Materi 43 – Rahasia Doa Nabi yang Mengandung Makna Tawakal

Materi 43 – Rahasia Doa Nabi yang Mengandung Makna Tawakal

dukung ngaji id

Tulisan tentang “Materi 43 - Rahasia Doa Nabi yang Mengandung Makna Tawakal” ini adalah catatan yang kami tulis dari Audio kajian khusus peserta WAG U

Materi 69 – Tawadhu’ Tidak Merasa Besar Diri di Hadapan Orang Lain
Materi 55 – Perkataan Ulama tentang Tawadhu’
Materi 61 – Hamba Tawadhu’ akan Diangkat Derajatnya oleh Allah

Tulisan tentang “Materi 43 – Rahasia Doa Nabi yang Mengandung Makna Tawakal” ini adalah catatan yang kami tulis dari Audio kajian khusus peserta WAG UFA OFFICIAL yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. Hafizhahullah.

Sebelumnya: Materi 42 – Bukti Tawakal dengan Memperbanyak Doa

Materi 43 – Rahasia Doa Nabi yang Mengandung Makna Tawakal

Di antara bukti tawakal adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa sebelum tidur. Adapun doa sebelum tidur ada banyak, di antaranya doa:

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ

“Ya Allah, aku serahkan jiwaku kepadaMu,” jelas ini kalimat tawakal.

وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ

“Dan aku arahkan wajahku kepada Engkau,”

وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ

“Ya Allah aku serahkan urusanku kepadaMu.”

Ini juga jelas perkataan tawakal. Karena kita telah jelaskan namanya tawakal secara bahasa artinya التفويض (menyerahkan urusan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala). Selanjutnya beliau berkata:

وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ

“Dan aku menyandarkan punggungku kepada Engkau,”

رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ

“Karena berharap dan takut kepada Engkau,”

لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ

“Tidak ada tempat bersandar dan keselamatan dariMu selain kepada Engkau,”

آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ

“Aku beriman kepada kitabMu yang Engkau turunkan,”

وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

“Dan kepada NabiMu yang Engkau utus.” (HR. Bukhari, Fathul baari: 11/113, Muslim: 4/2081)

Jadi doa ini dibaca sebelum tidur dan ini adalah yang paling terakhir kita ucapkan sebelum tidur. Sebelum doa ini kita boleh membaca doa-doa tidur yang lainnya dan yang terakhir kita membaca ini. Dan di situ ada kalimat tawakal.

Karena kita tahu, ketika tidur kita tidak sadar dengan apa yang terjadi. Maka kita bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam tidur kita. Apakah kita akan meninggal atau tidak, masih bisa bangun atau tidak, entah apa yang akan kita lihat dalam mimpi kita, entah apa yang terjadi ketika kita sedang tidur, kita sangat-sangat butuh tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Di antara doa sebelum tidur juga, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa:

بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ

“Ya Allah, dengan namaMu aku meletakkan lambungku (tidur), dan karena Engkau jugalah aku bisa mengangkat lambungku (bangun),”

إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا

“Kalau Kau tahan jiwaku (yaitu aku meninggal ketika tidur), maka rahmatillah jiwaku tersebut,”

وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

“Dan jika ternyata Kau lepaskan lagi jiwaku (yaitu Kau kembalikan kepadaku sehingga aku bangun), maka jagalah jiwaku dengan penjagaan yang Kau jaga hamba-hambaMu yang shalih.”

Ini juga adalah kalimat tawakal yang diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum tidur. Yaitu menyerahkan urusan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Di antara doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga, dalam hadits Ibnu ‘Abbas rahimahullahu ta’ala :

اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ

“Ya Allah karena Engkau-lah aku Islam, dengan Engkau-lah aku beriman, dan kepada Engkau-lah Aku bertawakal, dan kepada Engkau-lah aku kembali.”

Intinya, ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, semua doa itu menunjukkan kita tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Di sinilah kita berusaha menunjukkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwasanya dalam setiap gerak-gerik kita, kita senantiasa menyerahkan urusan kita kepada-Nya. Jangan sekejap pun, sedetik pun kita serahkan urusan kita kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kapan kita menyerahkan urusan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka kita akan ditinggal oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berarti kita telah menyerahkan kepada sesuatu yang sangat rendah. Bagaimana kita menyerahkan urusan kita kepada makhluk yang semisal dengan kita?

Inilah yang selalu kita ikrarkan dalam shalat kita:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾٥

“Hanya kepada Engkaulah kami beribadah, dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah[1]: 5)

Kalimat إِيَّاكَ نَسْتَعِينُ inilah kalimat tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka ikhwan dan akhwat, perbanyaklah berdoa. Setiap Anda berdoa berarti Anda bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Perhatian Materi 43 – Rahasia Doa Nabi yang Mengandung Makna Tawakal

⚠️ Note: Kalau team UFA merevisi audionya, insyaAllah catatan ini juga akan direvisi sesuai dengan audio yang baru.

Komentar

WORDPRESS: 0