Catatlah Utang Piutangmu !!

Catatlah Utang Piutangmu !!

pandai mendengar

Allah perhatian kepada hamba-hambaNya, sampai aturan utang-piutang Allah turunkan ayat terpanjang. Kalau Allah dalam urusan begini saja perhatian sama kita, apalagi urusan-urusan yang lain.

Hikmah Surat At Talaq, Antara Perceraian dan Takwa
Mahalnya Hidayah: Kisah Istri Nabi Nuh, Nabi Luth dan Fir’aun
Sabar Hanya Berlaku Di Dunia, Tapi Tidak di Neraka

Tulisan tentang “Catatlah Utang Piutangmu !!” ini adalah catatan faedah dari ceramah singkat yang dibawakan oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc. MA. Hafidzahullahu Ta’ala.

Catatlah Utang Piutangmu !!

Para jamaah shalat subuh yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, tadi kita dengarkan ayat terpanjang dalam Al-Qur’an, yaitu bagian-bagian terakhir dari surat Al-Baqarah. Itulah ayat yang terpanjang, dan ayat terpanjang tersebut ternyata berkaitan tentang masalah utang-piutang.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ

Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian ada utang-piutang, maka catatlah.”

Kemudian Allah perinci sampai panjang.

Di antara faedah ayat ini, yaitu seorang kalau ada utang-piutang, dicatat. Sehingga yang memberi utang enak untuk menagih, dan yang pinjam uang juga sadar bahwasanya dia punya utang. Karena kalau adab ini terkadang dilalaikan, karena kawan, karena saling kenal, akhirnya nanti ujung-ujungnya jadi tidak enak. Yang mau nagih tidak ada buktinya, yang ditagih lupa atau pura-pura lupa.

Oleh karenanya untuk menutup celah-celah ini, di antaranya disunnahkan bagi kita ketika terjadi utang-piutang adalah dengan mencatatnya.

Dulu ada kawan saya di Madinah, orang Kuwait. Dia pernah meminjam uang sama saya dan saya tidak punya uang. Akhirnya saya pinjamkan dari teman saya orang Saudi, kemudian saya kasih ke dia. Setelah saya kasih uang ke teman saya orang Kuwait tersebut, dia bilang: “Firanda, kita catat dulu.” Saya bilang: “Ngga perlu.” Kata dia: “Nggak, ini sunnah Firanda, kita catat.”

Sehingga meskipun saya kenal baik sama dia, bahkan dia sering menolong saya, saya sering numpang mobilnya kalau ke Universitas, karena saya belum punya mobil ketika itu, tapi tetap dia mau catat karena dia ingin menjalankan sunnah. Ini di antara hal yang kalau kita jalankan sunnah, ajaran Islam, insyaAllah lebih selamat.

Kemudian ayat yang terpanjang ini juga dianggap oleh sebagian ulama sebagai أَرْجَى آيَةٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ (Ayat yang paling memberi harapan bagi hamba-hamba Allah).

Kenapa bisa memberi harapan? Kata mereka bahwa ayat ini berbicara tentang kemaslahatan utang-piutang, kemaslahatan duniawi. Sampai Allah turunkan ayat yang panjang tentang masalah ini. Artinya Allah perhatian kepada hamba-hambaNya, sampai aturan utang-piutang Allah turunkan ayat terpanjang. Dan ini menunjukkan kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNya. Agar tidak terjadi apa-apa di kemudian hari.

Kalau Allah dalam urusan begini saja perhatian sama kita, apalagi urusan-urusan yang lain.

Maka seseorang senantiasa husnudzan kepada Rabbnya, senantiasa berharap kepada Rabbnya, dan terus berusaha bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam menjalankan syariatNya ada keselamatan dan ada kebahagiaan.

Lihat juga: Kultum Tentang Hutang Dalam Islam: Menunda Pembayaran Hutang adalah Kedzaliman

Mp3 Ceramah Singkat

Sumber mp3: Team kelas UFA Official

Mari turut menyebarkan catatan kajian tentang “Catatlah Utang Piutangmu !!” ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..

Komentar

WORDPRESS: 0