Cara Meraih Ketakwaan

Cara Meraih Ketakwaan

Cara Meraih Ketakwaan – Muhadhoroh Kubro Ke 3 – Bekal Menuju Akhirat

👤 Pemateri : Ustadz Dr. Abdullah Roy, Lc.,M.A
🏡 Tempat : Studio Pandeglang
📆 Hari : Senin 24 Dzulhijjah 1442 H / 2 Agustus 2021
🕰 Jam :
20:00​​​​​ – Selesai

Sebelumnya:

Cara Meraih Ketakwaan

Menit ke-50:02 Sekarang berarti kita harus mengetahui -atau sedikit yang bisa meraba-raba- bagaimana saya bisa meraih ketakwaan, bagaimana saya bisa mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya di dunia ini.

Kalau ternyata ketakwaan adalah pengertiannya demikian, menjalankan perintah menjauhi larangan dengan ikhlas dan sesuai dengan sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka kita katakan bahwasanya jalan meraih ketakwaan adalah diawali dengan menuntut ilmu agama/ilmu syar’i.

Hal ini karena ilmu syar’i yang kita pelajari dan dalami, maka inilah yang kelak akan menuntun kita, akan membawa, membimbing, dan mengarahkan kita untuk mendekati dan meraih keikhlasan. Dan sekaligus akan mengarahkan dan membimbing kita supaya amalan kita sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Intinya adalah pada ilmu agama ini. Antum kalau menghadiri majelis ilmu, diingatkan tentang kebesaran Allah, dinasihati dengan keagungan Allah, diingatkan tentang haram dan bahaya riya’, kewajiban untuk mengikhlaskan agama hanya untuk Allah. Setiap kali hati antum lalai, lemah dan ingin pujian manusia, diingatkan di dalam majelis ilmu, maka lama-kelamaan seseorang akan mengetahui tentang keagungan ikhlas dan betapa hinanya orang yang beribadah bukan karena Allah.

Sebagian salaf dahulu mengatakan dan menceritakan bagaimana dahulu dia menuntut ilmu dan bagaimana dia meraih keikhlasan dengan ilmu tersebut.

طلبنا العلم لغير الله فأبى العلم إلا أن يكون لله

Kami dulu menuntut ilmu bukan karena Allah. Jadi awalnya ketika menuntut ilmu mungkin anda disana keinginan dunia dan seterusnya. Ternyata setelah belajar lebih dalam tentang agama Allah, tentang ilmu tersebut. Ternyata dia tidak ingin kecuali kita harus ikhlas. Dia (ilmu) membimbing dan mengarahkan untuk menghilangkan niat-niat yang buruk tadi dan mengikhlaskan agama ini hanya untuk Allah ‘Azza wa Jalla.

Jika kita ingin ikhlas, maka kita harus menuntut ilmu agama, mempelajari nama dan juga sifat Allah, mempelajari tentang haramnya riya’ dan akibat-akibat jelek dari ketidakikhlasan dan keutamaan ikhlas. Dan bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui segala sesuatu yang ada di dalam dada kita. Meskipun manusia tidak melihatnya, tapi Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati manusia berupa niat.

Semakin dia mendalami tentang sifat-sifat Allah dan bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui segala sesuatu, maka semakin dia akan tumbuh didalam hatinya keikhlasan itu.

Kemudian tidak samar lagi kita semuanya bahwa orang yang semakin banyak menuntut ilmu, maka semakin banyak sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang dia ketahui. Yang sebelumnya mungkin dia tahunya bahwa yang namanya shalat mengangkat tangan, tapi secara terperinci mengangkat tangan yang benar (sesuai dengan sunnah Nabi) itu bagaimana? Dia tidak tahu, yang penting Ana melihat orang lain mengangkat tangan pas shalat, saya ikut-ikutan. Kadang seperti ini, kadang seperti ini. Tapi ketika dia menuntut ilmu agama, dia tahu bahwasanya ternyata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengangkat tangannya sejajar dengan telinga atau sejajar dengan bahunya.

Besok belajar lagi, misalnya tata cara wudhu seperti ini. Bagaimana dia bisa mengetahui, yaitu karena dia menuntut ilmu. Dia mewujudkan ucapan dari Thalq bin Habib tadi:

عَلَى نُورٍ مِنَ اللهِ

“Diatas cahaya dan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Video Muhadhoroh Kubro Ke 3 – Bekal Menuju Akhirat

Sumber video: HSI TV

Komentar

WORDPRESS: 0
DISQUS: