Kultum Singkat Ramadhan: Do’a Akhir Ramadhan

Kultum Singkat Ramadhan: Do’a Akhir Ramadhan

iklan erto's

Berikut pembahasan Kultum Singkat Ramadhan: Do’a Akhir Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Romelan Hafidzahullahu Ta’ala.

Transkrip Materi Kultum Singkat Ramadhan: Do’a Akhir Ramadhan

Pertanyaan:

Ustadz, adakah do’a khusus yang untuk dipanjatkan ketika bulan Ramadhan?

Jawaban:

Terkait dengan do’a di bulan Ramadhan terlebih khusus adalah di akhir-akhir dari Ramadhan ataupun setelah Ramadhan, apakah ada do’a khusus yang dipanjatkan Rasulullah beserta dengan para Sahabatnya?

Saudara-saudara yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sesungguhnya Islam mengajarkan pada kita semuanya untuk banyak berdo’a. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Do’a adalah bagian daripada ibadah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan selainnya, dishahihkan Al-Albani)

Tentunya ibadah disifati oleh para ulama adalah tauqifiyah. Yaitu sesuatu yang harus benar-benar merujuk kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan karena itu disebut dengan ibadah, maka tidak boleh seorang beribadah tanpa contoh dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam atau tanpa mutaba’ah kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau memperingatkan kepada kita:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ.

“Barangsiapa yang mengada-adakan perkara yang baru di dalam agama kita, maka sungguh itu tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca: Hadits Arbain Ke 5 – Hadits Tentang Bid’ah

Saudara-saudara yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, ada banyak kita dapatkan do’a-do’a dimana dikhususkan di bulan Ramadhan. Ada do’a di hari yang pertama, do’a dihari yang kedua ini, do’a hari ketiga, dan terus sampai dengan hari ke 30. Maka para ulama ketika ditanya tentang do’a-do’a yang yang dikhususkan pada hari-hari tertentu, maka mereka menjawab bahwa itu tidak ada contohnya dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Sama halnya dengan do’a-do’a khusus ketika sedang tawaf, ketika tawaf yang pertama do’anya ini, yang kedua do’anya ini dan seterusnya sampai dengan tawaf yang ketujuh. Maka yang seperti itu tidak ada contohnya dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan kewajiban kita untuk meninggalkan yang seperti itu.

Pada hakikatnya do’a adalah pintu yang sangat luas. Dimana seseorang boleh berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan apa yang dia inginkan untuk meminta dan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak dibatasi.

Apabila seseorang berdo’a dengan apa yang ada di dalam Al-Qur’an, itu lebih utama, berdo’a dari apa yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, itu lebih utama. Atau seorang berdo’a dengan apa yang dia inginkan, dengan bahasa Arab, dengan bahasa Indonesia atau dengan bahasanya masing-masing, itu diperbolehkan selama dalam do’a tersebut tidak melampaui batas dan juga tidak takalluf (memberatkan diri) dengan bentuk-bentu syair atau sajak yang kemudian justru itu akan menjauhkan dari makna do’a tersebut. Maka yang seperti itu juga tidak diperbolehkan.

Oleh karenanya do’a secara umum silakan masing-masing berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Adab-Adab Berdo’a

Para ulama menjelaskan tentang adab-adab berdo’a, dimana seseorang mulai berdo’a dengan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kemudian seorang yang berdo’a hendaknya bertaubat kepada Allah, mengikhlaskan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berdo’a dengan sungguh-sungguh, berdo’a dengan merengek-rengek kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, meminta dengan sungguh-sungguh, menghadirkan hati ketika berdo’a.

Di antara adab yang lain seorang berdo’a boleh mengulang tiga kali di setiap do’anya, berdo’a pada waktu-waktu yang mustajab, waktu-waktu yang dikabulkan lebih dari yang lain sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits yang menjelaskan tentang itu.

Do’a sebagaimana kita tahu dalam bulan Ramadhan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak mengajarkan do’a khusus. Tetapi memang ada atsar dari Sahabat ketika mereka berdo’a meminta agar Ramadhan mereka diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala:

Diantara doa sebagian Sahabat ketika datang Ramadhan,

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Seperti apa yang saya sampaikan di awal tadi saudara-saudara yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwa do’a pintunya luas. Silakan masing-masing berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bersungguh-sungguh dalam meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mudah-mudahan Ramadhan yang sedang di jalani ini diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk banyak dimakmurkan dengan amal ibadah, dengan berbagai macam kebaikan. Sehingga benar-benar keluar dari Ramadhan mendapatkan pahala yang besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan diselamatkan dari dari api neraka.

Video Materi Kultum Singkat Ramadhan: Do’a Akhir Ramadhan

Diambil dari Yufid TV dengan judul asli Doa Ramadhan – Ustadz Muhammad Romelan.

Komentar

WORDPRESS: 0
DISQUS: