Cara Berbakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Meninggal

Cara Berbakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Meninggal

pandai mendengar

“Bakti yang paling tinggi, sebaik-baik bakti adalah seseorang menyambung dan memuliakan kawan-kawan dan sahabat-sahabat bapaknya.” (HR. Muslim)

Buku Anak Islami Bergambar: Berdoa Yuk Beramal Dan Berpahala
Dua Hak Orang Tua
Ceramah Singkat Tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Tulisan tentang “Cara Berbakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Meninggal” ini adalah catatan yang kami tulis dari ceramah singkat Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi Lc. (semoga Allah menjaga beliau).

Sebelumnya: Dua Hak Orang Tua

Kajian TentangCara Berbakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Meninggal

Wajib bagi kita semua berbakti kepada kedua orang tua kita baik mereka masih hidup ataupun mereka sudah meninggal. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Al-Isra’ ayat 23 dan 24:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا ﴿٢٣﴾ وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا ﴿٢٤﴾

Dan Rabbmu memerintahkan janganlah kalian beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaan Anda, jangan sekali-kali Anda mengatakan kepadanya perkataan ‘Ah’ dan jangan sekali-kali membentak keduanya. Dan berkatalah kepada keduanya dengan perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan ucapkanlah: ‘Wahai Rabbku, kasihilah keduanya sebagaimana keduanya telah mendidikku selagi aku masih kecil.’” (QS. Al-Isra’[17]: 23-24)

Dua ayat yang mulia ini merupakan wejangan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala berisi perintah dan larangan. Perintah untuk berbakti kepada kedua orang tua dan larangan durhaka kepada kedua orang tua. Berkata “Ah” saja tidak boleh.

Kemudian juga perintah agar kita merendahkan diri-diri kita di hadapan kedua orang tua kita. Juga dalam ayat yang mulia ini perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kita mendoakan kedua orang tua kita.

Di antara kita ada yang menyesal, ada yang sempit hatinya, ada yang bersedih, karena orang tuanya sudah meninggal. Di antara kita ada yang baru sadar ketika orang tuanya sudah meninggal. Dan banyak yang bertanya “Bagaimana saya berbakti kepada kedua orang tua karena orang tua sudah meninggal?”

Tentu jawabannya adalah belum terlambat.

Di sini penulis menyebutkan 4 hal dari sekian hal yang harus kita perhatikan. Ini merupakan bakti kita kepada kedua orang tua kita kalau orang tua sudah meninggal. Di antaranya:

1. Bersungguh-sungguh melaksanakan ketaatan dan beribadah kepada Allah

Kesungguhan dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kesungguhan dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah salah satu bentuk bakti kepada kedua orang tua. Kenapa demikian?

Ulama berkata karena seluruh amal shalih, amal kebajikan, amal kebaikan yang dilakukan oleh seorang anak, maka kembalinya kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya akan mendapatkan pahalanya. Marilah kita perhatikan dua dalil yang disebutkan oleh penulis di sini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿٣٩﴾

Dan tidaklah bagi manusia itu melainkan dia akan mendapatkan apa yang dia usahakan.” (QS. An-Najm[53]: 39)

Pada ayat yang mulia ini Allah kabarkan bahwa setiap manusia tidaklah mendapatkan di akhirat kelak melainkan apa yang diusahakan di atas muka bumi ini. Apa hubungannya dengan amal shalih dan ketaatan anak? Ini dijelaskan oleh Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang shahih riwayat Al-Imam At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dimana Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلْتُمْ مِنْ كَسْبِكُمْ وَإِنَّ أَوْلاَدَكُمْ مِنْ كَسْبِكُمْ

“Sesungguhnya sebaik-baik yang kalian makan adalah jerih payah kalian. Sesungguhnya anak-anak kalian itu hasil jerih payah kalian.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Pada hadits yang mulia ini Rasul kabarkan bahwa anak-anak kita adalah hasil dari usaha kita dan kita semua hasil dari usaha orang tua kita. Dengan hadits yang mulia ini, ulama berkata bahwa seluruh amalan yang keluar dari anak, maka pahalanya akan mengalir kepada kedua orang tuanya. Dan tadi Allah berfirman: “Tidaklah seseorang akan mendapatkan sesuatu melainkan apa yang telah dia usahakan.”

Oleh karena itu hendaknya kita bersungguh-sungguh untuk menjadi Muslim yang shalih atau shalihah, karena ini kesempatan. Kalau kita ingin membahagiakan kedua orang tua kita yang sudah meninggal, yang sudah tiada, yang sudah ada di kubur, yang sudah mendahului kita di alam barzakh, yang katanya kita merasa sedih belum bisa berbakti kepada mereka, maka berbaktilah dengan menjadi Muslim yang shalih, hamba Allah yang taat. Karena shalat kita, puasa kita, dzikir kita, qiroah Al-Qur’an kita, sedekah kita, ini akan kembali kepada kedua orang tua kita. Sesuai dengan apa yang disabdakan oleh Rasul yang mulia ‘Alaihish Shalatu was Salam, dimana beliau berkata: “Sesungguhnya anak-anak kalian itu adalah hasil dari usaha kalian.”

2. Mendoakan keduanya dan minta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk keduanya

Kita berdoa kepada Allah dan kita memintakan ampunan untuk kedua orang tua kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini cara bakti yang baik. Yang dibutuhkan oleh orang tua kita yang sudah meninggal adalah doa dari kita.

Anak yang shalih dan salihah tahu betul bagaimana dia berbakti kepada kedua orang tuanya apabila kedua orang tuanya sudah meninggal. Mereka di sana butuh dengan doa, hal ini karena mereka tidak sanggup beramal lagi, sudah tidak ada amalan, amalannya terputus.

Oleh karena itu kita yang masih hidup di atas muka bumi ini, ketika tahu dan sayang kepada bapak ibu kita yang sudah meninggal, maka hendaknya kita mendoakan dan memintakan ampun untuk keduanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di surat Al-Isra’ ayat 24:

…وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا ﴿٢٤﴾

“Dan ucapkanlah: ‘Wahai Rabb, kasihilah keduanya sebagaimana keduanya telah mendidikku sewaktu aku kecil.’” (QS. Al-Isra’[17]: 24)

Ayat yang mulia ini perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita semua agar kita mendoakan kedua orang tua kita.

Dalam sebuah hadits sahih yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ibnu Majah Rahimahullahu Ta’ala, Rasul yang mulia ‘Alaihish Shalatu was Salam bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ أَنَّى هَذَا فَيُقَالُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

“Ada seseorang di surga yang orang itu diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kemudian dia berkata: ‘Dari mana derajatku ini?’ Maka dikatakan kepada orang tersebut: ‘Derajat Anda naik terus dan naik terus diangkat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebab istigfar anak Anda untuk Anda.” (HR. Ibnu Majah)

Subhanallah.. Alangkah bahagianya orang tua yang punya anak shalih, orang tua yang punya anak tahu bagaimana caranya berbakti ketika dia sudah meninggal. Dan ini merupakan pelajaran untuk kita semua, tata cara bagaimana kita berbakti kepada kedua orang tua kita tatkala mereka sudah mendahului kita. Jangan bersedih, jangan sempit hati, jangan mengeluh dan jangan diam. Ketika kita ingat dan sayang kepada kedua orang tua kita, maka kita mintakan ampunan untuk kedua orang tua kita. Dan dengan sebab itu maka kedua orang tua kita akan diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, bi’idznillah.

Mereka membutuhkannya, amalan sudah terputus. Hal ini dikabarkan oleh Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits riwayat Muslim, Rasul bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang manusia telah meninggal, terputuslah amalnya kecuali tiga hal; kecuali kalau dia punya sedekah yang terus mengalir pahalanya, atau ilmu yang bermanfaat atau kalau memiliki anak shalih yang berdoa untuknya.” (HR. Muslim)

3. Memuliakan sahabat-sahabatnya dan menyambung hubungan dengan mereka

Ini di antara bakti kita kepada kedua orang tua kita. Ketika kita masih hidup, kita melihat bahwa orang tua kita mempunyai sahabat, orang tua kita punya kawan, punya teman yang mereka akrab bergaul, orang tua kita kadang-kadang mengunjungi dia dan dia pun kadang-kadang mengunjungi orang tua kita, orang tua kita sering menyebut-nyebut namanya, kadang-kadang memberi hadiah kepada mereka. Ketika orang tua kita meninggal, maka apa yang dilakukan oleh orang tua kita itu kita teruskan. Itu merupakan bakti yang sangat bakti.

Kita lihat hadits yang shahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَبَرُّ الْبِرِّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ وُدَّ أَبِيهِ

“Bakti yang paling tinggi, sebaik-baik bakti adalah seseorang menyambung dan memuliakan kawan-kawan dan sahabat-sahabat bapaknya.” (HR. Muslim)

Jadi ini merupakan bakti.

Ada hadits lain, yaitu yang dikeluarkan oleh Imam Ibnu Hibban dalam shahihnya. Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ أحبَّ أن يَصِلَ أباهُ في قبرِهِ، فلْيَصِلْ إخوانَ أبيهِ منْ بعدِهِ

“Siapa orangnya yang senang bersilaturahim (menyambung hubungan) kepada bapaknya di kuburnya, maka hendaknya dia menyambung hubungan dengan sahabat-sahabat bapaknya setelah kematian bapaknya.” (HR. Ibnu Hibban)

Misalnya bapak kita mempunyai kawan di sebuah desa. Kita harus sempatkan membawa hadiah dan datang kepada sahabat orang tua kita. Perbuatan kita ini merupakan bakti yang besar.

Suatu saat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma mengunjungi seseorang di kota Madinah. Ibnu ‘Umar berkata kepada orang tersebut:

أتدري لمَ أتَيْتُك ؟

“Apakah Anda tahu kenapa saya datang kepada Anda?”

Orang tersebut berkata: “Saya tidak tahu kenapa Anda datang.” Ibnu ‘Umar berkata:

سمِعْتُ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يقولُ: ( مَن أحَبَّ أنْ يصِلَ أباه في قبرِه فلْيصِلْ إخوانَ أبيه بعدَه ) وإنَّه كان بينَ أبي عُمَرَ وبينَ أبيكَ إِخاءٌ ووُدٌّ فأحبَبْتُ أنْ أصِلَ ذاك

“Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Siapa orang yang suka menyambung hubungan dengan bapaknya yang sudah ada di kuburnya, maka hendaknya orang tersebut menyambung hubungan dengan sahabat-sahabat bapaknya setelah sepeninggal bapaknya itu.’ Sesungguhnya antara bapakku ‘Umar dan bapak Anda ada hubungan tali kasih sayang. Oleh karena itu saya ingin dan saya suka menyambungnya untuk ini.”

Lihatlah saudaraku, Ibnu ‘Umar menyiapkan waktu untuk mendatangi anak daripada bapaknya yang itu merupakan kawannya ‘Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhuma. Ini menunjukkan bagaimana pengamalan kaum Salaf terhadap hadits Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sekaligus bagaimana bakti kaum Salaf kepada kedua orang tua mereka.

Ini sesuatu yang sangat penting. Marilah kita mempraktekkannya. Ketika kita melihat ada sahabat ayah kita atau sahabat ibu kita kemudian Ayah kita berbuat baik kepada mereka, kita pun harus berbuat baik kepada mereka. Hal ini merupakan bakti bahkan kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini adalah bakti yang paling utama.

4. Bersedekah dengan nama keduanya

Kalau kita punya kelebihan, apakah itu ilmu atau harta, kita bersedekah untuk keduanya. Apakah harta kita ini kita bangunkan masjid untuk kedua orang tua kita atau menggali sumur umum untuk kaum Muslimin, atau membuat jalan, atau membeli mushaf lalu kita sumbangkan kepada pesantren-pesantren atas nama kedua orang tua kita. Ini sangat bermanfaat sekali.

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, bahwa ada seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan berkata:

إِنَّ أُمِّي افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا وَإِنَّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ نَعَمْ ‏”‏‏.‏ فَتَصَدَّقَ عَنْهَا‏.

“‘Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dengan tiba-tiba. Dan saya kira kalau dia sanggup bicara, dia akan bersedekah. Apakah dia akan mendapatkan pahala kalau saya sedekah untuk dia?’ Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: ‘Iya, bersedekahlah untuknya.’” (HR. An-Nasa’i)

Ini menunjukkan ketika kita bersedekah untuk kedua orang tua kita yang sudah meninggal, maka pahalanya mengalir. Subhanallah, alangkah bahagianya orang tua kita yang sudah meninggal.

Jadi kalau kita ingin berbakti kepada kedua orang tua kita yang orang tua kita sudah meninggal, masih banyak jalan.

Selanjutnya: Keistimewaan berbakti kepada orang tua

Video Tentang Cara Berbakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Meninggal

Sumber video: Hak dalam Islam: Hak-Hak Orang Tua (Bagian ke-2) – (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

Demikian catatan “Cara Berbakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Meninggal”. Mari turut menyebarkan catatan kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..

Komentar

WORDPRESS: 0