Khutbah Jumat Tentang Keutamaan Amalan Hati

Khutbah Jumat Tentang Keutamaan Amalan Hati

pandai mendengar

Selayaknya setiap muslim untuk memperhatikan kehidupan hatinya. Karena sesungguhnya keselamatan ia di akhirat tergantung kepada keselamatan hatinya.

Materi 25 – Riya’ Terselubung 1
Mempelajari Amalan Hati – Part 4
Muqaddimah 1 Silsilah Amalan Dan Penyakit Hati

Khutbah Jumat Tentang Keutamaan Amalan Hati ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor.

Khutbah Pertama – Khutbah Jumat Tentang Keutamaan Amalan Hati

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وقال تعالى، يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّـهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّـهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Ummatal Islam,

Senantiasa kita memuji Allah atas limpahan karunia yang Allah berikan kepada kita. Dan khatib mewasiatkan dirinya untuk bertakwa kepada Allah dan demikian pula kepada jamaah sekalian. Karena sesungguhnya takwa adalah sebaik-baiknya perbekalan menuju kehidupan akhirat.

Ketahuilah Ya Ummatal Islam, sesungguhnya hati manusia tak akan pernah bisa hidup dan tak akan pernah dia bisa tentram kecuali dengan mengenal penciptanya, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka hati yang senantiasa mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka itu menjadi hati yang benar-benar ditumbuhi dengan berbagai macam tanaman iman; hati yang ditumbuhi dengan rasa takut kepada Allah, hati yang ditumbuhi oleh rasa cinta kepada Allah, rasa berharap kepada Allah, bertawakal kepada Allah, itulah hati yang hidup. Dan kehidupan hati -Ya Akhal Islam- tentu lebih agung daripada kehidupan badan.

Makanya Ya Akhal Islam, selayaknya setiap muslim untuk memperhatikan kehidupan hatinya. Karena sesungguhnya keselamatan ia di akhirat tergantung kepada keselamatan hatinya. Allah berfirman:

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ﴿٨٨﴾ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّـهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ ﴿٨٩﴾

Pada hari tidak akan bermanfaat harta dan anak-anak. Kecuali orang yang datang kepada Allah dengan membawa hati yang selamat.” (QS. Asy-Syu’ara'[26]: 88-89)

Ternyata keselamatan hati itu menyebabkan kita selamat di akhirat kita Ya Akhal Islam. Maka Ya Akhal Islam, seorang mukmin berusaha untuk terus memperbaiki hatinya, berusaha terus untuk intropeksi terhadap dirinya dan hatinya melebihi seorang mukmin memikirkan badannya dan kesehatan badannya.

Ummatal Islam a’azzakumullah wa iyyakum,

Banyak di antara kita yang begitu semangat untuk memperbaiki amalan badan kita, namun terkadang kita lalai dari mengingat tentang amalan hati kita. Mungkin kita banyak berpuasa, mungkin kita banyak shalat malam, mungkin kita banyak melakukan amalan-amalan, tapi ternyata hati kita masih ada padanya kesombongan, ternyata hati kita masih ada padanya ‘ujub, merasa bangga dengan amalan, ternyata di hati kita masih ada kedengkian, ternyata di hati kita masih ada su’udzan, demikian pula semua penyakit-penyakit itu ternyata masih bertengger di hati kita Ya Ummatal Islam. Sehingga akhirnya ternyata amalan itu tidak membersihkan hati kita.

Adalah Salafush Shalih lebih memperhatikan kesehatan hatinya dibandingkan dengan kesehatan badannya, lebih memperhatikan amalan hati dibandingkan dengan amalan badan. Walaupun amalan badan memang besar, akan tetapi amalan hati lebih besar dari itu.

Tawakal kepada Allah adalah amalan hati, cinta kepada Allah adalah amalan hati, takut kepada Allah, berharap kepada Allah adalah amalan hati. Dari amalan hati ini akan muncul amalan badan. Tak mungkin seseorang kuat untuk menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah kecuali ketika hatinya telah ada rasa takut kepada Allah, ketika hatinya telah ada rasa cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka Ya Akhal Islam, berusaha bagaimana menumbuhkan rasa cinta kita kepada Allah, rasa takut kepada Allah, tawakal kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antaranya dengan banyak berzikir kepada Allah, di antaranya dengan banyak mengingat Allah, di antaranya dengan banyak mengenal Allah, siapakah Rabb kita? Karena itu adalah kebahagiaan yang sesungguhnya Ya Ummatal Islam.

Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mencela orang-orang yang hatinya keras dari berdzikir kepada Allah. Allah berfirman:

فَوَيْلٌ لِّلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ اللَّـهِ

Celaka orang-orang yang keras hatinya dari mengingat Allah.”

أُولَـٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ ﴿٢٢﴾

Mereka itu berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar[39]: 22)

Allah mengancam dalam ayat ini orang-orang yang hatinya keras dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah mengatakan: “Neraka wail, celaka untuk dia.

Berarti jarangnya berdzikir menunjukkan kerasnya hati Ya Akhal Islam.

Maka dari itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala berusaha bagaimana hamba-hambaNya banyak berdzikir kepada Allah. Maka Allah mensyariatkan shalat lima waktu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun mensyariatkan dzikir-dzikir semenjak kita bangun dari tidur sampai kemudian kita tidur. Rasulullah mengajarkan kepada kita dzikir-dzikirnya, demikian pula shalatnya. Rasulullah pun menganjurkan kita untuk baca Al-Qur’an, Rasulullah menganjurkan kita untuk memperbanyak mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Ilaaha Illallah, Allahu akbar. Allah berfirman:

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّـهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ﴿٤١﴾ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا ﴿٤٢﴾

Wahai orang-orang yang beriman, banyaklah berdzikir kepada Allah dengan dzikir yang banyak.” (QS. Al-Ahzab[33]: 41)

Maka Ya Akhal Islam, mengapa Allah memerintahkan kita untuk banyak berdzikir kepada Allah? Karena itulah kehidupan hati kita. Tak mungkin hati kita hidup tanpa banyak berzikir kepada Allah.

Oleh karena itulah Allah mensifati orang-orang munafiqin, mereka itu orang-orang yang jarang berdzikir kepada Allah. Allah berfirman:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّـهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّـهَ إِلَّا قَلِيلًا ﴿١٤٢﴾

Sesungguhnya orang-orang munafik itu -kata Allah- mereka menipu Allah dan Allah akan menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malasnya, itu pun riya’ karena ingin dipuji manusia.

Kemudian Allah mengatakan:

وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّـهَ إِلَّا قَلِيلً

Dan mereka tidak berdzikir kepada Allah kecuali sedikit saja.” (QS. An-Nisa'[4]: 142)

Disaat hati kita jarang berdzikir, disitulah penyakit kemunafikan akan bertengger di hati kita Ya Ummatal Islam. Maka belumkah saatnya kita untuk banyak berzikir kepada Allah? Belumkah saatnya hati kita untuk takut dengan dzikir kepada Allah? Allah berfirman:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّـهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ ﴿١٦﴾

Belumkah saatnya untuk orang-orang yang beriman agar hati mereka khusyuk dengan dzikir kepada Allah? Janganlah mereka seperti orang-orang ahli kitab sebelum mereka, masa berlalu panjang kepada mereka ternyata panjangnya masa berlalu panjang kepada mereka, ternyata panjangnya masa membuat hati mereka kerasa. Dan kebanyakan mereka menjadi orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hadid[57]: 16)

Ummatal Islam,

Betapa butuhnya hati kita kepada dzikir kepada Allah. Bahkan ulama Salaf terdahulu berkata: “Hati tanpa dzikir bagaikan ikan tanpa air,” sebagaimana ikan akan mati tanpa air, demikian pula hati akan mati tanpa berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka Ya Akhal Islam, adakah kebahagiaan dari seorang hamba ketika seorang hamba banyak berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala? Demi Allah, maka celaka orang yang banyak mengingat manusia tapi jarang mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia sering mengingat kesalahan-kesalahan orang, mengingat Si Fulan, tapi ia jarang berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Padahal kata para ulama:

ذِكْرُ النَّاسِ دَاءٌ، وَذِكْرُ اللهِ دَوَاءٌ

“Mengingat manusia itu adalah penyakit hati, sedangkan mengingat Allah adalah obat untuk hati.”

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

Khutbah kedua – Khutbah Jumat Tentang Keutamaan Amalan Hati

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ

Ummatal Islam,

Oleh karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menganggap bahwa harta paling berharga yang dimiliki oleh seorang hamba adalah tiga perkara. Yang pertama:

وَلِسَانًا ذَاكِرًا

“Lisan yang selalu berdzikir kepada Allah.”

Yang kedua:

قَلْبًا شَاكِرًا

“Hati yang selalu bersyukur atas nikmat-nikmat Allah.”

Dan yang ketiga:

زَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِينُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الآخِرَةِ

“istri yang shalihah yang membantu kalian untuk meraih akhirat.” (HR. Tirmidzi)

Itu adalah sebaik-baiknya perhiasan, sebaik-baiknya harta yang dimiliki oleh seorang hamba.

Maka Ya Akhal Islam, lisan yang tidak banyak berzikir kepada Allah, pasti banyak berghibah, pasti banyak berbuat maksiat, pasti banyak mengucapkan kata-kata yang tidak diridhai oleh Allah, pasti banyak mengucapkan kata-kata yang tidak ada manfaatnya. Maka lisan-lisan seperti itu Ya Akhi, akan banyak berbuat dosa akibat daripada lisan tak pernah berusaha untuk menghiasi hidupnya, hari-harinya, waktu-waktunya untuk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka banyaklah berdzikir kepada Allah, karena sesungguhnya itu adalah kehidupan hati kita.

إِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

اللهم أعز الإسلام والمسلمين، اللهم انصر المسلمين في كل مكان يا رب العالمين

اللهم تب علينا إنك أنت التواب الرحيم

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عباد الله:

إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر.

Download mp3 Khutbah Jumat Tentang Keutamaan Amalan Hati

Sumber audio: radiorodja.com

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download khutbah Jum’at ini, kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda.

Komentar

WORDPRESS: 0