5# Kaidah-Kaidah Bersabar: Balas Dendam Menjadikan Dirinya Hina

5# Kaidah-Kaidah Bersabar: Balas Dendam Menjadikan Dirinya Hina

Print Friendly, PDF & Email

Berikut pembahasan Kaidah-Kaidah Bersabar: Balas Dendam Menjadikan Dirinya Hina yang disampaikan Ustadz Abdullah Roy Hafidzahullahu Ta’ala.

Silahkan daftar atau login(GRATIS) terlebih dahulu untuk men-copy.. Barakallahu fiikum..

Transkrip sebelumny: 4# Kaidah-Kaidah Bersabar: Memaafkan Akan Menyelamatkan Hati

Transkrip Kaidah-Kaidah Bersabar: Balas Dendam Menjadikan Dirinya Hina

Kata beliau:

أن يعلم أنه ما انتقم أحد قط لنفسه إلا أورثه ذلك ذلاً يجده في نفسه، فإذا عفى أعزه الله.

Hendaklah seseorang menyadari apabila dia membalas orang lain untuk dirinya sendiri, maka itu akan mewariskan kepada dirinya kehinaan di dalam jiwanya. Namun apabila dia memaafkan, maka akan mewariskan kemuliaan di dalam dirinya.

Hal ini dirasakan oleh orang yang ketika dia membalas, justru kehinaan yang dia dapatkan. Tapi kalau dia memaafkan, maka dia akan mendapatkan di dalam dirinya ‘izzah (kemuliaan). Dan inilah yang digambarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan beliau adalah orang yang jujur dan dijujuri. Beliau mengatakan:

مَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا

“Tidaklah Allah menambah seorang hamba yang memaafkan kecuali kemuliaan.” (HR. Muslim)

Jadi, orang semakin memaafkan, maka akan semakin diberikan ‘izzah oleh Allah, diberikan kemuliaan dan kehormatan oleh Allah.

Beliau berkata:

فالعز الحاصل له بالعفو أحب إليه وأنفع له من العز الحاصل له بالانتقام،

Ngaji:
3# Kaidah-Kaidah Bersabar: Menyadari Pahala Sabar Ketika Dizalimi Orang Lain

Maka kemuliaan yang didapatkan oleh seseorang karena memaafkan, itu lebih dia cintai dan lebih bermanfaat bagi dia daripada kemuliaan yang didapatkan dengan cara membalas.

فإن هذا عِزٌّ في الظاهر وهو يورث في الباطن ذُلاً،

Karena sesungguhnya kalau kita membalas (kita dicela kemudian kita membalas dengan celaan), maka ini hanya kewibawaan secara dzahir saja. Tetapi dia mewariskan kehinaan di dalam batinnya.

والعفو ذل في الباطن وهو يورث العز باطناً وظاهراً.

Adapun orang yang memaafkan, maka ini adalah kerendahan di dalam batin. Tetapi dia mewariskan kehormatan baik secara batin maupun saran dzahir.

Jadi kalau kita membalas, maka dzahirnya kehormatan. Tetapi secara batin akan mewariskan kehinaan. Tapi kalau kita memaafkan, seakan-akan itu adalah kehinaan di dalam batin, tetapi dia mewariskan kehormatan dan kewibawaan baik secara batin maupun secara dzahir.

Kesimpulannya adalah bahwa orang yang membalas, maka ini akan mewariskan kepada jiwanya kehinaan. Tapi kalau dia memaafkan, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kepada dirinya ‘izzah (kehormatan).

Menit-45:51

Video Kaidah-Kaidah Bersabar: Balas Dendam Menjadikan Dirinya Hina

Ditulis dari video rekaman kajian ilmiah Yufid TV tentang Kaidah-Kaidah Dalam Bersabar – Ustadz Dr. Abdullah Roy, MA. Kitab ini juga pernah dibahas di Radio Rodja dengan judul 20 Sebab Kenapa Harus Memaafkan (Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.).

Ngaji:
2# Kaidah-Kaidah Bersabar: Hendaklah Seseorang Menyadari Dosa-Dosanya

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." (HR. Muslim no. 1893)

Jika ada kesalahan dalam transkrip silahkan menghubungi admin melalui WhatsApp085215169179

Terkait

Tinggalkan Balasan

Login/daftar untuk men-copy (GRATIS)