Materi 22 – Doa Ketika Dipuji Agar Tidak Riya’

Materi 22 – Doa Ketika Dipuji Agar Tidak Riya’

pandai mendengar

Tulisan tentang "Materi 22 - Doa Ketika Dipuji Agar Tidak Riya'" ini adalah catatan yang kami tulis dari Audio kajian khusus peserta WAG UFA OFFICIAL 

Materi 26 – Riya’ Terselubung 2
Materi Kultum Singkat Yang Menarik: Beriman Dikala Sendiri
Hati-Hati Ada Ahli Ibadah Masuk Neraka!

Tulisan tentang “Materi 22 – Doa Ketika Dipuji Agar Tidak Riya’” ini adalah catatan yang kami tulis dari Audio kajian khusus peserta WAG UFA OFFICIAL yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. Hafidzahullah.

Sebelumnya: Materi 21 – Doa Terhindar Dari Riya’

Transkrip Materi 22 – Doa Ketika Dipuji Agar Tidak Riya’

 بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, tips berikutnya agar kita terhindar dari riya‘ yang juga tips ini sama dengan tips sebelumnya, berkaitan dengan doa. Hanya saja doa yang kedua ini diucapkan ketika kita dipuji oleh orang. Karena sesungguhnya pujian itu pengaruhnya sangat besar. Kalau orang tidak kuat, maka bisa jadi dirinya tertimpa dengan riya’.

Oleh karenanya tidak boleh sembarangan kita memuji. Ada sebagian orang kalau kita puji dia kuat, tidak jadi masalah. Sebagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terkadang memuji sebagian sahabatnya karena Nabi tahu bagaimana mereka kuat iman mereka. Tapi sebagian lain Nabi melarang sebagian sahabat memuji sebagai sahabat yang lain. Khawatir yang dipuji akhirnya bisa berubah. Bayangkan, seseorang sudah berusaha untuk ikhlas, tiba-tiba dia dipuji dengan pujian yang membuat dia bisa berubah, amalnya bisa berubah, bisa ujub, dia bisa merasa besar, dia bisa merasa hebat, kemudian tadinya ikhlas bisa berubah menjadi riya’.

Oleh karenanya dalam satu hadits, dari Abu Musa Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata:

سَمِعَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم رَجُلاً يُثْنِي عَلَى رَجُلٍ وَيُطْرِيهِ فِي الْمِدْحَةِ

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendengar ada seorang lelaki memuji seorang lelaki yang lain. Dan dia memuji berlebih-lebihan.”

فَقَالَ ‏ “‏أَهْلَكْتُمْ أَوْ قَطَعْتُمْ ظَهْرَ الرَّجُلِ ‏”‏

“Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: ‘Kalian telah membinasakan saudara kalian yang kalian puji atau kalian telah mematahkan punggung orang yang kalian puji.'” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menjadikan orang itu bisa binasa ketika seseorang dipuji dengan berlebih-lebihan. Kenapa bisa binasa? Karena agamanya jadi binasa. Bayangkan, dia tadinya ikhlas, tadinya tulus, bisa berubah menjadi orang yang ujub, bisa berubah menjadi orang yang riya’, gara-gara pujian.

Oleh karenanya, ikhwan.. Hati-hati, kita tidak sembarangan memuji orang lain. Karena tidak semua orang kuat untuk bisa dipuji, terkadang dengan pujian tersebut menjadikan agama mereka menjadi hancur.

Oleh karenanya dalam satu hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:

إِذَا رَأَيْتُمُ الْمَدَّاحِينَ فَاحْثُوا فِي وُجُوهِهِمُ التُّرَابَ

“Jika kalian melihat ada orang tukang muji (selalu muji sana muji sini, mungkin penjilat, mungkin cari muka dan yang lainnya), maka lemparkanlah pasir di wajah-wajah mereka.”

Karena pujian itu memang berbahaya.

Terus bagaimana kalau kita dipuji?

Ada doa yang diucapkan oleh sebagian sahabat atau para sahabat ketika mereka dipuji. Dan doa ini diucapkan oleh mereka agar mengingatkan diri mereka tentang hakikat diri mereka. Jadi kita ikuti doa para sahabat. Apa doa mereka ketika mereka dipuji?

اللَّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ

“Ya Allah janganlah Engkau menghukum aku akibat apa yang mereka ucapkan (yaitu akibat pujian mereka).”

واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ

“Dan ampunilah aku atas apa-apa yang tidak mereka ketahui.”

واجْعَلْنِي خَيْراً مِمَّا يَظُنُّونَ

“Dan jadikan aku lebih baik daripada apa yang mereka persangkakan.”

Penjelasan doa ketika dipuji

Ini doa luar biasa.

اللَّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ

“Ya Allah janganlah Engkau siksa aku akibat apa yang mereka ucapkan (akibat pujian mereka kepadaku).”

واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ

“Dan ampunilah aku atas apa-apa yang tidak mereka ketahui tentang diriku.”

واجْعَلْنِي خَيْراً مِمَّا يَظُنُّونَ

“Dan jadikan aku lebih baik daripada apa yang mereka persangkakan.”

Ketika kita dipuji, setan terkadang membawa diri kita merasa diri kita besar. Maka segera kita lawan setan tersebut, segera kita mengingatkan siapa hakikat diri kita. Yaitu dengan kita mengucapkan:

اللَّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ

“Ya Allah janganlah Engkau siksa aku dengan apa yang mereka ucapkan.”

Mereka tidak mengetahui hakikat diri kita. Makanya kita berkata lagi setelah itu:

واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ

“Dan ampunilah aku atas apa-apa yang tidak mereka ketahui tentang diriku.”

Kalau mereka tahu tentang dosa-dosaku tatkala bersendirian, dosa-dosaku tatkala tidak ada yang melihat, aib-aibku yang Engkau tutup Ya Allah, kalau mereka tahu tentu tidak ada seorangpun yang memujiku. Maka ampunilah aib-aibku tersebut. Ampunilah dosa-dosaku yang mereka tidak melihatnya sehingga mereka memujiku.

Ketika kita mengucapkan hal ini, “Ampunilah aku atas dosa-dosaku yang mereka tidak ketahui, aib-aibku yang tidak mereka ketahui,” itu secara langsung kita mengingatkan diri kita agar kita tidak ujub. Maka jangan ragu-ragu ikhwan, kalau antum dipuji, ucapkan doa tersebut.

اللَّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ

“Ya Allah janganlah Engkau siksa aku akibat perkataan mereka.”

واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ

“Dan ampunilah aku atas apa-apa yang tidak mereka ketahui tentang aibku dan dosa-dosaku.”

واجْعَلْنِي خَيْراً مِمَّا يَظُنُّونَ

“Dan mudah-mudahan aku lebih baik daripada apa yang mereka persangkakan.”

Dan itu semua mudah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika seorang berusaha untuk ikhlas, berusaha melawan riya’, maka Allah bisa mengangkat derajatnya lebih tinggi. Itu mudah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan sebagian ulama berpendapat bahwasanya doa ini kita ucapkan dengan suara yang didengar oleh orang yang memuji. Sehingga mengingatkan orang yang memuji agar tidak berlebih-lebihan memuji kita, agar mereka sadar bahwa kita ini juga penuh kekurangan. Jangan ketika kita dipuji kita malah mesem-mesem, malah senyam-senyum, malah bangga. Tidak, kita ingatkan diri kita dan kita ingatkan dia.

Ketika kita mengatakan:

واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ

“Ya Allah maafkanlah aku dari apa yang tidak mereka ketahui.”

Kita ingatkan kepada orang yang memuji kita tersebut bahwa kita ini bukan siapa-siapa, banyak kekuranganku yang kau tidak tahu.

Semoga kawan-kawan dengan doa ini bisa terhindar daripada riya’, saya ulangi doanya:

اللَّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ واجْعَلْنِي خَيْراً مِمَّا يَظُنُّونَ

“Ya Allah janganlah Kau siksa aku atas apa yang mereka ucapkan, ampunilah aku atas apa yang mereka tidak ketahui, jadikan aku lebih baik daripada yang mereka persangkakan.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Selanjutnya: Materi 23 – Menyembunyikan Amal Shalih

Perhatian Materi 22 – Doa Ketika Dipuji Agar Tidak Riya’

⚠️ Note: Kalau team UFA merevisi audionya, insyaAllah catatan ini juga akan direvisi sesuai dengan audio yang baru.

Komentar

WORDPRESS: 0