Hikmah Kisah Nabi Ya’qub Ketika Terkena Musibah

Hikmah Kisah Nabi Ya’qub Ketika Terkena Musibah

pandai mendengar

Apapun yang kita alami kita senantiasa berhusnudzan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bisa jadi ujian tersebut adalah tanda cinta Allah kepada hambaNya.

Materi Ceramah Singkat Tentang Sedekah Yang Paling Utama
Contoh Ceramah Singkat Tentang Pergaulan: Handphone Melalaikanmu
Kekufuran dan Hati yang Tertutup

Tulisan tentang “Hikmah Kisah Nabi Ya’qub Ketika Terkena Musibah” ini adalah catatan faedah dari ceramah singkat yang dibawakan oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc. MA. Hafidzahullahu Ta’ala.

Hikmah Kisah Nabi Ya’qub Ketika Terkena Musibah

Nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam di zamannya adalah orang yang paling termulia, yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang paling dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia seorang Nabi dan dialah yang namanya Israil, makanya anak-anaknya disebut dengan Banu Israil.

Meskipun dia adalah orang yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, tapi justru dia yang paling diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka dia dipisahkan dari putra yang sangat dicintai, yaitu Yusuf ‘Alaihis Salam. Yang di mana jangankan berpisah, bahkan ketika kakak-kakaknya mengajak Yusuf untuk pergi dari rumah cuma satu siang saja untuk bermain-main, dia sudah merasa sedih. Dia berkata:

إِنِّي لَيَحْزُنُنِي أَن تَذْهَبُوا بِهِ

Aku sungguh sedih jika kalian bawa pergi adik kalian Yusuf.” (QS. Yusuf[12]: 13)

Baru berpisah sebentar dia sudah merasakan kesedihan yang luar biasa karena begitu sayangnya dia kepada Yusuf. Apalagi kemudian Yusuf akhirnya harus terpisah darinya puluhan tahun.

Al-Hasan Al-Bashri mengatakan Yusuf terpisah dari Ya’qub ‘Alaihis Salam setelah 40 atau 80 tahun baru kemudian mereka bertemu kembali. Dan setiap hari Ya’qub ‘Alaihis Salam bersedih, bahkan sampai:

وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ

Sampai matanya menjadi putih dan buta.” (QS. Yusuf[12]: 84)

Buta gara-gara terus menangis memikirkan putranya (Yusuf) yang dia tidak tahu bagaimana nasib putranya Yusuf ‘Alaihis Salam tersebut. Sehingga dia berkata:

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

Sesungguhnya aku hanya mengeluhkan kesedihan dan penderitaanku hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Yusuf[12]: 86)

Ini pelajaran bagi kita -para jamaah yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala- bahwasanya bukan berarti jika seorang diuji berarti Allah benci sama dia, berarti Allah mencampakkan dia, menghinakan dia. Lihatlah Ya’qub ‘Alaihis Salam, seorang yang paling dicintai Allah dizamannya, dia diuji dengan ujian yang sangat berat, dipisahkan dari orang yang sangat dia cintai.

Oleh karenanya apapun yang kita alami kita senantiasa berhusnudzan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bisa jadi ujian tersebut adalah tanda cinta Allah kepada hambaNya. Dalam satu hadits:

وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ

“Jika Allah mencintai sebuah kaum, Allah akan menguji mereka.” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadits yang lain:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, Allah timpakan musibah baginya.” (HR. Bukhari)

Kita tidak berharap dikasih musibah, tapi kalau kita dikasih musibah, kita husnudzan kepada Rabbul ‘Alamin bahwasanya musibah tersebut untuk menghilangkan dosa-dosa kita, untuk mengangkat derajat kita, dan ada hikmah-hikmah yang Allah kehendaki dibalik musibah tersebut.

Mp3 Ceramah Singkat

Sumber mp3: Team kelas UFA Official

Mari turut menyebarkan catatan kajian tentang “Hikmah Kisah Nabi Ya’qub Ketika Terkena Musibah” ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..

Komentar

WORDPRESS: 0