5# Hati Yang Bersih Tentram dan Damai dengan Wali Allah

5# Hati Yang Bersih Tentram dan Damai dengan Wali Allah

pandai mendengar

Berikut pembahasan Hati Yang Bersih Tentram dan Damai dengan Wali Allah yang disampaikan Syaikh Shalih bin Abdul Aziz As-Sindi Hafidzahullahu Ta’ala.

Materi 20 – Cara Berjuang Melawan Riya’
Hikmah Tatkala Kita Berdosa – 5 Menit yang Menginspirasi
Materi 37 – ‘Ujub dengan Banyaknya Jumlah dan Harta

Berikut pembahasan Hati Yang Bersih Tentram dan Damai dengan Wali Allah yang disampaikan Syaikh Shalih bin Abdul Aziz As-Sindi Hafidzahullahu Ta’ala.

Transkrip sebelumnya: 4# Hati Yang Bersih Selamat dari Seluruh Perkara Yang Memutuskan Dia dari Mengingat Allah

Hati Yang Bersih Tentram dan Damai dengan Wali Allah

Sifat yang terakhir yaitu hati yang tentram, yang damai dengan wali-wali Allah, dengan orang-orang yang shalih.

Maksudnya bagaimana?

Yaitu seorang yang memiliki hati yang bersih, yang selamat, dia mendapati dalam hatinya rasa sayang kepada kaum Muslimin yang lainnya. Dia mencintai kaum Muslimin, dia menghendaki kebaikan bagi orang lain sebagaimana dia menghendaki kebaikan untuk dirinya. Dalam dirinya tidak ada hasad, dalam dirinya tidak ada dengki, dalam dirinya tidak ada kejengkelan kepada sesama kaum Muslimin.

Hati yang bersih yaitu hati yang tatkala dia melihat saudaranya mendapat kebaikan, dia gembira dan dia tidak hasad kepada saudaranya. Hati yang bersih, jika dia melihat saudaranya ternyata menuju kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, menuju kepada ketakwaan, melakukan kebaikan, maka dia pun gembira. Bahkan dia bantu saudaranya. Hati yang tidak membawa kedengkian, tidak membawa hasad terhadap sesama kaum Muslimin.

Hati yang bersih adalah hati yang jika melihat saudaranya terjerumus dalam kesalahan, dia bersedih, bukan bergembira. Dia ingin saudaranya tersebut segera kembali. Maka dia pun mendatangi saudaranya, maka dia nasehati dengan penuh kelembutan dan kebaikan.

Ketahuilah, kita semua ini tidak akan bisa masuk surga kecuali kita memiliki hati yang seperti ini, yang mencintai kaum Muslimin, yang tidak dengki dan hasad kepada mereka. Nabi telah bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah kalian akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman sampai kalian saling mencintai” (HR. Ibnu Majah)

Perhatikan di sini, Nabi mengatakan, “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai.” Saling mencintai diantara kaum Muslimin, tidak saling hasad, tidak saling dengki, tidak saling menjatuhkan.

أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

“Maukah aku tunjukkan kepada kalian suatu perkara yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai, tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Ibnu Majah)

Oleh karena itu, ketahuilah kita tidak akan masuk surga kecuali kita saling mencintai. Kalau sudah tumbuh kecintaan diantara kita, maka hati kita akan bersih, kita akan saling tolong-menolong, kita akan saling mudah dukung-mendukung, kita akan saling mudah bahu-membahu dalam kebaikan, kita saling bantu-membantu dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Adapun hati yang sakit, hati yang kronis, hati yang menderita, yang hati tersebut penuh dengan kejanggalan, hati tersebut penuh dengan kedengkian, hati tersebut penuh dengan hasad. Kalau dia melihat saudaranya di atas kebaikan, hatinya tidak terima, hatinya menderita, hatinya sakit melihat saudaranya berada di atas kebaikan. Dia bertanya, “Kok bisa? Kenapa Allah berikan kepada dia? Kenapa tidak diberikan kepadaku?” Seakan-akan dia protes kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Seorang penyair pernah berkata, “Wahai orang yang hasad kepadaku, taukah Anda kepada siapa Anda beradab yang buruk? Anda telah beradab buruk kepada Allah yang telah memberikan karunia kepadaku.”

Maka seorang hasad, sesungguhnya dia sedang terjerumus dalam su’ul adab (adab yang buruk) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka hati yang bersih adalah hati yang selamat terhadap saudara sesama Muslim, ia tidak jengkel, tidak dengki, tidak hasad kepada mereka.

Demikianlah para hadirin yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengeluarkan dari hati-hati kita kotoran-kotoran hati, penyakit-penyakit hati, semoga Allah Subhanahu ta’ala menjadikan hati kita hati yang bersih, hati yang selamat. Semoga Allah penuhi hati kita dengan senantiasa mengingat Allah dan mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah mempergunakan kita dalam menjalankan ketaatan kepadaNya. Dan semoga Allah menjauhkan kita dari perkara-perkara yang buruk, dari akhlak yang buruk, dari amal yang buruk, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan do’a-do’a dari hambaNya.

Video Hati Yang Bersih Tentram dan Damai dengan Wali Allah

Video: Ceramah Tentang Hati Manusia: Hati Yang Bersih

Mari turut menyebarkan catatan kajian “Hati Yang Bersih Tentram dan Damai dengan Wali Allah” ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Barakallahu fiikum..

COMMENTS

%d blogger menyukai ini: