Penyesalan Penghuni Kubur

Penyesalan Penghuni Kubur

Materi tentang Penyesalan Penghuni Kubur ini adalah catatan kajian yang kami catat dari ceramah singkat yang disampaikan Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, MA. Hafidzahullahu Ta’ala.

Renungan Mostivasi : Penyesalan Penghuni Kubur

Tahukah Anda, apa yang sangat diharapkan oleh orang yang baru berpindah dari alam dunia ke alam barzakh?

Bukan harta, bukan pula istana yang ia tinggalkan, bukan pula istri yang cantik jelita yang sangat ia cintai, bukan pula makanan yang lezat atau minuman yang nikmat. Akan tetapi ia berangan untuk kembali ke alam dunia agar dapat mengerjakan amal shalih.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman ;

حتّى اذا جاء احدهم الموت قال ربّ ارجعون. لعلي اعمل صالحا فيما تركت كلّا, انّها كلمة هو قائلها, و من وّرائهم برزخ الى يوم يبعثون

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan (dengan apa) yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya (di bibir) saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.” Q.S. Al Mu’minun 99-100

Ingin Kembali ke Dunia

Inilah yang sangat diharapkan, diinginkan, dan diidamkan oleh orang-orang yang sudah mati, yaitu ingin kembali ke alam dunia. Bukan untuk bersenang-senang menikmati kenikmatan dunia, atau mencicipi kenikmatan dunia yang baru dia tinggalkan, atau kembali kepada istrinya yang cantik jelita, atau menemui kembali karib kerabatnya, sahabat, dan teman-temannya, atau kembali menikmati istana yang dibangunnya. Tidak! Akan tetapi ia berharap satu perkara, yaitu beramal shalih.

Maka dari itu, Allah subhanahu wa ta’ala masih memberikan kesempatan kepada kita, yaitu nikmat waktu. Umur yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada kita harus kita manfaatkan sebaik mungkin. Janganlah kita lalaikan/ abaikan kenikmatan usia yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada kita. Sungguh itu adalah kesempatan bagi kita untuk beramal shalih sebelum kesempatan itu dicabut oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman ;

وَالعصْرِ. اِنَّ الاِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. اِلَّا الَّذِينَ امَنُوا وَ عَمِلُواالصّالِحاتِ وَ تَوَا صَوْا بِالحَقِّ, وَتَوَا صَوْا بِالصَّبْرِ.

“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.” QS. Al ‘Ashr 1-3

Itulah orang-orang yang selamat dari kerugian. Ia dapat memanfaatkan dengan baik kesempatan yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan semasa ia hidup di dunia. Yaitu kesempatan yang ia gunakan untuk beriman dan beramal shalih, saling menasehati, saling berwasiat, saling berpesan, saling mengingatkan di atas kebenaran dan dengan kesabaran. Jadi hendaknya kita dapat memanfaatkan kesempatan hidup yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan. Sungguh ini adalah suatu nikmat yang sangat besar.

Pemutus Kenikmatan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

اكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِى الْمَوْتَ

“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.” HR. Ibnu Majah dan yang lainnya

Apa yang diputus oleh kematian? Nikmat apa yang diputus oleh kematian? Bukan nikmat makan dan minum. Bukan pula nikmat bercanda dan bersenang-senang dengan istri ataupun dengan keluarga atau dengan teman-teman. Akan tetapi nikmat kesempatan lah yang diputus oleh kematian. Yaitu tidak ada lagi kesempatan bagi kita. Terputus seluruh amal ibadah kita dengan datangnya kematian.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

اذا مات الإنسان انقطع عمله إلّا من ثلاثت من صدقت جارية و علم ينتفع به وولد صالح يدعوله

“Apabila mati anak adam, maka akan terputus amalannya kecuali tiga perkara (yaitu); sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang shalih.” HR. Muslim

Maka gunakanlah kesempatan yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan. Banyak manusia yang terlalai. Lupa akan nikmat yang besar ini.

Dua Nikmat Yang Memperdaya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kepada kita dalam sabdanya;

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحة وافراغ

“Ada dua nikmat yang banyak memperdaya manusia, yaitu nikmat kesehatan dan kelapangan waktu.” HR. Bukhari

Coba perhatikan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang tadi, banyak dari orang yang mati ingin dikembalikan ke dunia meski sesaat, hanya untuk beramal shalih, untuk mengatakan “harta ini adalah wakaf”, “harta ini adalah sedekah”. demikian besarnya anugerah kesempatan yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada kita. Maka jangan kita sia-siakan kesempatan hidup di dunia ini.

Ingatlah bahwasanya kematian itu adalah amal dari perjalanan kita. Kita berpindah dari alam dunia menuju alam barzakh, kemudian kita akan menuju alam akhirat. Yang pada akhirnya kita akan menuju terminal akhir dari perjalanan hidup kita. Ke surga, atau ke neraka.

Allah subhanahu wa ta’ala tidak menciptakan kehidupan dunia ini dua kali bagi seseorang. Hanya sekali. Kesempatan itu hanya sekali. Maka gunakanlah sebaik mungkin untuk banyak-banyak melakukan dan mengerjakan amal shalih, mengabarkan kebaikan. Sebab kita tidak tahu dengan amal apa Allah subhanahu wa ta’ala ridha kepada kita dan memasukkan kita ke dalam surga dengan rahmatNya. Dan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala tentunya tidak turun begitu saja. Ada sebab-sebab turunnya rahmat Allah subhanahu wa ta’ala kepada seorang hamba. Salah satunya adalah amal-amal kebaikan dan amal-amal shalih yang dikerjakannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

خير الناس أنفعهم للناس

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” HR. Ath Thabrani

Manusia yang banyak-banyak menebar kebaikan. Janganlah meremehkan satupun dari kebaikan dan perkara yang ma’ruf.

Amalan Sederhana Berbuah Surga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

إتقوا النار ولو بشق تمر. فمن لم يجد فبكلمة طيبة

“Jagalah dirimu dari api neraka, walaupun dengan bersedekah separuh buah kurma. Jika tidak ada, maka dengan kata-kata yang baik.” HR. Bukhari dan Muslim

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda;

لا تحقرنّ من المعروف شيئا, ولو ان تلقى أخاك بوجه طليق

“Janganlah kamu meremehkan satupun perkara ma’ruf, walaupun hanya sekedar memberikan senyuman ketika bertemu dengan saudaramu.” HR. Muslim

Mudah-mudahan dengan amal yang sederhana ini, senyuman yang kita berikan kepada saudara kita, Allah subhanahu wa ta’ala akan masukkan kita ke dalam surgaNya. Dan itu bukanlah suatu perkara yang mustahil. Banyak orang-orang yang Allah subhanahu wa ta’ala masukkan ke dalam surga dengan amal-amal yang sederhana, seperti dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ;

لقد رأيت رجلا يتقلب في الجنة في شجرة قطعها من ظهر الطريق كانت تؤذى الناس

“Sungguh aku melihat seorang laki-laki yang mondar-mandir berkeliling di dalam surga (disebabkan oleh amalan sederhana, yaitu) dengan menyingkirkan sebatang kayu yang tergeletak melintang di tengah jalan yang mengganggu manusia.” (HR. Muslim)

Dengan amal tersebut Allah subhanahu wa ta’ala meridhainya, merahmatinya, dan memasukkannya ke dalam surga. Sungguh surga itu adalah milik Allah subhanahu wa ta’ala. Dan Allah subhanahu wa ta’ala masukkan hamba-hambaNya ke dalam surgaNya dengan rahmatNya. Maka banyak-banyaklah kita beramal shalih. Selagi kesempatan masih Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada kita.

Coba kita lihat saudara-saudara kita yang telah lebih dahulu berpulang. Ajal telah menjemputnya. Bagaimana keinginan mereka yang sangat besar untuk kembali ke dunia untuk beramal shalih. Bukan untuk yang lainnya.

Di dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang seorang yang mati syahid. Bagaimana keinginannya untuk kembali ke dunia untuk mati syahid sekali lagi dan berkali-kali.

Demikianlah seorang yang telah pergi meninggalkan dunia, mereka berangan-angan untuk kembali ke dunia ini agar mendapatkan kesempatan untuk beramal shalih. Maka dari itu, kita yang masih Allah subhanahu wa ta’ala beri kesempatan untuk beramal shalih, gunakanlah itu sebaik-baiknya. Janganlah kita termasuk hamba-hamba yang menyia-nyiakan nikmat Allah subhanahu wa ta’ala, yaitu nikmat kelapangan waktu. Kita habiskan usia kita untuk hal-hal yang tidak bermanfaat atau sia-sia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

من حسن اسلام المرء تركه ما لا يعنيه

“Termasuk dari tanda kebaikan islam seseorang adalah dia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat.” HR. At Tirmidzi

Kita harus benar-benar bisa memanfaatkan sisa waktu yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada kita. Mudah-mudahan kita termasuk hamba-hamba yang bisa mempergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Dan dapat menggapai surga Allah subhanahu wa ta’ala dengan amal-amal shalih yang kita kerjakan.

Video Renungan Motivasi : Penyesalan Penghuni Kubur

Demikianlah Renungan Motivasi Tentang Penyesalan Penghuni Kubur ini. Semoga catatan kami ini bermanfaat untuk kita semua. Mari turut menyebarkan Renungan Motivasi Tentang Penyesalan Penghuni Kubur ini di media sosial yang Anda miliki. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Baarakallahu fiikum..
Baca Juga:  Transkrip Belajar Bahasa Arab (Nahwu) Dari Nol #1

COMMENTS

Saudaraku, silahkan login atau daftar terlebih dahulu ya. Barakallahu fiik.
%d blogger menyukai ini: