Ceramah Singkat: Kriteria Rumah Idaman Islami

Ceramah Singkat: Kriteria Rumah Idaman Islami

dukung ngaji id

"Kriteria Rumah Idaman Islami" merupakan catatan transkrip kajian dari ceramah singkat yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafizhah

Khutbah Jum’at : Keagungan Al-Qur’anul Karim
Al-Qur’an dan Hadits Mengisyaratkan Seseorang Untuk Bekerja
Perhatian Al-Qur’an dan Hadits Terhadap Waktu

“Kriteria Rumah Idaman Islami” merupakan catatan transkrip kajian dari ceramah singkat yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafizhahullahu Ta’ala

Ceramah Singkat: Kriteria Rumah Idaman Islami

Siapa di antara kita yang ingin punya rumah idaman? Tentu rumah yang kita idam-idamkan. Apakah rumah idaman itu berarti rumah yang mewah atau rumah yang serba ada fasilitasnya? Atau yang seperti apa?

Rumah idaman tentunya adalah yang sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, yang diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan rumah yang dimasuki oleh Malaikat Rahmat.

Lalu bagaimana kita bisa menjadikan rumah kita sebagai rumah yang sakinah penuh dengan ketenangan, keberkahan, dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala?

1. Tidak Ada Patung/ Gambar Makhluk Bernyawa

Ya akhal Islam,

Yang pertama adalah jangan sampai rumah kita mengundang para jin dan mengusir Malaikat Rahmat. Kita ini terkadang lebih suka mengusir Malaikat Rahmat dan lebih suka mengundang jin dengan memajang foto-foto makhluk bernyawa di dalam rumah kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلاَ صُورَةٌ

“Sesungguhnya malaikat itu tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar-gambar makhluk bernyawa.” (Hadits Shahih Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Subhanallah. Maksud malaikat di dalam hadits ini adalah Malaikat Rahmat. Bayangkan, kalau malaikat itu tidak masuk ke rumah kita dan itu Malaikat Rahmat yang membawa rahmat dari Allah. Berarti rumah kita kosong dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sangat merugi sekali.

Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya, suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berjanji untuk bertemu dengan Malaikat Jibril. Malam itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunggu dan ternyata Malaikat Jibril tak kunjung datang.

Di pagi harinya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar rumah. Kemudian ternyata beliau bertemu dengan Malaikat Jibril. Lalu Malaikat Jibril berkata,

أَتَيْتُكَ الْبَارِحَةَ فَلَمْ يَمْنَعْنِي أَنْ أَكُونَ دَخَلْتُ إِلاَّ أَنَّهُ كَانَ عَلَى الْبَابِ تَمَاثِيلُ وَكَانَ فِي الْبَيْتِ قِرَامُ سِتْرٍ فِيهِ تَمَاثِيلُ وَكَانَ فِي الْبَيْتِ كَلْبٌ فَمُرْ بِرَأْسِ التِّمْثَالِ الَّذِي فِي الْبَيْتِ يُقْطَعُ فَيَصِيرُ كَهَيْئَةِ الشَّجَرَةِ وَمُرْ بِالسِّتْرِ فَلْيُقْطَعْ فَلْيُجْعَلْ مِنْهُ وِسَادَتَيْنِ مَنْبُوذَتَيْنِ تُوطَآنِ وَمُرْ بِالْكَلْبِ فَلْيُخْرَجْ

“Sebetulnya tadi malam aku datang namun tidak ada yang mencegahku untuk untuk masuk ke rumahmu, kecuali karena di dalam rumah terdapat tirai dari kain tipis yang bergambar patung dan di dalam rumah itu terdapat seekor anjing. Perintahkan agar gambar kepala patung yang berada di pintu rumah dipotong sehingga bentuknya menyerupai pohon, dan perintahkan agar tirai itu dipotong dan dijadikan dua buah bantal untuk bersandar dan perintahkan agar anjing itu keluar dari rumah.” (HR. Abu Dawud No. 4158) [1]

Subhanallah. Rupanya Malaikat Jibril tidak berani masuk ke dalam rumah yang ternyata di depan pintu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ada gambar patung di dalamnya dan ada anjing.

Kalau begitu, merugi sekali rumah yang tidak dimasuki oleh Malaikat Rahmat yang membawa rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bayangkan kalau malaikat tidak masuk ke rumah kita dan ternyata yang masuk adalah syaithon-syaithon yang akan mengganggu diri kita. Setelah ini, mari kita bersihkan rumah kita dari foto-foto makhluk bernyawa dan anjing. Karena itu semuanya akan mengusir Malaikat Rahmat.

2. Tidak Ada Ruangan yang Tak Terpakai

Coba perhatikan ruangan-ruangan di rumah kita. Dalam hadits yang dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa,

“(Ruangan) rumah itu untuk tiga; untuk tamunya, untuk pemilik rumah (kamarnya/ kamar tidurnya), untuk dapurnya, dan yang keempat adalah untuk syaithan.”

Artinya, kalau ada ruangan yang tak terpakai di rumah, itu berarti untuk syaithan.

Maa syaa Allah. Terkadang kita punya rumah yang begitu banyak ruangan kamar-kamarnya. Ternyata tak terpakai semua. Sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa syaithan menghuni ruangan rumah kita yang tak terpakai. Bayangkan kalau syaithan itu menghuni rumah kita, sangat merugi sekali.

Maka ketika kita membangun sebuah rumah, upayakan agar rumah itu memang betul-betul terpakai dan berguna semaksimal mungkin. Dan ingat, jangan membangun sesuatu di dalam rumah atau bagian rumah lain yang tidak ada gunanya.

Dalam hadits yang disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah melihat sebuah kubah yang terdapat di depan sebuah rumah sahabat. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Rumah siapa itu?” Seorang sahabat menjawab, “Rumah milik fulan dan fulan, wahai Rasulullah.”

Keesokan harinya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan sahabat tersebut dan beliau tidak mau menegurnya. Kemudian seseorang mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bertanya tentang kubah itu dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa semua bangunan rumah itu,

وباء على صحبه

Menjadi kecelakaan untuk pelakunya.”

Maksudnya adalah bangunan-bangunan yang tidak ada kegunaannya. Maka di saat itu, sahabat langsung pulang ke rumahnya, lalu menghancurkan kubahnya tersebut. Bayangkan, gara-gara kita membangun sesuatu yang tidak ada manfaatnya di dalam rumah atau di bagian rumah kita, akhirnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memberkahinya.

3. Mendirikan Shalat dan Membaca Al-Qur’an di Dalam Rumah

Kemudian kita berusaha untuk mengisi rumah kita dengan dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalat, dan membaca Al-Qur’an. Al Imam At Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا

Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Abu Dawud No. 2042) [4]

Kata para ulama, maksudnya adalah karena kuburan itu bukan tempat shalat dan membaca Al-Qur’an. Maka rumah yang tidak ditegakkan padanya shalat dan tidak dibacakan padanya Al-Quran, berarti rumah itu seperti kuburan.

Subhanallah. Kalau ternyata rumah kita kosong dari shalat dan bacaan Al-Qur’an bagaikan kuburan, maka tidak mendatangkan keberkahan dan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan agar sebagian shalat kita itu kita lakukan di rumah. Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قَضَى أحَدُكُمْ صَلاَتَهُ فِي مَسْجِدِهِ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيباً مِنْ صَلاَتِهِ ؛ فَإنَّ اللهَ جَاعِلٌ في بَيْتِهِ مِنْ صَلاَتِهِ خَيْراً

“Apabila salah seorang di antara kalian telah melakukan shalatnya di masjid, maka jadikanlah untuk rumahnya bagian dari shalatnya. Karena Allah menjadikan kebaikan di rumahnya dari shalatnya.” (HR. Muslim No. 778) [5]

Itu menunjukkan bahwa hendaknya kita mengisi rumah kita dengan shalat dan membaca Al-Quran. Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa rumah yang dipenuhi dengan bacaan dan lantunan ayat-ayat Al-Quran, maka bagi penduduk langit itu bagaikan bintang-bintang bagi penduduk dunia.

4. Penghuni yang Bertakwa

Ikhwatal islam ‘azaniyallahu wa iyyakum,

Maka ketika rumah kita senantiasa dilantunkan ayat-ayat Al-Qur’an tentu akan mendatangkan kedamaian dalam hati. Ketika diisi dengan shalat, tentu akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan dan ketentraman di dalam jiwa.

Kemudian setelah itu, rumah itu diisi oleh penghuni-penghuni yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Suami yang bertanggung jawab mendidik anak dan istrinya dengan apa yang Allah ridhai dan cintai. Istri yang begitu taat kepada suaminya, yang senantiasa mentaati suaminya dalam keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta anak-anak yang senantiasa berbakti kepada orang tuanya.

Subhanallah. Sebuah rumah yang sangat kita idamkan, tentunya bukan rumah yang mewah tapi kosong dari dzikir kepada Allah. Akan tetapi adalah rumah yang banyak di dalamnya shalat dan dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga akhirnya rumah itu memberikan ketentraman dalam hati dan menjadi surga kita di dunia

Ikhwatal Islam ‘azaniyallahu wa iyyakum

Inilah ya akhi, kita berusaha untuk menjadikan rumah kita rumah idaman. Yaitu dengan melakukan hal-hal yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam perintahkan. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa Allah Subhanahu wa Ta’ala berkahi di dalam rumah kita, di dalam rumah tangga kita. Demikian pula di dalam semua urusan kita. Aamin ya Rabbal ‘Alamin.

Video Ceramah Singkat: Kriteria Rumah Idaman Islami

Sumber video ceramah singkat: Yufid.TV

Silahkan bagikan ceramah singkat ini, semoga bermanfaat dan menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..

 

Catatan:

[1] Sumber: https://sunnah.com/abudawud:4158

[4] Sumber: https://sunnah.com/abudawud:2042

[5] Sumber: https://rumaysho.com/19096-manfaat-shalat-sunnah-di-rumah.html

 

Komentar

WORDPRESS: 0