Kultum Singkat Jangan Melakukan Tiga Hal Ini Agar Tidak Dihisab

Kultum Singkat Jangan Melakukan Tiga Hal Ini Agar Tidak Dihisab

pandai mendengar

Berikut Pembahasan Kultum Singkat "Jangan Melakukan Tiga Hal Ini Agar Tidak Dihisab" yang disamapaikan oleh Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. Hafidzahulla

Materi 8 – Faedah Ikhlas ke-5
Materi 11 – Faedah Ikhlas 10
Materi 15 – Jihad Melawan Riya’

Berikut Pembahasan Kultum Singkat “Jangan Melakukan Tiga Hal Ini Agar Tidak Dihisab” yang disamapaikan oleh Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. Hafidzahullah.

Kultum Singkat Tentang Jangan Melakukan Tiga Hal Ini Agar Tidak Dihisab

Bismillah..

Sifat yang pertama :
Tidak meminta orang lain untuk meruqyah adalah termasuk kesempurnaan iman.

Meminta orang lain untuk meruqyah pada asalnya boleh. Tidak masalah seseorang meminta saudaranya untuk Meruqiyah dirinya yang sakit kemudian dibacakan surat al-fatihah. Dan bukan perkara yang diharamkan, tetapi orang ini karena tingginya keimanan yang ada di dalam hatinya dia tidak mau meminta kepada orang lain dan hanya menyerahkan permintaan Nya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Sesuatu yang sebenarnya boleh dia jalankan tapi dia tinggalkan untuk kesempurnaan iman dan dia sangat percaya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Sifat yang kedua :
Mereka tidak meminta orang lain untuk mengobati dirinya dengan besi panas.

Dia tinggalkan amalan ini untuk tidak meminta orang lain mengobatinya dengan besi panas karena kesempurnaan iman yang ada di dalam hatinya. Tingginya tawakal yang ada di dalam hatinya sehingga sesuatu yang sebenarnya boleh, dia tinggalkan dan bertawakal kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Sifat yang ketiga :
Mereka tidak menganggap merasa sial karena melihat sesuatu atau mendengar sesuatu.

Orang Arab dahulu apabila mereka ketika memutuskan sesuatu dengan meramal, mereka melepas burung. Apabila burung yang terbang ke kanan maka mereka menganggap ini sebuah keberuntungan.

Kemudian apabila burung yang terbang ke kiri mereka mengatakan berarti ini membawa kesialan. Maka dia tidak jadi melakukan rencananya karena menganggap akan tertimpa sial.

Dizaman sekarang dengan melihat makhluk misalnya dia membuka pintu rumah di pagi hari kemudian melihat orang berkelahi dia menganggap bahwa hari ini adalah hari yang sial maka ini juga dinamakan dengan thiyaroh.

Ada yang sedang berjalan kemudian ada kucing lewat. Orang bilang kalau kucing lewat berarti demikian dan demikian, maka ini juga dinamakan dengan menganggap sesuatu atau menganggap sial karena melihat sesuatu. Dan cerita seperti ini banyak di daerah kita dan daerah lain. Ada juga cerita kalau lewat di daerah sana kemungkinan ada ular lewat dan seterusnya, dan semuanya sama hukumnya itu dinamakan dengan thiyaroh.

Seorang muslim tidak boleh menyakini yang demikian, harus yakin bahwasanya tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Allah dan tidak ada yang mengusir dan juga menolak kejelekan kecuali Allah ‘Azza wa Jalla.

Allah tidak menjadikan melihat kucing atau melihat ular atau yang semisalnya adalah sesuatu yang bisa mendatangkan manfaat bagi hidupnya. Sebaliknya seseorang dari mana dia meyakini bahwasanya kalau melihat ini berarti dia sial. Dari mana dia meyakini kalau burung yang terbang ke kiri berarti dia sial. Allah menciptakan burung dan yang membedakan mereka adalah Allah ‘Azza wa Jalla Allah tidak pernah mengabarkan demikian. Bagaimana seseorang bersaksi dan membuat keyakinan sendiri bahwasanya kalau demikian berarti begini, kalau demikian berarti begitu. Didalam agama Islam itu adalah perkara yang diharamkan.

Bagaimanapun caranya itu harus dihilangkan mengingat bahwasanya tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Allah dan tidak ada yang menolak keburukan dan bencana kecuali Allah ‘Azza wa Jalla dan tentunya ini perlu perjuangan.

Dan selama ini mungkin ada diantara kita yang sudah terbiasa untuk menghilangkannya, diantaranya :

Yang pertama, adalah bertawakal kepada Allah.
Yang kedua adalah kita berusaha untuk melawan perasaan- perasaan tersebut.

Jika ada di dalam hati kita perasaan tersebut yang kita melihat sesuatu kemudian terbayang-bayang terus. Kita Lawan, Dan kita tetap melaksanakan shalat, kita tetap jual beli, tetap melakukan yang kita inginkan. Jangan sampai kita mundur dan tidak jadi gara-gara dia mendengar sesuatu. Harus kita lawan.

Seandainya terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan maka ketahuilah itu adalah dengan taqdir Allah Subhanahu wa Ta’ala bukan karena perasaan-perasaan tadi, itu semua adalah taqdir Allah dan memang demikian.

Wallahu Ta’ala A’lam Bish-Shawab

Video Tentang Jangan Melakukan Tiga Hal Ini Agar Tidak Dihisab

Video: HSI TV – Jangan Melakukan Tiga Hal Ini Agar Tidak Dihisab – Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Komentar

WORDPRESS: 0