Materi 17 – Nasib Donatur Yang Riya’

Materi 17 – Nasib Donatur Yang Riya’

pandai mendengar

Tulisan tentang "Materi 17 - Nasib Donatur Yang Riya'" ini adalah catatan yang kami tulis dari Audio kajian khusus peserta WAG UFA OFFICIAL yang disam

Materi 7 – Faedah Ikhlas ke-4
Materi 21 – Doa Terhindar Dari Riya’
Ceramah Singkat Tentang Keutamaan Waktu Pagi

Tulisan tentang “Materi 17 – Nasib Donatur Yang Riya’” ini adalah catatan yang kami tulis dari Audio kajian khusus peserta WAG UFA OFFICIAL yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. Hafidzahullah.

Sebelumnya: Materi 16 – Nasib Mujahid dan Ustadz yang Riya’

Transkrip Materi 17 – Nasib Donatur Yang Riya’

 بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Yang ketiga, yaitu:

وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ

“Seorang yang dermawan (donatur) yang Allah lapangkan harta baginya, Allah berikan kepada dia segala jenis harta.”

Mungkin dia punya rumah mewah, punya mobil mewah, punya sawah ladang, punya toko, punya ruko, punya banyak tanah, punya banyak emas, punya banyak perak, punya dolar, punya segala macam harta,  punya villa dan macam-macam.

فَأُتِيَ بِهِ

“Maka dia dihadirkan pada hari kiamat kelak untuk ditanya tentang nikmat-nikmat yang Allah berikan kepadanya.”

Karena Allah berfirman:

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ ﴿٨﴾

Sungguh kalian benar-benar akan ditanya oleh Allah pada hari kiamat tentang nikmat yang kalian dapatkan.” (QS. At-Takatsur[102]: 8)

فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ

“Maka Allah ingatkan dia tentang nikmat-nikmat yang Allah berikan kepadanya.”

فَعَرَفَهَا

“Dan dia ingat seluruh harta yang Allah berikan kepada dia.”

File-nya dibuka kembali sehingga dia ingat seluruhnya.

قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا

“Allah bertanya: ‘Apa yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat yang Aku berikan kepadamu?'”

قَالَ مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلاَّ أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ

“Dia berkata: ‘Ya Allah, tidak ada satu jalan kebaikan yang Kau suka aku berinfak pada jalan tersebut kecuali aku berinfak dijalan tersebut karena Engkau.”

Itu ada pondok minta biaya, bantu. Ada anak yatim bantu, ada fakir miskin bantu, ada janda bantu, ada masjid ingin butuh bantuan bantu, ada koraban bencana alam bantu, semuanya jalan menuju kebaikan dia bantu dan semuanya karena Engkau Ya Allah.

Kata Allah:

كَذَبْتَ

“Kau dusta!”

وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ

“Tetapi kau melakukannya supaya kau dikatakan adalah seorang yang dermawan (donatur).”

Ini orang masyaAllah, donatur, dermawan, muhsinin.

‏ فَقَدْ قِيلَ

“Dan telah dikatakan.”

Semua orang kenal engkau sebagai seorang dermawan, semua orang menyanjungmu, semua orang mengakuimu. Dan itu tujuanmu di dunia dan telah dia dapatkan tujuan tersebut.

ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ

“Kemudian diperintahkan malaikat untuk menggeret orang ini di atas wajahnya kemudian dilemparkan dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim)

Perhatikan para ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, tiga orang ini adalah tiga orang yang hebat, tiga orang yang sangat diperlukan dalam agama. Agama memerlukan seorang donatur, agama memerlukan seorang yang alim, agama memerlukan seorang yang berjihad. Ini adalah contoh amal ibadah puncak, amal ibadah yang hebat. Tetapi ketika niatnya ternyata tidak karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka menjadi berbalik, menjadi bumerang, justru mereka-mereka inilah yang pertama kali akan disiksa oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan ingat, tujuan dunia yang kita dapatkan bukan berarti kita ikhlas, belum tentu. Lihat tadi, orang alim yang disanjung oleh banyak orang, terkenal sebagai orang alim. Lihat donatur tadi, semua orang senang sama dia karena dia sebagai donatur. Lihat mujahid tadi, dia terkenal sebagai pemberani. Tujuannya untuk mendapatkan sanjungan dan pujian Allah kabulkan. Tetapi di akhirat dia tidak mendapatkan apa-apa. Wal-‘iyadzubillah..

Maka seseorang kalau merenungkan akan hal ini, hendaknya dia waspada dari riya’. Jangan sampai dia beramal ingin dipuji, ingin disanjung. Karena dia tahu nasibnya akan menuju neraka jahannam.

Saya ingatkan, riya’ itu bukan hanya menjadikan amal menjadi nol, seandainya amal kita lakukan dan kita riya’ hanya menjadi nol,  masih mending. Tapi karena riya’ tidak menjadi nol, tapi menjadi minus. Bahkan menjadi sebab untuk masuk neraka jahannam.

Maka seseorang waspada. Ingat, riya’ bukan cuma menjadikan amal menjadi nol, bahkan menjadikan minus dan menyebabkan orang masuk neraka, bahkan awal-awal masuk neraka sebelum yang lainnya.

Ini menunjukkan riya’ adalah dosa besar karena diancam dengna adzab khusus, yaitu neraka jahannam. Memang riya’ syirik kecil, tetapi meskipun dia kecil dia syirik. Dikatakan syirik kecil hanya untuk membedakan syirik besar. Karena syirik besar membuat orang kekal dalam neraka sedangkan syirik kecil tidak. Demikian.

Tapi intinya riya’ adalah termasuk syirik kecil dan termasuk dosa besar.

الله المستعان

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Selanjutnya: Materi 18 – Mari Melawan Riya’

Perhatian Materi 17 – Nasib Donatur Yang Riya’

⚠️ Note: Kalau team UFA merevisi audionya, insyaAllah catatan ini juga akan direvisi sesuai dengan audio yang baru.

COMMENTS

%d blogger menyukai ini: