Mencintai Wali-Wali Allah

Mencintai Wali-Wali Allah

pandai mendengar

Mencintai Wali-Wali Allah ini adalah apa yang bisa kami ketik dari tabligh akbar yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsi

2# Hati Yang Bersih Akan Ittiba’ dan Cinta Kepada Sunnah Nabi
Sikap Meremehkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Mencintai Wali-Wali Allah ini adalah apa yang bisa kami ketik dari tabligh akbar yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr Hafidzahumullahu Ta’ala.

A. Mukaddimah Tabligh Akbar Tentang Mencintai Wali-Wali Allah

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, keluarganya dan sahabatnya serta umatnya yang senantiasa mengikuti tuntunannya hingga hari akhir nanti.

Ya Allah, sesungguhnya tidak ada ilmu yang kami miliki kecuali yang Engkau ajarkan kepada kami, maka ajarkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, tambahkan terus kepada kami ilmu dan perbaiki selalu kondisi kami.

Ya Allah, Sesungguhnya kami memohon kepadaMu agar bisa cinta kepadamu dan juga mencintai orang-orang yang mencintaiMu serta mencintai setiap amalan yang mengantarkan kami kepada kecintaanMu.

Ya Allah, berikanlah kepada jiwa kami ketakwaan dan sucikanlah jiwa kami. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik yang mensucikan jiwa.

Waktu ini adalah waktu yang sangat membahagiakan. Saudara-saudara kami yang mulia, kita semua berkumpul di salah satu diantara rumah-rumah Allah ‘Azza wa Jalla yang memang diizinkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk diangkat dan untuk mensyiarkan ajaran Islam. Tempat ini adalah merupakan tempat yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan apa yang kita lakukan saat ini, yaitu berkumpul untuk mempelajari agama adalah salah satu ibadah yang sangat mulia. Sebagaimana dijelaskan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ، ويتَدَارسُونَه بيْنَهُم

“Seandainya ada sekelompok orang yang berkumpul di salah satu di antara rumah-rumah Allah, di dalamnya mereka membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya,

إِلاَّ نَزَلتْ علَيهم السَّكِينَة

“malainkan mereka akan mendapatkan ketenangan di dalam jiwanya.”

وَحَفَّتْهُم الملائِكَةُ

“Dan akan dikelilingi oleh para malaikat di sekeliling kita semuanya.”

وغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَة

“Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan meliputi kita dengan rahmat dan kasih sayang dariNya.”

وذَكَرهُمْ اللَّه فيِمنْ عِنده

“Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyebut-nyebut nama kita dan membanggakan kita di hadapan para malaikat yang ada di sisiNya.”

Sangat membahagiakan bagi beliau, pada pertemuan diawal ini untuk mengucapkan selamat datang kepada jamaah sekalian, kaum muslimin dan kaum muslimin yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah. Dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan setiap langkah yang kita ayunkan menuju tempat ini menjadi sesuatu yang berpahala nanti pada hari kiamat, InsyaAllah.

Dan juga beliau tahu banyak bahwa di antara jama’ah sekalian untuk datang ke tempat ini melalui perjalanan yang sangat jauh dan juga telah capek, lelah, akan tetapi semoga ini semua bisa memberatkan amal timbangan kita pada hari kiamat.

Beliau -atas nama pribadi dan juga atas nama kita semua- mengucapkan ribuan terima kasih kepada para panitia penyelenggara yang telah menghabiskan waktu dan tenaganya untuk mensukseskan acara ini dan setiap pihak yang ikut membantu dijalankannya dan suksesnya acara ini, terutama Bapak Patrialis Akbar, Mahkamah Konstitusi dan juga bapak Muzammil Basuni, ketua takmir Masjid Istiqlal dan juga segenap crew Radio Rodja serta siapapun yang ikut mensukseskan acara ini.

Sesungguhnya orang yang mengantarkan kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengajarkannya atau yang mengamalkannya. Dan beliau akan mengulangi sebuah kalimat yang berkali-kali beliau sampaikan di masjid ini. Bahwa masyarakat dan bangsa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat spesial di hati beliau. Karena beliau melihat bahwa secara umum rakyat Indonesia itu terkenal dengan kelembutannya, dengan sopan santunnya, dengan tutur katanya yang baik, keinginan untuk melakukan kebaikan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menambahkan taufik kepada negeri kita dan semoga kita senantiasa aman dan sentosa, insyaAllah.

InsyaAllah kita akan mengawali kajian kita, yaitu mencintai wali-wali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan kita awali kajian ini dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga Allah berkenan mengaruniakan kepada kita kecintaan yang sejati kepada para wali-wali Allah Subhanahu wa Ta’ala dan semoga Allah membersihkan hati kita dari kebencian dan kedengkian kepada orang-orang mulia pilihan-pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan semoga Allah mengampuni saudara-saudara kita yang terlebih dahulu mendahului kita menghadap kepada Allah dengan membawa keimanan.

Ya Allah, jadikanlah kami senantiasa mencintaiMu dan mencintai orang-orang yang mencintaiMu serta mencintai amalan yang bisa menghantarkan kepada kecintaan kepadaMu.

1. Wajibnya mencintai wali-wali Allah

Menit-13:38 Pertama, perlu kita ketahui bahwasannya mencintai para wali Allah adalah merupakan salah satu amal ibadah yang disyariatkan di dalam agama kita. Dengan mencintai (wali) Allah, kita akan lebih dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab mencintai wali Allah adalah merupakan salah satu tali simpul keimanan yang paling kuat.

Di dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَوْثَقُ عُرَى الْإِيمَانِ الْحَبُّ فِي اللَّهِ وَالْبُغْضُ فِي اللَّهِ

“Simpul keimanan yang paling kuat adalah ketika kita cinta karena Allah dan juga membenci karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Ath-Thabrani)

Di dalam hadits yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ للهِ، وَأَبْغَضَ للهِ، وَأَعْطَى للهِ، وَمَنَعَ للهِ، فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الْإِيْمَانَ

“Barangsiapa yang mencintai orang lain karena Allah dan membenci orang lain juga karena Allah, dia memberi orang lain karena Allah dan tidak memberi juga karena Allah, sungguh imannya telah sempurna.” (HR. Abu Dawud, no. 4681 dan al-Baghawi, no. 3469.)

Sehingga mencintai wali Allah adalah merupakan salah satu tali simpul terkuat keimanan seorang hamba. Dan dengannya iman seorang hamba akan sempurna.

Oleh karena itu wajib hukumnya bagi kita untuk mencintai wali-wali Allah, kekasih-kekasih Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan jangan sampai ada di dalam hati kita kebencian dan juga rasa hasad dan dengki kepada mereka. Salah satu doa yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk kita baca:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ

“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu agar aku bisa mencintaiMu, dan mencintai orang-orang yang senantiasa mencintaiMu, dan jadikanlah aku mencintai amalan-amalan yang bisa mendatangkan kecintaanMu kepadaku.”

Di dalam doa ini, kalimat yang dibaca Allah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Mencintai orang-orang yang mencintaiMu,” maka di dalamnya masuk para wali Allah ‘Azza wa Jalla.

2. Membenci wali Allah adalah perbuatan dosa besar

Menit-18:36 Tadi sudah kita sampaikan bahwa mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala dan juga mencintai wali-wali Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah merupakan sebuah ibadah yang sangat agung. Maka sebaliknya, membenci wali-wali Allah, memusuhi mereka adalah merupakan sebuah perbuatan dosa besar. Karena membenci para wali Allah tidak akan terjadi kecuali karena ada penyakit di dalam hati hamba tersebut. Dan itu menunjukkan pula bahwa keimanannya bermasalah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari seorang sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bernama Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau bersabda, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ

“Barangsiapa yang memusuhi waliku, maka sungguh Aku telah mengumumkan perang kepada orang tersebut.” (HR. Bukhari)

Para ulama kita menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan membenci para wali Allah merupakan sebuah dosa besar. Karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengumumkan perang kepada orang tersebut. Kenapa bisa demikian? Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai para wali-waliNya dan mencintai orang-orang yang mencintai para walinya. Begitu sebaliknya, Allah Subhanahu wa Ta’ala membenci orang-orang yang membenci para wali-waliNya. Oleh karena itu merupakan sebuah bahaya besar bahwa membenci para wali-wali Allah bahkan itu termasuk dosa yang besar.

B. Bagaimana cara mencintai wali-wali Allah?

Baca di sini: Bagaimana cara mencintai wali-wali Allah?

Mp3 Kajian Mencintai Wali-Wali Allah

Sumber video: Radio Rodja – Tabligh Akbar: Mencintai Wali-Wali Allah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Mari turut menyebarkan kajian “Mencintai Wali-Wali Allah” ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Barakallahu fiikum..

COMMENTS

%d blogger menyukai ini: