Materi 47 – Tawakal Sebab Datangkan Rezeki

Materi 47 – Tawakal Sebab Datangkan Rezeki

iklan erto's

Tulisan tentang “Materi 47 – Tawakal Sebab Datangkan Rezeki” ini adalah catatan yang kami tulis dari Audio kajian khusus peserta WAG UFA OFFICIAL yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. Hafizhahullah.

Sebelumnya: Materi 46 – Tawakal akan Mendapat Pahala Besar, Tawakal sebagai Benteng dari Godaan Setan, dan Tawakal Sebab Dicintai Allah

Materi 47 – Tawakal Sebab Datangkan Rezeki

Di antara keistimewaan tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, barangsiapa yang bertawakal akan dimudahkan urusannya. Di antaranya ketika seorang bertawakal dalam rangka mencari rezeki.

Al-Imam Ibnu Rajab Al-Hambali dalam kitabnya Jami’ul ulum wal hikam (Arab:  جامع العلوم والحكم) menyebutkan: “Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah dengan tawakal yang tinggi kemudian berusaha meskipun usahanya tidak optimal, ini bisa mendatangkan rezeki yang banyak.”

Benar bahwa harus berusaha, tetapi yang penting tawakalnya harus tinggi di samping usaha. Mungkin usahanya tidak seoptimal orang-orang lain, namun jika tawakalnya tinggi, insyaAllah Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memudahkan rezeki baginya.

Dalilnya adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُوا خِمَاصاً وَتَرُوْحُ بِطَاناً

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan tawakal yang sesungguhnya, maka Allah akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Allah memberi rezeki kepada burung. Lihatlah burung yang pergi dipagi hari dalam kondisi perut kosong dan pulang di sore hari dalam kondisi kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Di sini burung berusaha, tetapi dia punya tawakal yang sangat tinggi, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan rezeki baginya.

Padahal kita tahu burung tidak punya kemampuan untuk berpikir seperti manusia yang tahu tentang bagaimana cara mencari rezeki, bagaimana mencari keuntungan yang banyak, tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan rezeki kepada burung-burung tersebut.

Mereka berangkat di pagi hari kemudian pulang kondisi perut kenyang bahkan membawakan makan buat anak-anak mereka.

Karenanya dalam shahih Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda tentang bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memuji orang yang hatinya seperti burung.

Kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَقْوَامٌ أَفْئِدَتُهُمْ مِثْلُ أَفْئِدَةِ الطَّيْرِ

“Beberapa kaum masuk surga karena hati mereka seperti hati burung.” (HR. Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwasanya yaitu karena mereka bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan kita sudah jelaskan bahwasanya tawakal adalah sebab masuk surga. Tapi mengapa mengkhususkan burung? Yaitu karena bertawakal dalam mencari rezeki.

Kebanyakan kita ketika mencari rezeki menyandarkan pada kemampuan kita, menyandarkan pada pengalaman kita, kita bersandar kepada kehebatan kita, sehingga tawakal kita kurang. Ada tawakal tapi kurang.

Lain halnya dengan burung yang dia tidak mengerti bagaimana cara mencari rezeki, cara mengambil keuntungan yang banyak, kapan kesempatan-kesempatan yang besar, musim-musim yang tepat, mereka tidak mengerti itu semua. Karena akal mereka tidak seperti akal manusia. Tapi mereka punya tawakal.

Nah, di antara orang-orang yang masuk surga, tawakal mereka seperti burung. Dari sini kita perbaiki diri kita ketika kita mencari rezeki.

Kita berusaha, bukan berarti malas di rumah/ tidak bergerak/ tidak beraktivitas, tapi tawakalnya kita tingkatkan lagi levelnya. Sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan rezeki kepada kita karena kita bertawakal kepada sang Maha Pemberi Rezeki.

Kalau tawakal kita benar, Sang Maha Pemberi Rezeki tersebut akan memudahkan rezeki kepada kita. Tawakal yang tinggi dengan usaha yang sedikit memudahkan kita meraih rezeki yang halal.

▬▬•◇✿◇•▬▬

Mari turut menyebarkan catatan kajian tentang “Materi 47 – Tawakal Sebab Datangkan Rezeki” ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Baarakallahu fiikum..

Komentar

WORDPRESS: 0
DISQUS: