Berikut transkrip khutbah jumat tentang “Khutbah Jumat: Saat Kaki dan Tangan Berbicara” yang disampaikan Ustadz Abdullah Zaen, Hafidzahullahu Ta’ala
KHUTBAH PERTAMA : Urgensi Ketakwaan dan Kelangkaan Kejujuran
Peningkatan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala wajib dilakukan secara serius oleh setiap muslim. Ketakwaan tersebut diwujudkan dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan oleh Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, serta menjauhi apa yang dilarang oleh Allah ‘Azza wa Jalla dan oleh Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Kenyataan hidup pada zaman sekarang menunjukkan bahwa kejujuran telah menjadi barang yang langka. Banyak anak yang bahkan sejak usia kecil sudah terbiasa untuk berdusta, seperti mengambil sesuatu namun mengaku tidak mengambil, atau melakukan suatu perbuatan namun mengaku tidak berbuat.
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Melalui kepandaian bersilat lidah, orang yang nyata-nyata bersalah dapat terlihat benar. Sebaliknya, orang yang berada di pihak yang benar justru dapat menjadi tertuduh bersalah.
Kondisi ketidakadilan tersebut merupakan realitas kehidupan dunia, namun perkara serupa tidak akan pernah terjadi di akhirat kelak. Manusia kelak akan memasuki alam yang jauh berbeda, yaitu seluruh perkara yang tersembunyi akan terkuak dan terbongkar.
Hari kiamat merupakan rentetan berbagai peristiwa yang sangat mencekam dan mengerikan. Salah satu kejadian luar biasa pada hari itu adalah aktivitas berbicara bukan lagi menjadi monopoli mulut semata, melainkan anggota tubuh lainnya juga akan melakukan aktivitas berbicara. Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan ketetapan ini di dalam Al-Qur’an:
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu selalu mereka kerjakan.” (QS. Yasin[36]: 65)
Manusia pada hari itu akan dirundung keheranan dan kebingungan karena masing-masing anggota tubuhnya bercerita secara jujur mengenai apa yang pernah dilakukannya ketika hidup di dunia. Manusia kemudian mengajukan pertanyaan kepada kulit mereka sendiri mengenai alasan di balik kesaksian tersebut, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا ۖ قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ
“Dan mereka berkata kepada kulit mereka: ‘Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?’ Kulit mereka menjawab: ‘Allah yang menjadikan kami dapat berbicara telah menjadikan segala sesuatu dapat berbicara’.” (QS. Fussilat[41]: 21)
Pada saat itulah, kedok para pendusta akan terlihat dengan sangat jelas. Tidak ada lagi celah bagi siapa pun untuk menyembunyikan atau merahasiakan perbuatan-perbuatan buruk yang pernah dilakukannya di dunia.
KHUTBAH KEDUA: Keutamaan Sikap Jujur dalam Kehidupan
Manusia yang beruntung adalah manusia yang segera mengambil pelajaran berharga dari apa yang didengar dan dilihatnya, kemudian berkomitmen untuk memperbaiki diri sebelum ajal datang menjemput. Setiap muslim hendaknya membiasakan diri untuk selalu berkata dan bersikap jujur, sepahit apa pun risiko yang harus dihadapi akibat kejujuran tersebut.
Tuntutan untuk berlaku jujur ini mencakup seluruh lapisan masyarakat:
- Para pejabat wajib berlaku jujur terhadap rakyatnya.
- Rakyat wajib berlaku jujur terhadap pemerintahnya.
- Orang tua wajib berlaku jujur terhadap putra dan putrinya.
- Anak-anak wajib berlaku jujur terhadap orang tuanya.
- Suami wajib berlaku jujur terhadap istrinya.
- Istri wajib berlaku jujur terhadap suaminya.
- Guru wajib berlaku jujur terhadap murid-muridnya.
- Murid wajib berlaku jujur terhadap gurunya.
Sungguh, sikap jujur pasti akan membuahkan ketenangan serta kebahagiaan sejati, baik di kehidupan dunia maupun di akhirat kelak.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab[33]: 56)
Sumber Video Khutbah Jumat “Saat Kaki dan Tangan Berbicara”
Sumber : Utsman TV
Yuk, ikut ambil bagian dalam menyebarkan dakwah ini. Bagikan tulisan dan link ini kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat kita. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.


COMMENTS