh Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy-Syatsri

Berikut ini adalah ceramah singkat dengan tema “ Arti Ujub Menurut Para Ulama dan Sahabat “ yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary, Lc.

Transkrip Ceramah singkat Arti Ujub Menurut Para Ulama dan Sahabat

Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuhu.

Bismillaah walhamdulillaah Wasshalaatu wassalaamu ‘ala rasuulilaah, wa’ala aalihi wa shahbihi wa man walah.

APA ITU SIFAT UJUB ?

Ahibbati hafidzakumullaah, kaum muslimin yang saya cintai karena Allaah. Semoga Allaah subhanahu wa ta’ala selalu menjaga kita. Hati-hati sifat ‘ujub di dalam Ramadhan, sifat ujub dikatakan oleh para ulama diantaranya disebutkan di dalam kitab lisaanul ‘arab yaitu:

العُجْبُ : الكِبْرُ والزَّهْوُ

 “Ujub secara Bahasa artinya adalah merasa besar, merasa sombong. Ini adalah secara Bahasa.

Adapun sifat ujub di dalam istilah syari’at, disebutkan oleh para ulama rahimahullaahu ta’ala. Saya bacakan salah satu perkataan indah yang mudah dipahami. Disebutkan oleh ulama besar  abad ke 2 hijriyah, Abdullaah bin al Mubarak, ulama islam wafat pada tahun 181 hijriyah.

Imam Adz-Dzahabi rahimahullaah di dalam kitab beliau Siyar A’lamin Nubala menyebutkan bahwa Abdullaah bin Mubarak rahimahullaahu ta’ala ditanya tentang ‘ujub. “ apa itu ‘ujub ? “ yang bertanya adalah Abu Wahab Al Marwazi. lalu Abdullaah bin Mubarak menjawab  :

“ أن ترى أن عندك شيئًا ليس عند غيرك “

Yang artinya : “ engkau melihat, bahwa engkau memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang  lain “.

Itulah ujub, merasa memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain. Bangga dengan yang dimiliki, menganggap orang lain tidak memilikinya. Kemudian beliau memberikan perkataan yang sangat-sangat berbahaya, yaitu tentang ‘ujub maksudnya. Beliau mengatakan :

“ لا أعلم في المصلين شيئًا شرًّا من العجب ”

Yang artinya : “ aku tidak mengetahui ada sesuatu yang lebih buruk di tengah orang-orang yang ahli shalat ( ahli ibadah maksudnya ), kecuali sifat ‘ujub “

 

HATI-HATI DENGAN SIFAT UJUB

Nah sifat ujub ini ahibbati hafidzakumullaahu ta’ala, di dalam Al-Qur’an tercela. Allaah subhanahu wa ta’ala menceritakan dalam surah al kahfi ayat 32-36, tentang dua orang petani. Yang satu mukmin ( beriman ), yang satu kafir. Yang kafir ini, dia mempunyai sifat ‘ujub dengan kebunnya yang banyak menghasilkan buah-buahan, dia mengatakan :

 ” أَنَا۠ أَكْثَرُ مِنكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا “

Yang artinya : “ Hartaku lebih banyak, daripada hartamu, dan pengikut-pengikutku lebih baik

“ وَدَخَلَ جَنَّتَهُۥ وَهُوَ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِۦ قَالَ مَآ أَظُنُّ أَن تَبِيدَ هَٰذِهِۦٓ أَبَدًا “

Yang artinya : “ Dan dia memasuki kebunnya sedang dalam keadaan dia dzalim terhadap dirinya sendiri     ( karena ujub ) ia berkata: “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya

( Qur’an surah al kahfi ayat 34-35 )

Akhirnya Allaah subhanahu wa ta’ala binasakan kebun tersebut, sifat ujub. Kemudian di dalam hadits Rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam, Nabi kita Muhammad shallallaahu ‘alayhi wa sallam mengatakan tentang sifat ujub di dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu, nabi kita Muhammad shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

” بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِى فِى حُلَّةٍ “

Artinya : “ Ketika ada seseorang di antara kita, berjalan dengan memakai baju mewahnya. . .

”  تُعْجِبُهُ نَفْسُهُ “

Artinya : “ . . . Dirinya merasa bangga dengan apa yang dia miliki . . .

” مُرَجِّلٌ جُمَّتَهُ ، إِذْ خَسَفَ اللَّهُ بِهِ ، فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ “

Artinya : “ . . . Dia panjangkan rambutnya, kemudian Allaah ( subhanahu wa ta’ala ) benamkan dirinya ke dalam bumi, ( akibat sifat ujub ) maka dia senantiasa bergerak di dalam bumi tersebut sampai hari kiamat

( Hadits riwayat bukhari dan muslim )

 

PERINGATAN TERHADAP SIFAT UJUB

Pantas memang akhirnya para ulama salaf mengingatkan kita tentang ‘ujub, seperti perkataan Umar bin khattab radhiallaahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh imam abdil barr dalam kitab beliau jami’ al bayan al ‘ilmi wa fadhlihi, beliau mengatakan :

 ” أخوف ما أخاف عليكم أن تهلكوا فيه ثلاث خلال “

Artinya : “ yang paling aku takuti atas kalian adalah kalian dibinasakan oleh tiga sifat “

  ”  شح مطاع “

Artinya : “ sifat bakhil yang ditaati “

 ”  وهوى متبع “

Artinya : “ dan hawa nafsu yang diikuti “

” واعجاب المرء بنفسه “

Artinya : “ dan merasa bangga dengan diri sendiri “

Salah satu sifat ujub yang sangat berbahaya di dalam bulan Ramadhan adalah merasa sudah banyak amal, merasa sudah banyak khatam Qur’an, sudah banyak sedekah, sudah puasa, sudah taraweh, sudah do’a, sudah dzikir, apalagi ?. Padahal ulama-ulama terdahulu, mereka senantiasa kalau sudah beramal, maka mereka akan ada rasa takut di dalam diri mereka.

 

KEHATI-HATIAN PARA  SAHABAT TERHADAP SIFAT UJUB

Sebagaimana perkataan Abdullah bin Abi Mulaikah rahimahullaah, seorang tabi’in :

“أدركت ثلاثين من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم كلهم يخاف النفاق على نفسه ما منهم أحد يقول إنه على إيمان جبريل وميكائيل “

Artinya : “ aku mendapati tiga puluh dari sahabat rasul shallallaahu ‘alayhi wa sallam ( seluruh dari mereka ) khawatir kemunafikan terhadap diri mereka, tidak ada diantara mereka seorang pun yang mengatakan bahwa iman mereka seperti imannya jibril dan mikail.

( yang disebutkan dalam shahih bukhari )

Ini kebiasaan para sahabat radhiallaahu ‘anhu, mereka sangat takut, lihat lagi perkataan Abu Darda radhiallaahu ‘anhu :

” لئن أستيقن أن الله تَقَبَّلَ مني صلاةً واحدةً أَحَبُّ إِلَيَّ من الدنيا وما فيها “

Artinya : “ jika aku yakin bahwa Allaah ( subhanahu wa ta’ala ) menerima dariku satu shalat saja, maka itu semua lebih aku cintai dibandingkan dunia dan seisinya

Kenapa ? karena Allaah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surah al-maidah ayat 27 :

 ” إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ. . . “

Artinya : “. . . sesungguhnya Allah ( subhanahu wa ta’ala ) hanya menerima dari orang-orang yang bertaqwa

Itu perkataan dikatakan di dalam kitab tafsir Imam Ibnu Katsirah rahimahullaahu ta’ala. Begitu juga Ali bin Abi Thalib radhiallaahu ‘anhu beliau mengatakan :

” كونوا لقبول العمل أشدّ اهتماماً منكم بالعمل، ألم تسمعوا الله عزّ وجل يقول : إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ “

Artinya : “ Jadilah kalian orang-orang yang selalu perhatian terhadap diterimanya amal, lebih perhatian dibandingkan dengan beramal itu sendiri. Apakah kalian tidak mendengar Allaah subhanahu wa ta’ala berfirman : sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertaqwa

Itu perkataan disebutkan oleh Imam Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya. Maka ahibbati hafidzakumullaah, yang sudah banyak beramal dalam bulan Ramadhan, puasa, tarawih, baca qur’an, berdzikir, berdo’a, minta kepada Allaah subhanahu wa ta’ala. Agar senantiasa diterima amal ibadahnya, karena kita gak tahu apakah kita diterima amal ibadahnya atau tidak.

 

CARA MENGOBATI SIFAT UJUB

Terakhir saya akan menyebutkan pesan dari As-syaikh  Al-Allamah profesor doktor ‘Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad hafidzahullaahu ta’ala, yang beliau berpesan bagaimana cara mengobati penyakit ujub dalam diri kita. Beliau mengatakan :

( Pertama )

أن يذكِّر نفسه بجوانب التَّقصير الأخرى التي عنده

Hendaknya dia selalu mengingatkan pada dirinya bahwa masih banyak yang kurang di dalam dirinya

Kalau seandainya dia merasa ujub dengan ibadahnya, dengan hafalannya, dengan hal-hal yang ada dalam dirinya, maka dia harus merasa “ masih banyak yang kurang dalam diri saya ” masih banyak yang kurang, terus ingatkan.

( Yang kedua )

أن يذكِّر نفسه بأنَّ هذا الأمر الذي حصل له من فَضْلِ الله عليه ونعمته

Dia harus menancapkan di dalam dirinya bahwa apapun prestasi ibadah yang dia kerjakan dalam ramadhan ini khususnya, itu adalah murni dari Allaah jalla fi ‘ula

Murni karunia Allaah, murni petunjuk Allaah, murni hidayah Allaah.

( Yang ketiga )

أن يذكِّر نفسَهُ بالقُصُور الذي عنده في العمل الذي قام به

Hendaknya dia selalu mengingat bahwa, amalan yang dia kerjakan belum sempurna, amalan yang dia kerjakan belum seperti yang diinginkan oleh Allaah

Akhirnya terus dia memperbaiki amalnya, semoga kita senntiasa dimudahkan oleh Allaah agar dimudahkan beramal, dan agar amalan kita diterima oleh Allaah subhanahu wa ta’ala. Wassalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakatuhu.

Video Hati-Hati Ujub di Dalam Ramadhan (Dan Di Luar Ramadhan)

COMMENTS

Saudaraku, silahkan login atau daftar terlebih dahulu ya. Barakallahu fiik.
%d blogger menyukai ini: