3# Kaidah-Kaidah Bersabar: Menyadari Pahala Sabar Ketika Dizalimi Orang Lain

3# Kaidah-Kaidah Bersabar: Menyadari Pahala Sabar Ketika Dizalimi Orang Lain

Berikut pembahasan Kaidah-Kaidah Bersabar: Menyadari Pahala Sabar Ketika Dizalimi Orang Lain yang disampaikan Ustadz Abdullah Roy Hafidzahullahu

2# Kaidah-Kaidah Bersabar: Hendaklah Seseorang Menyadari Dosa-Dosanya
Mukadimah 20 Cara Menjadi Orang Yang Sabar dan Tidak Pemarah
5# Kaidah-Kaidah Bersabar: Balas Dendam Menjadikan Dirinya Hina

Berikut pembahasan Kaidah-Kaidah Bersabar: Menyadari Pahala Sabar Ketika Dizalimi Orang Lain yang disampaikan Ustadz Abdullah Roy Hafidzahullahu Ta’ala.

Silahkan daftar atau login(GRATIS) terlebih dahulu untuk men-copy.. Barakallahu fiikum..

Transkrip sebelumnya: 2# Kaidah-Kaidah Bersabar: Hendaklah Seseorang Menyadari Dosa-Dosanya

Transkrip Kaidah-Kaidah Bersabar: Menyadari Pahala Sabar Ketika Dizalimi Orang Lain

Menit-29:19

Diantara hal yang menjadikan kita bersabar dalam menghadapi fitnah dari manusia (poin-poin ini sangat penting bagi kita khususnya yang ingin mendakwahi manusia) adalah:

أن يشهد العبد حسن الثواب الذي وعده الله لمن عفى وصبر

Seorang hamba menyadari tentang besarnya pahala yang Allah janjikan bagi orang yang memaafkan dan orang yang bersabar. Sebagaimana firman Allah:

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّـهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ ﴿٤٠﴾

Dan balasan sebuah kejelekan adalah kejelekan yang serupa (boleh seseorang membalas kejahatan dengan kejelekan yang serupa, yaitu tidak sampai mendzalimi), maka barangsiapa yang memaafkan orang yang mendzalimi dirinya, memaafkan orang yang mencela dirinya dan dia memperbaiki, maka pahalanya adalah atas Allah. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang dzalim.” (QS. Asy-Syura[42]: 40)

Di dalam ayat ini Allah menyebutkan tiga jenis manusia dan sikap mereka ketika menghadapi kedzaliman orang lain:

  • orang yang membalas kejelekan tersebut dengan kejelekan yang serupa,
  • orang yang memaafkan ketika dicela,
  • orang-orang yang dzalim. Yaitu membalas kejelekan dengan kejelekan yang lebih dahsyat atau lebih besar,
Ngaji:
Mukadimah 20 Cara Menjadi Orang Yang Sabar dan Tidak Pemarah

Yang paling afdhal adalah orang yang memaafkan. Karena Allah mengatakan:

فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّـهِ

maka pahalanya adalah atas Allah.

Kalimat seperti ini menunjukkan tentang besarnya pahala orang yang memaafkan orang lain. Maka seseorang ketika dia dicela, hendaknya dia mengingat ayat seperti ini. Ayat tentang keutamaan orang yang memaafkan. Demikian pula firman Allah ‘Azza wa Jalla di dalam ayat yang lain Allah mengatakan ketika menyebutkan sifat orang-orang yang bertakwa:

وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ

mereka adalah orang-orang yang memaafkan manusia.” (QS. Ali-Imran[3]: 134)

Kemudian beliau mengatakan bahwa ketika manusia membalas ujian dari manusia ada tiga golongan; pertama orang yang dzalim yang membalas lebih dari hajatnya, yang kedua adalah orang yang membalas dengan kejelekan yang serupa, kemudian yang ketiga adalah orang yang berbuat baik yaitu orang yang memaafkan orang lain.

Maka Allah menyebutkan tiga golongan ini di dalam ayat ini; pertama untuk orang yang muqtashid (orang yang pertengahan, membalas kejelekan dengan kejelekan yang serupa), dan yang pertengahan adalah untuk orang-orang yang memaafkan dan yang terakhir adalah untuk orang yang dzalim, mereka adalah orang-orang yang membalas kedzaliman dengan kedzaliman yang lebih dahsyat.

Kemudian hendaklah dia mengingat dan merasakan serta merenungkan sebuah hadits dimana di hari kiamat akan dikatakan supaya berdiri orang yang pahalanya atas Allah. Maka disebutkan bahwasannya tidak berdiri saat itu kecuali orang yang memaafkan. Ini menunjukkan tentang keutamaan yang besar dan pahala yang besar bagi orang yang memaafkan orang yang telah mencela dirinya.

Ngaji:
2# Kaidah-Kaidah Bersabar: Hendaklah Seseorang Menyadari Dosa-Dosanya

Kemudian beliau mengatakan bahwa ditambah lagi apabila dia menyadari ruginya orang yang tidak memaafkan. Orang yang tidak memaafkan maka dia akan kehilangan pahala. Kalau dia membalas kejelekan tersebut dengan dia membalas dendam, maka dia akan kehilangan pahala yang besar.

Ini diucapkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, cara yang ketiga supaya bersabar adalah kita mengingat kembali pahala yang besar bagi orang yang bersabar dan juga memaafkan orang lain serta ruginya orang yang tidak memaafkan orang lain.

Menit-36:43

4# Kaidah-Kaidah Bersabar: Memaafkan Akan Menyelamatkan Hati

Video Kaidah-Kaidah Bersabar: Menyadari Pahala Sabar Ketika Dizalimi Orang Lain

Ditulis dari video rekaman kajian ilmiah Yufid TV tentang Kaidah-Kaidah Dalam Bersabar – Ustadz Dr. Abdullah Roy, MA. Kitab ini juga pernah dibahas di Radio Rodja dengan judul 20 Sebab Kenapa Harus Memaafkan (Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.).

COMMENTS

WORDPRESS: 1
  • comment-avatar

    […] Transkrip sebelumny: 3# Kaidah-Kaidah Bersabar: Menyadari Pahala Sabar Ketika Dizalimi Orang Lain […]

  • Login/daftar untuk men-copy (GRATIS)