Kultum Ramadhan Singkat: Menyambut 10 Malam Terakhir

Kultum Ramadhan Singkat: Menyambut 10 Malam Terakhir

Print Friendly, PDF & Email

Berikut pembahasan Kultum Ramadhan Singkat: Menyambut 10 Malam Terakhir yang disampaikan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry Hafidzahullahu Ta’ala.

Silahkan daftar atau login(GRATIS) terlebih dahulu untuk men-copy.. Barakallahu fiikum..

Transkrip Kultum Ramadhan Singkat: Menyambut 10 Malam Terakhir

Saudaraku yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tanpa terasa kita sudah ada di gerbang hari-hari terakhir di bulan suci Ramadhan. Tanpa terasa kita sudah berada di depan pintu masuk hari-hari terbaik di bulan suci Ramadhan, 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan. Jarak antar kita dengan 10 hari tersebut hanya selisih beberapa jam saja. Ini adalah grand finalnya Ramadhan, ini puncak-puncaknya Ramadhan.

Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits Bukhari:

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

“Sesungguhnya amal ibadah tersebut tergantung detik-detik terakhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)

Amal ibadah itu tergantung bagaimana kita menutup kehidupan atau yang lebih spesifik bagaimana kita menuntaskannya di dalam kehidupan kita. Seseorang yang semangat beribadah di hari pertama, hari kedua, hari ketiga, hari keempat, lalu tersungkur dihari ke 21, hari ke-28, hari ke-29, maka dikhawatirkan dia tidak mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala di bulan suci Ramadhan. Ini adalah hari-hari terbaik, ini adalah hari-hari yang dimuliakan para Sahabat, para Tabi’in, para ulama, para wali-wali Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Abu ‘Utsmaan An-Nahdiy Rahimahullah berkata;

كَانُوا يُعَظِّمُوْنَ ثَلاَثَ عَشَرَاتٍ الْعَشْرِ الأَخِيْرِ مِنْ رَمَضَانَ وَالْعَشْرِ الأَوَّلِ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ وَالْعَشْرِ الأَوَّلِ مِنْ مُحَرَّم

“Mereka (para Sahabat, para Tabi’in, para ulama-ulama kita terdahulu) mengagungkan tiga puluhan hari, sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, 10 hari awal bulan Dzulhijjah, dan 10 hari awal bulan Muharrom” (Lathooif al-Ma’aarif hal 36)

Para Sahabat, para Tabi’in, para ulama-ulama kita terdahulu itu memuliakan tiga fase yang sefase berisi 10 hari, dan yang pertama adalah 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan.

Saudaraku yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Oleh karena itu, ada beberapa tips agar kita bisa sukses di 10 hari ini, ada beberapa kiat yang dijelaskan oleh para ulama agar kita benar-benar bisa memaksimalkan hari-hari terakhir kita dengan Ramadhan.

Perbanyak Istighfar

Yang pertama saudaraku yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, di hari-hari ini atau di jam-jam ini, sebelum kita memasuki 10 hari terakhir perbanyaklah istighfar, perbanyak istighfar. Saya yakin anda sudah mengiringi setiap hari di Ramadhan dengan memperbanyak istighfar. Di detik-detik ini, di waktu-waktu ini, tambah lagi, minta ampun dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, minta agar Allah Subhana Allah menggugurkan dosa-dosa kita. Kenapa demikian?? Karena yang membuat kita terjatuh di 10 hari terakhir, yang membuat kita gagal, yang membuat kita malas baca Al-Qur’an di hari-hari terakhir, yang membuat kita tidak semangat dalam melakukan tarawih atau Qiyamul Lail, salah satunya adalah dosa, salah satunya adalah dosa.

Ngaji:
Cara Menghilangkan Rasa Malas Ibadah: Paksa Hatimu Beramal

Allah berfirman dalam surat Asy-Syura’ ayat 40:

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا

dan hukuman dari keburukan keburukan yang semisalnya” (QS. Asy-Syura'[42]: 40)

Sudaraku yang dirahmati oleh Allah,

Taukah jika kita bermaksiat, jika kita melakukan dosa di 20 hari pertama di bulan Ramadhan, maka itu akan mempengaruhi semangat ibadah kita di hari-hari terakhir. Salah satu penyebab kita ghibah di hari-hari terakhir adalah ghibah di 20 hari sebelumnya. Salah satu yang membuat kita malas shalat di hari-hari terakhir adalah karena kita malas shalat di 20 hari sebelumnya.

Oleh karena itu putus mata rantai keburukan tersebut. Putus dengan apa? Putus dengan istighfar dan taubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. karena kita tahu bersama yang membuat kita berat untuk melangkah, yang membuat kita berat untuk membaca Al-Qur’an, yang membuat kita ngantuk ketika shalat lail atau shalat tarawih, lagi-lagi adalah dosa. Maka dosa tersebut akan menghambat kinerja kita. Dosa itu ibarat beban yang ada di pundak-pundak kita, maka singkirkan beban dosa tersebut dari pundak kita. Perbanyak istighfar dan bertobat kepada Allah. Maka rasakan sendiri bagaimana kita akan lebih nyaman dalam beribadah, kita akan lebih ringan dalam membaca Al-Qur’an atau Qiyamul Lail dan Berdzikir di 10 hari terakhir ini, karena Allah menghapuskan dosa-dosa kita.

Bertawakal kepada Allah

Kiat yang kedua, saudaraku yang dirahmati oleh Allah, bertawakal kepada Allah

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّـهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah maka Allah akan cukupkan (Allah akan wujudkan keinginan kita)” (QS. Ath-Thalaq[65]: 3)

Ketika kita memasuki 10 hari terakhir ini, dengan mengharapkan pertolongan dari Allah, dengan bersandar pada kekuatan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kita menginginkan mendapatkan khusnul khotimah, mendapatkan Lailatul Qadar, maka Allah akan wujudkan hal tersebut.

Ngaji:
Kultum Singkat Tentang Waktu di Bulan Ramadhan: Waktu Anda Terbatas

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّـهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barangsiapa yang bertawakal bersandar meminta pertolongan kepada Allah maka Allah akan mewujudkan keinginannya”

Saudaraku yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, di detik-detik terakhir menjelang 10 hari terakhir, di dalam shalat kita hendaknya kita sisipkan sebelum kita salam membaca:

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah tolonglah aku sehingga aku bisa berdzikir kepadaMu, aku bisa bersyukur kepadaMu dan aku bisa memperbaiki ibadah-ibadahku” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Khususnya di 10 hari terakhir, kita ingin ibadah-ibadah kita di 10 hari terakhir adalah klimaks dari ibadah kita di 20 hari sebelumnya. Maka minta pertolongan kepada Allah.

وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Agar aku memperbaiki amal ibadahku.”

Saudaraku yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, salah satu syiar kita memasuki 10 hari terakhir adalah:

لا حول ولا قوة إلا بالله

Tidak ada daya dan kekuatan, kita nggak akan bisa shalat, kita nggak akan bisa istiqomah sampai hari terakhir, kita nggak akan bisa mudah membaca Al-Qur’an, kita nggak punya kekuatan untuk itikaf, kekuatan untuk berdzikir, illa billah. Kecuali dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kecuali dengan hidayah dan taufiq dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jangan sampai kita memasuki 10 hari terakhir hanya berbekal pengalaman kita, hanya berbekal ilmu kita, hanya berbekal kepedean kita, jangan sampai kita meremehkan ketawakalan, karena kita lemah.

وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا

Allah ciptakan manusia dalam kondisi lemah” (QS. An-Nisa'[4]: 28)

Dan yang lemah tidak akan mampu bertahan di 10 hari terakhir kecuali dengan pertolongan Al-Qowii, Al-Matin, Al-Jabbar, Ar-Rahman, Ar-Rahim.

Husnudzon kepada Allah

Kiat yang ketiga saudaraku yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, marilah kita memasuki 10 hari terakhir dengan husnudzon (berbaik sangka) kepada Allah. Bahwa Allah akan memberikan taufiq kepada kita jika kita meminta, Allah akan membuat kita mendapatkan Lailatul Qadar dan sukses menutup Ramadhan tahun ini dengan khusnul khotimah jika kita benar-benar berusaha dan berdo’a, husnudzan kepada Allah.

Allah berfirman dalam hadits yang dikeluarkan oleh Al-Imam Thabrani:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي

“Aku tergantung prasangka hambaKu terhadapKu (Aku tergantung keyakinan hambaKu terhadapKu)”

إِنْ خَيْرًا فَخَيْرٌ ، وَإِنْ شَرًّا فَشَرٌّ

“Kalau prasangka itu baik maka hasilnya akan baik, tapi kalau prasangka itu buruk maka hasilnya pun akan buruk” (HR. Thabrani)

Ngaji:
Ceramah Tentang Puasa - Persiapan Menyambut Ramadhan

Maka berbaik sangkalah kepada Allah, jika kita masuk di 10 hari terakhir dengan beristighfar, maka Allah tidak akan membuat kita lemah ketika beribadah. Ketika kita masuki 10 hari terakhir dengan bertawakal, Allah akan memudahkan kita. Apabila kita semangat, maka Allah akan berikan kemudahan.

Dan bagi kita yang merasa banyak dosa di 20 hari sebelumnya, bagi kita yang merasa tidak maksimal di 20 hari yang sebelumnya, bagi kita yang merasa banyak lalai di 20 hari sebelumnya, husnudzan kepada Allah, berbaik sangka kepada Allah. Kalau kita bertekad untuk memperbaiki, kita beristighfar dan kita bangkit, maka Allah akan memberikan kesempatan untuk menutup Ramadhan ini dengan Khusnul Khotimah. Kesempatan itu masih terbuka, pintu itu belum tertutup, masih ada 10 hari lagi.

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي

“Aku tergantung prasangka hambaKu terhadapKu”

Jangan down, jangan kalah sebelum berperang, jangan menyerah sebelum peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiupkan. Kita meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, masih ada kesempatan untuk bangkit, masih ada kesempatan untuk berubah, masih ada kesempatan untuk mendapatkan Lailatul Qadar yang lebih baik daripada 1000 bulan. Husnudzan kepada Allah, jangan down! Jangan merasa kayaknya saya sudah nggak mungkin lagi mendapatkan Lailatul Qadar. Padahal 10 hari terakhir belum menyapa kehidupan kita. Husnudzan kepada Allahu Jalla wa Ala.

Saudaraku yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Kita akan memasuki puncak-puncaknya Ramadhan, kita akan memasuki klimaksnya Ramadhan, kita akan memasuki partai finalnya Ramadhan, keluarkan seluruh potensi kita, keluarkan seluruh tenaga kita, keluarkan seluruh kemampuan kita, waktu-waktu kita, raihlah Lailatul Qadar yang lebih baik daripada 1000 bulan, raihlah khusnul khotimah di bulan suci Ramadhan. Ingat kesalahan, kekurangan, kehilafan, kemaksiatan yang kita lakukan selama 20 hari ini, masih bisa berakhir manis, karena Nabi bersabda:

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

“Sesungguhnya amal ibadah tersebut tergantung hasil akhirnya” (HR. Bukhari)

Begitu juga dengan amal ibadah kita di bulan suci Ramadhan. Dan yang terakhir, ini adalah partai final. Dan kekalahan yang paling menyakitkan adalah kekalahan di partai final.

Video Kultum Ramadhan Singkat: Menyambut 10 Malam Terakhir

Catatan Kultum Ramadhan Singkat: Menyambut 10 Malam Terakhir

Materi ceramah singkat ini diambil dari video rekaman Yufid TV dengan judul asli Ceramah Singkat: Menyambut 10 Malam Terakhir – Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc.

Diperiksa dan diterbitkan oleh: Dedi Purnomo Abu Zaid

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." (HR. Muslim no. 1893)

Jika ada kesalahan dalam transkrip silahkan menghubungi admin melalui WhatsApp085215169179

Terkait

One Comment

Tinggalkan Balasan

Login/daftar untuk men-copy (GRATIS)