Penjelasan Rezeki Yang Baik

Penjelasan Rezeki Yang Baik

"Setiap anggota tubuh yang dagingnya tumbuh dari yang haram, maka api neraka lebih layak untuk menyentuhnya." (HR. Al-Baihaqi)

Tulisan tentang “Penjelasan Rezeki Yang Baik” ini adalah apa yang bisa kami ketik dari kajian yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr Hafizhahumullahu Ta’ala.

Sebelumnya: Penjelasan Ilmu Yang Bermanfaat

Penjelasan Rezeki yang baik

Menit ke-43:52 Tatkala Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa “Ya Allah, anugerahkan kepadaku rezeki yang baik” ini memberi isyarat kepada kita bahwasanya rezeki juga ada dua; ada yang baik dan yang haram. Ketahuilah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Baik dan Allah tidak akan menerima dari hambaNya kecuali yang baik pula.

Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada kaum mukminin, memerintahkan kepada kita semua, dengan suatu perintah yang Allah telah perintahkan kepada para Nabi dan para Rasul. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ…

“Wahai para Rasul, makanlah dari perkara-perkara yang baik dan beramal shalih lah…” (QS. Al-Mu’minun[23]: 51)

Allah perintahkan kepada para Rasul untuk makan yang baik dan beramal shalih. Sebagaimana Allah perintahkan kepada para Rasul untuk makan yang baik, demikian juga Allah perintahkan kepada orang-orang mukmin dengan firmanNya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ…

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari perkara-perkara yang baik yang Kami telah rezekikan kepada kalian…” (QS. Al-Baqarah[2]: 172)

Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk menghalalkan segala yang baik dan untuk mengharamkan segala yang buruk. Sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

… وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ..

“Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menghalalkan bagi mereka perkara-perkara yang baik dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengharamkan terhadap mereka perkara-perkara yang buruk.” (QS. Al-A’raf[7]: 157)

Maka seluruh yang dihalalkan oleh Nabi itu perkara yang baik, dan seluruh yang diharamkan oleh Nabi itu merupakan perkara yang buruk dan perkara yang haram.

Maka hendaknya seorang muslim memenuhi harinya dengan berupaya untuk mendapatkan harta yang halal, harta yang thayyib, berusaha untuk memperoleh rezeki yang baik dan rezeki yang bermanfaat. Dan dia sangat berhati-hati dan menjauhkan dirinya semaksimal mungkin agar tidak memperoleh harta yang haram dan tidak memperoleh pekerjaan yang haram.

Menit ke-46:42 Dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

كُلُّ جَسَدٍ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Setiap anggota tubuh yang dagingnya tumbuh dari yang haram, maka api neraka lebih layak untuk menyentuhnya.” (HR. Al-Baihaqi)

Artinya orang yang makan dari perkara yang haram, dari perkara yang batil, memperoleh harta dengan cara menipu, dengan cara berbuat kedzaliman, dengan cara mengambil harta orang lain dengan secara paksa atau dengan penipuan, atau dengan makar, semua dia lakukan untuk memperoleh harta kemudian dia makan hasil perbuatannya tersebut, maka akan tumbuh dalam dagingnya dan daging tersebut sangat  mudah untuk dibakar oleh api neraka.

Maka hendaknya seorang muslim menjauhkan dirinya dari perkara-perkara yang haram agar tidak terancam dengan api neraka.

Amal yang diterima

Selanjutnya lihat: Amal yang diterima

MP3 Kajian

Mari turut menyebarkan tulisan tentang “Penjelasan Rezeki Yang Baik” ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..

Komentar

WORDPRESS: 0
DISQUS: