Amal Kebaikan Akan Menghapuskan Dosa Kecil

Amal Kebaikan Akan Menghapuskan Dosa Kecil

dukung ngaji id

Para ulama menganalogikan dosa-dosa seperti najis, sementara kebaikan-kebaikan seperti air yang bersih. Jika air yang bersih tersebut sangat banyak, maka dosa-dosa bisa terleburkan.

Ceramah Singkat: Tinggalkan yang Meragukan
Materi 77 – Tawadhu’nya Nabi Kepada Bawahannya
Khutbah Jumat: Pentingnya Berilmu Sebelum Beramal

Tulisan tentang “Amal Kebaikan Akan Menghapuskan Dosa Kecil” ini adalah catatan faedah dari ceramah singkat yang dibawakan oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc. MA. Hafidzahullahu Ta’ala.

Amal Kebaikan Akan Menghapuskan Dosa Kecil

Tadi kita dengarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Dirikanlah shalat di ujung-ujung hari, juga dimalam hari (maksudnya shalat lima waktu), sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghilangkan keburukan-keburukan.” (QS. Hud[11]: 114)

Ayat ini berkaitan dengan kejadian salah seorang sahabat di ujung kota Madinah yang melakukan kesalahan/kemaksiatan. Dia menggoda seorang wanita, dia sentuh, dia pegang, namun tidak dia gauli. Setelah itu dia sangat menyesal, maka dia pun datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dia berkata:

يا رسولَ اللهِ ، أقِمْ عليَّ حَدِّي

“Ya Rasulullah, tegakkanlah hukum had kepadaku.”

Maksudnya seperti zina dirajam atau dicambuk, dia minta ditegakkan hukum had agar dia bersih dari dosa-dosa tersebut. Dia telah menyentuh seorang wanita namun tidak dia gauli.

Kita tahu tidak ada hukum had bagi orang seperti ini, karena tidak sampai pada derajat zina. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak memberi jawaban.

Kemudian orang ini pun ikut shalat berjamaah bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Setelah selesai shalat jamaah, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membacakan kepada sahabat ini ayat yang tadi kita bacakan.

“Dirikanlah shalat, bahwasanya kebaikan-kebaikan bisa menghilangkan dosa-dosa.”

Artinya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan: “Apakah engkau shalat berjama’ah bersama kami?” Dia menjawab: “Iya Ya Rasulullah.” “Sesungguhnya Allah telah memaafkan dosa-dosamu.”

Ayat ini menunjukkan bahwasanya dosa-dosa bisa diampuni dengan beberapa cara. Bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullahu Ta’ala menyebutkan bahwa dosa-dasa bisa terampuni dengan 10 cara, salah satunya dengan bertaubat. Yang kita tahu semua dengan bertaubat, tapi ternyata masih ada 9 cara yang lain.

Di antara salah satu cara dari 10 cara tersebut adalah dengan banyak melakukan kebaikan. Siapa yang melakukan banyak kebaikan, maka dosa-dosanya bisa terleburkan.

Makanya para ulama menganalogikan dosa-dosa seperti najis, sementara kebaikan-kebaikan seperti air yang bersih. Jika air yang bersih tersebut sangat banyak, maka dosa-dosa bisa terleburkan. Karenanya ketika ada seorang Arab Badui kencing di Masjid, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan untuk mengambil seember air kemudian seember air tersebut ditumpahkan ke air kencing yang sejatinya sangat najis, tapi karena airnya banyak, maka nasjidnya pun hilang.

Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda tentang air bersih, kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

إذا بلغَ الماءُ قلَّتين لمْ يحملِ الخبثَ

“Jika air telah mencapai 2 qullah (yaitu sekitar 200 liter/1 drum), maka tidak akan mengandung najis.”

Artinya kalau najis kecil-kecil masuk, dia tidak berpengaruh.

Maka seseorang dalam kehidupan ini, perbanyak amal shalih. Kalau amal shalihnya banyak, berbakti kepada orang tua, sedekah, shalat malam, baca Al-Qur’an, kalau ada dosa-dosanya yang tidak terlalu besar, maka akan melebur meskipun dia tidak minta ampun kepada Allah. Apalagi kalau dia menyertakan dirinya dengan taubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Makanya ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada seorang sahabat, kata Nabi:

اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ

“Bertakwalah di manapun engkau berada.”

Dan namanya orang bertakwa tidak akan bisa selamanya. Suatu saat dia akan melakukan kesalahan. Ketika engkau melakukan kesalahan/dosa, kata Nabi:

وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا

“Ikutkanlah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapuskan kesalahan.”

Jadi kalau orang baru melakukan dosa, segera banyak melakukan kebajikan. Selain dia bertaubat, dia lakukan sebab yang lain, yaitu banyak melakukan kebajikan; bersedekah, berbakti sama orang tua, menyambung silaturahmi, shalat malam, baca Al-Qur’an, maka mudah-mudahan dosa-dosanya bisa diampuni. Juga shalat berjamaah sebagaimana kita sebutkan dalam haditsnya.

Sebagian ulama mengatakan jika Anda melihat aurat wanita yang terbuka, maka segera banyak melihat Al-Qur’an dengan membacaannya, semoga bisa menjadi penghapus dosa pandangan mata Anda tersebut.

Mp3 Ceramah Singkat

Sumber mp3: Team kelas UFA Official

Mari turut menyebarkan catatan kajian tentang “Amal Kebaikan Akan Menghapuskan Dosa Kecil” ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..

Komentar

WORDPRESS: 0