Berpikir Dahulu Sebelum Berbicara

Berpikir Dahulu Sebelum Berbicara

pandai mendengar

Kalau di depan kita ada 2, atau 3, atau 4 ungkapan yang bisa kita ungkapkan, kita memilih yang terbaik. Dan ini mengharuskan kita lebih banyak berpikir daripada banyak komentar.

Kultum Singkat Tentang Lebih Cinta Nafsu daripada Cinta Kepada Allah
Materi 16 – Nasib Mujahid dan Ustadz yang Riya’
Materi 27 – Sifat ‘Ujub

Tulisan tentang “Berpikir Dahulu Sebelum Berbicara” ini adalah catatan faedah dari ceramah singkat yang dibawakan oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc. MA. Hafidzahullahu Ta’ala.

Berpikir Dahulu Sebelum Berbicara

Tadi kita dengarkan firman Allah:

وَقُلْ لِعِبَادِى يَقُولُوا الَّتِى هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا

Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Ucapkanlah kata-kata yang terbaik. Karena setan mengadu-domba di antara manusia. Dan setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.’” (QS. Al-Isra'[17]: 53)

Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada NabiNya untuk menyampaikan kepada hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala agar ketika berbicara hendaknya mereka mikir terlebih dahulu. Dan ini adalah sifat orang yang beriman, mereka sebelum ngomong mikir dulu, bukan ceplas-ceplos dalam berbicara, bukan apa saja yang terbetik di hati langsung ditorehkan dalam tulisan/status, sebelum ngomong mikir dulu.

Makanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, ucapkan yang baik atau diam.”

Ini menunjukkan harus mikir dulu sebelum ngomong.

Kalau seandainya hamba-hamba Allah melakukan perintah Allah ini, tentunya banyak permasalahan yang tidak terjadi. Banyak permasalahan timbul karena banyak orang berbicara/berkomentar asal ngomong, apa yang terbetik di hatinya langsung dia lepaskan, apa yang terbetik di otaknya langsung dia lontarkan. Padahal setan mudah sekali mengadu-domba di antara manusia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

Ucapkanlah kepada manusia kata-kata yang baik.” (QS. Al-Baqarah[2]: 83)

Dan yang menakjubkan dalam ayat ini, Allah mengatakan:

وَقُلْ لِعِبَادِى يَقُولُوا الَّتِى هِيَ أَحْسَنُ

“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku untuk mengucapkan kata-kata yang terbaik.”

أحسن itu isim tafdhil, artinya adalah yang terbaik. Artinya kalau di depan kita ada 2, atau 3, atau 4 ungkapan yang bisa kita ungkapkan, kita memilih yang terbaik. Dan ini mengharuskan kita lebih banyak berpikir daripada banyak komentar.

Seandainya di depan kita ada 4 komentar yang mungkin kita ungkapkan dan kita punya kemampuan untuk mengungkapkan dengan berbagai macam ungkapan, pilihlah ungkapan yang terbaik. Dan ini adalah ibadah kepada Allah.

Ibadah bukan cuma baca Al-Qur’an, shalat, dalam berucap kepada orang lain pun kalau kita jalankan karena perintah Allah, maka kita mendapatkan pahala.

Oleh karenanya masing-masing kita melatih diri untuk sebelum berbicara dia mikir dulu. Terutama kepada orang-orang terdekat kita. Sebelum ngomong sama ibu/bapak kita, kita mikir dulu. Sebelum ngomong sama istri/suami kita, kita mikir dulu. Sebelum ngomong sama anak/tetangga/teman, kita mikir dulu.

Seandainya setiap kita mau berbicara kita mikir dulu, banyak pahala yang kita dapatkan, karena kita menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mp3 Ceramah Singkat

Sumber mp3: Team kelas UFA Official

Mari turut menyebarkan catatan kajian tentang “Berpikir Dahulu Sebelum Berbicara” ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..

Komentar

WORDPRESS: 0