40 Pembahasan Dalam Mencegah Dan Selamat Dari Wabah

ceramah tentang gowes

40 Pembahasan Dalam Mencegah Dan Selamat Dari Wabah Oleh : Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafidzahullah Ringkasan 40 Pembahasan Dalam Mencegah Dan

Menghadapi Ramadhan Dengan Kondisi Covid-19
Solusi Dari Imam Asy-Syafi’i Dalam Menghadapi Wabah Penyakit
Tidak Ke Masjid Karena Takut Corona?

40 Pembahasan Dalam Mencegah Dan Selamat Dari Wabah

Oleh : Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafidzahullah

Ringkasan 40 Pembahasan Dalam Mencegah Dan Selamat Dari Wabah

Bismillahirrahmanurrahiim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Innalhamdalillah wash Sholatu was salamu Ala Rosulillah wa ala alihi wa ashabihi wa man walah.. laa haula wala quwwata illa Billah.

Kita sedang mengambil faidah dari nasehat Para Ulama khususnya di zaman wabah yang kita alami sekarang ini. Faidah ini diambil dari Risalah الأربعون في الوقاية والنجاة من الوباء والطاعون

(40 Hal Dalam Upaya Membentengi Tersebarnya Wabah Dan Tho’un).

40 perkara ini sesungguhnya kalau kita ringkas atau kita kelompokkan ada yang berkaitan dengan perkara aqidah kemudian tazkiyatun Nufus.

40 Perkara tersebut diantaranya :

1). Seorang mu’min wajib mengimani segala kejadian wabah yang menimpa / yang terjadi. 

Ini adalah bagian dari taqdir Allah Subhanahu wa Ta’ala dan itu menjadi dasar ketenangan hati seorang mu’min.

Ketika mendapatkan kenyamanan dia bersyukur pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika mendapatkan musibah dia bersabar.

2). Tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tawakal memiliki 2 rukun, yaitu

* Menempuh sebab/usaha.

* Menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Melakukan segala macam ikhtiar. Mengambil sebab-sebab yang akan menjadikan kita selamat dari ancaman marabahaya, setelah itu hati kita totalitas dikembalikan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

3). Senantiasa melangsungkan Amar Ma’ruf Nahyi Munkar (Al-Amru bil ma’ruf wan Nahyu ‘anil munkar).

4). Kembali kepada Allah, bersimpuh dihadapan Allah.

Muhasabah diri selama ini karena tidaklah Allah timpakan semuanya kecuali akibat dari perbuatan manusia.

5). Menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat.

Karena semua musibah yang datang, yang ditimpakan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah dampak dari perbuatan manusia.

6). Taubat dan Istighfar.

7). Melakukan berbagai macam amal shalih.

8). Memudahkan orang yang kesulitan sehingga memberikan kemudahan-kemudahan.

9). Birrul Walidain

10). Memperbanyak Bertasbih.

Sebagaimana Nabi Yunus ‘alaihissalam banyak bertasbih kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari musibah yang ada.

11). Shalat subuh berjama’ah.

Telah ada himbauan dari Pemerintah Pusat untuk kita mengkarantina diri dirumah-rumah kita. Maka shalat subuh yang harusnya berjama’ah dimasjid, kini bisa dilakukan dirumah bersama keluarga.

12). Shalat dhuha 4 rakaat.

13). Berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan berbagai macam do’a-do’a.

Terkabulnya do’a hisa dalam beberapa bentuk, yaitu

* Allah akan kabulkan segera.

* Allah jadikan simpanan kelak diakhirat.

* Dia dipalingkan dari keburukan apa yang dia minta

13). Do’a-do’a untuk meminta pemaafan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

14). Meminta Al-Afiyyah.

Al-Afiyyah artinya terhindarnya seseorang dari keburukan, malapetaka dunia dan akhirat.

15). Meminta Al-Afiyyah di pagi hari dan sore hari.

16). Berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari hilangnya Al-Afiyyah berupa kesehatan.

Do’a yang bisa kita ucapkan  dizaman wabah ini.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dia berkata, “Di antara do’a Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah :

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI’MATIK, WA TAHAWWULI ‘AAFIYATIK, WA FUJAA’ATI NIQMATIK, WA JAMII’I SAKHOTHIK”

[Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu]. (HR. Muslim no. 2739)

18). Berlindung Kepada Alah Subhanahu wa Ta’ala dari lenyapnya nikmat.

19). Jangan sampai berubah ‘Afiyyah menjadi sakit.

20). Berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari Jahdil Bala’

Yaitu berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari segala macam kesulitan yang dia tidak sanggup untuk menanggungnya/menahannya.

21). Berdo’a ketika menempati sebuah tempat.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda

مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. لَمْ يَضُرُّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ

Barangsiapa yang singgah di suatu tempat lantas ia mengucapkan “a’udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya)”, maka tidak ada sama sekali yang dapat memudhorotkannya sampai ia berpindah dari tempat tersebut” (HR. Muslim no. 2708).

22). Do’a Nabi Yunus ‘Alaihissalam.

Beliau berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala:

LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya).

Kita bisa berdo’a dengan do’a ini kapan saja kecuali pasti Allah kabulkan. In syaa Allah.

23). Baca Ayat kursiy.

24). Membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah.

25). Membaca Do’a wirid, dzikir, Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas).

26). Senantiasa berdzikir kepada Allah dan bertawakal kepada Allah ketika keluar dari rumah.

27). Membentengi diri dengan dzikir-dzikir yang dia hafakkan atau yang akan menjaga dia dari tertimpa bala’.

Dzikir ini ada pada dzikir pagi dan petang :

BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI-UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA’ WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM (dengan nama Allah Yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan tidak juga di langit, dan Dialah Yang Maha Mendegar lagi Maha Mengetahui).

28). Berdo’a ketika melihat orang yang terkena bala’.

Alhamdulillahilladzi ‘aafaani mimmab talaaka bihi, wa faddhalanii ‘ala katsiirim mimman khalaqa tafdhilaa’

(Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku dari makhluk lainnya).

29). Berdo’a dengan do’a-do’a yang berkaitan dengan melenyapkan kesedihan.

Diantaranya adalah :

Allahumma Innii ‘Abduka, ibnu ‘Abdika, ibnu Amatika, Naashiyati Biyadika, Maadhin fiyya Hukmuka, ‘Adlun fiiya Qodlo-uka, As-aluka Bikulli Ismin, Huwa Laka, Sammaita Bihi Nafsaka, Au Anzaltahu fii Kitaabika, Au ‘Allamtahu Ahadan Min Kholqika, Awista’tsarta Bihi Fii ‘ilmil Ghoibi ‘indaka, An Taj’alal Qur’ana Robii’a Qolbi wa Nuuro shodri, wa Jala-a Huzni, wa Dzahaaba Hammii.

[“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (anak keturunan nabi Adam) dan anak hamba perempuan-Mu (Hawa, istri nabi Adam). Ubun-ubunku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, Qodho-Mu (takdir dan ketetapan-Mu) kepadaku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diri-Mu, yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.”](HR. Ahmad dan selainnya. Dan derajatnya di-SHAHIH-kan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah).

30). Mengkonsumsi kurma Al-Ajwa.

Namun kalau tidak ada kurama ajwa bisa makan kurma lainnya.

31). Beradab ketika bersin.

32). Berhias dengan adab syar’i.

Dalam rangka untuk mencegah tersebarnya wabah yaitu diantaranya minum air zam-zam, dan memperhatikan adab ketika minum.

33). Menjaga kebersihan badan.

34). Menjaga kebesihan fithrah yang 10, yaitu

  1. Mencukur kumis
  2. Memanjangkan jenggot
  3. Bersiwak
  4. Istinsyak
  5. Memendekkan kuku
  6. Mencuci anggota tubuh
  7. Mencabut bulu ketiak
  8. Mencukur bulu kemaluan
  9. Menghemat air
  10. Berkumur-kumur

35). Menutup tempat-tempat dan minum-minuman supaya aman dari wabah/penyakit.

36). Melakukan perbuatan yang ma’ruf/ baik.

37). Banyak bershadaqah.

38). Menjauhkan dari makan makanan yang haram.

39). Meninggalkan bersalaman karena dikhawatirkan tertular wabah penyakit.

40). Tidak bercampur dengan orang yang sakit.

Kalau sekarang ini seperti karantina wilayah / lockdown.

Demikianlah 40 hal yang berkaitan dengan ketika kita tertimpa bencana wabah.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kefahaman pada kita tentang masalah ini sehingga kita bisa bersikap dan bangga dengan ajaran islam, karena islam sudah mengajarkan semua yang diajarkan manusia.

Semoga bermanfaat. Washalallahu ‘alaa nabiyya Muhammadin Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Wallahu ta’ala a’alam bish-shawab.

Video 40 Pembahasan Dalam Mencegah Dan Selamat Dari Wabah

 

COMMENTS

%d blogger menyukai ini: