Ceramah Tentang Bulan Ramadhan Penuh Berkah Beserta Dalil Shahih

Ceramah Tentang Bulan Ramadhan Penuh Berkah Beserta Dalil Shahih

Ceramah Tentang Bulan Ramadhan Penuh Berkah ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. Hafidazahullah. Transkrip menit 00-19:06 silahkan simak di Menggapai Keberkahan Ramadhan.

Transkrip Ceramah Tentang Bulan Ramadhan Penuh Berkah

19:24 Saya punya dua poin dalam kajian ini. Yang pertama, membuktikan bahwa Ramadhan penuh dengan berkah. Yang kedua, bagaimana cara menggapai (keberkahan) Ramadhan.

Kita akan buktikan berdasarkan dalil-dalil naqli, syar’i, shahih, bahwasanya Ramadhan memang Syahrul Mubarok (bulan yang penuh dengan berkah).

1. Diturunkan Al-Qur’an dan kitab-kitab suci yang lainnya

Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih sebagai bulan satu-satunya yang Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan seluruh kitab suci dan yang paling utama adalah Al-Qur’anul Adzim. Sebagaimana firman Allah di dalam surat Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ…

Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia, dan sebagai keterangan dari petunjuk-petunjuk tersebut dan sebagai pembeda antara yang haq dan bathil.” (QS. Al-Baqarah[2]: 185)

Al-Hafidz Ibnu Katsir Rahimahullah di dalam kitab tafsir Qur’anil ‘Adzim mengatakan: “Sungguh Allah telah memuji bulan puasa dari seluruh bulan-bulan yang ada dengan memilih bulan puasa di samping bulan-bulan yang lain untuk diturunkan di dalamnya Al-Qur’an yang agung.”

Allah juga berfirman di dalam surah Al-Qadr:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١﴾

Sesungguhnya kami turunkan Al-Qur’an para Lailatul Qadar.” (QS. Al-Qadr[97]: 1)

Dalam ayat yang lain Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ

Sesungguhnya kami turunkan Al-Qur’an pada malam yang penuh dengan berkah.” (QS. Ad-Dhukhan[44]: 3)

Bukan hanya Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah pada bulan Ramadhan, tapi seluruh kitab-kitab suci. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan haditsnya dihasankan oleh Imam Al-Albani Rahimahullah. Dari sahabat Nabi Watshilah bin Asqa’ Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ أَوَّلَ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ ، وَأُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مَضَيْنَ مِنْ رَمَضَانَ وَأُنْزِلَ الْإِنْجِيلُ لِثَلَاثَ عَشْرَةَ مَضَتْ مِنْ رَمَضَانَ ، وَأُنْزِلَ الزَّبُورُ لِثَمَانَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ ، وَأُنْزِلَ الْقُرْآنُ لِأَرْبَعَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ

“Diturunkan lembaran-lembaran Nabi Ibrahim pada malam pertama di bulan Ramadhan dan diturunkan Taurat pada malam ketujuh dari bulan Ramadhan, diturunkan Injil pada malam ke 14 dari bulan Ramadhan, dan diturunkan Al-Qur’an pada malam yang ke-25 dari bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad)

Ini bukti keberkahan Ramadhan yang pertama. Allah memilih Ramadhan dari seluruh bulan yang ada untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan Al-Qur’an dan kitab-kitab suci di dalamnya.

2. Allah membukakan pintu surga

23:14 Allah membukakan pintu surga, tidak ada yang tertutup satu pintu pun. Menutup seluruh pintu Neraka Jahanam, tidak ada yang terbuka satu pintu pun. Mengikat dengan rantai para pemimpin jin dan setan dan Allah Subhanahu wa Ta’ala di setiap malam Ramadhan memerdekakan hamba-hambaNya dari api neraka. Alangkah berkahnya Ramadhan. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ من شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فلم يُفْتَحْ منها بَابٌ ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فلم يُغْلَقْ منها بَابٌ ..

“Jika pada malam pertama bulan Ramadhan, maka para setan dan pemimpin jin diikat dengan rantai, ditutup rapat-rapat pintu neraka, tidak ada yang terbuka satu pintu pun, dan dibukakan pintu-pintu surga, tidak ada yang tertutup satu pintu pun.” (HR. Bukhari Muslim)

Para ulama Rahimahumullahu Ta’ala menjelaskan bahwasanya yang dimaksud dengan diikatnya para pemimpin jin dan setan. Imam Al-Qurthubi di dalam kitab  Al-Mufhim Lima Asykala min Talkhisi Shahih Muslim dan juga Imam An-Nawawi dalam kitab AlMinhaj Syarh Shahih Muslim dan juga oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari bahwa kalau ada yang bertanya bagaimana kita melihat keburukan atau maksiat yang tetap banyak terjadi dalam bulan Ramadhan? Kalau seandainya para pemimpin Jin dan setan, maka tidak akan terjadi keburukan dan maksiat tersebut. Maka jawabannya adalah sesungguhnya para setan dan pemimpin Jin diikat dengan rantai untuk orang-orang yang berpuasa. Yang puasanya senantiasa menjaga syarat-syaratnya, selalu memperhatikan adab-adabnya, ini jawaban yang pertama dan ini merupakan keutamaan dan keberkahan Ramadhan. Atau jawaban yang kedua, bahwasannya yang diikat dengan rantai hanyalah pemimpin-pemimpinnya. Dan ini juga merupakan keutamaan Ramadhan. Atau, maksudnya adalah sedikitnya orang yang bermaksiat didalam bulan Ramadhan.

Maka ditutup rapat-rapat, tidak ada satupun yang terbuka dari pintu-pintu neraka Jahannam. Dibuka lebar-lebar, tidak ada satupun yang tertutup dari pintu-pintu surganya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini adalah isyarat sedikitnya orang yang berbuat kemaksiatan di dalam bulan Ramadhan. Ini keberkahan bulan Ramadhan. Dan ini perkara yang bisa dirasakan. Terjadinya maksiat di dalam bulan Ramadhan lebih sedikit dibandingkan pada selain bulan Ramadhan.

Baca Juga:  Kultum Singkat Ramadhan: Do'a Akhir Ramadhan

Lalu ada suara yang berseru:

يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ

“Wahai pencari kebaikan, sambutlah.”

Rasakan ini, resapkan di dalam hati. Seakan-akan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda di hadapan kita: “Wahai kaum muslimin yang sedang susah, anda dalam bulan Ramadhan, pencari kebaikan, ayo sambut Ramadhan. Wahai kaum muslimin, anda dalam keadaan susah, jangan bermaksiat, cukupkan, anda dalam bulan Ramadhan.

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melanjutkan sabdanya:

وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

“Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki hamba-hamba yang dimerdekakan dari api neraka, dan itu disetiap malam Ramadhan.”

Ini keberkahan yang kedua. Bahwasannya dalam bulan Ramadhan dibukakan pintu-pintu surga, tidak ada yang tertutup satu pun. Ditutup rapat-rapat pintu neraka Jahanam, tidak ada yang terbuka satu pintu pun. Diikat dengan rantai pemimpin jin dan setan dan Allah memiliki hamba-hamba yang dimerdekakan disetiap malam Ramadhan. Alangkah berkahnya. Tidakkah ini membuat kita tersenyum? Tidakkah ini membuat kita sukacita menghadapi Ramadhan?

3. Lailatul Qadar

29:15 Di dalam Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Beribadah pada malam tersebut, lebih baik daripada beribadah dalam seribu bulan (83 tahun 4 bulan) yang tidak ada Lailatul Qadar. Dari mana (sisi) berkahnya?

Maka kita katakan, umur kita tidak sampai 70. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa umur umatnya hanya 60-70 tahun. Dalam hadits riwayat Imam Tirmidzi, Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ ، وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

“Umur-umur umatku antara 60-70 tahun saja. Sedikit yang lebih darinya.” (HR. Tirmidzi)

Beribadah satu malam Lailatul Qadar lebih utama daripada beribadah 83 tahun 4 bulan. Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang penuh dengan berkah, Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan atas kalian berpuasa padanya, dibukan didalamnya pintu-pintu langit, ditutup didalamnya pintu-pintu neraka jahanam, diikat dengan rantai didalamnya pemimpin jin dan setan, Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki didalamnya sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang diharamkan mendapatkan kebaikan Lailatul Qadar, maka dia diharamkan dari seluruh kebaikan.” (HR. Imam Ibnu Majah)

Begitu juga hadits yang lain riwayat Imam Ibnu Majah dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ ، وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ ، وَلَا يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلَّا مَحْرُومٌ

Baca Juga:  Ceramah Tentang Puasa - Persiapan Menyambut Ramadhan

“Sesungguhnya bulan ini telah menghampiri kalian, didalamnya terdapat malam lebih baik daripada seribu bulan, siapa yang diharamkan dari kebaikan Lailatul Qadar, maka sungguh dia diharamkan dari seluruh kebaikan. Dan tidak ada yang diharamkan kebaikannya kecuali orang-orang yang benar-benar merugi.” (HR. Ibnu Majah)

4. Ramadhan bulan berdoa

32:26 Kenapa disebut sebagai bulan berdoa? Karena di dalam Ramadhan Allah mengabulkan doa-doa orang yang berdoa. Maka kita dalam keadaan sempit, mewabahnya penyakit covid-19 ini, berdoalah kepada Allah dalam bulan Ramadhan agar Allah mengangkat.

Demi Allah.. Tidak akan ada yang bisa menghentikan penyebaran covid-19 ini kecuali dengan izin Allah. Apapun yang dilakukan oleh manusia, tidak akan bisa menghentikannya dan mengangkatnya kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berdoalah kepada Alah Subhanahu wa Ta’ala.

Lihat ayat Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 186. Sebelumnya saya ingin bercerita, Allah menceritakan tentang puasa Ramadhan pada Al-Baqarah ayat 183 sampai kepada 187. Ini ayat-ayat tentang puasa dan Ramadhan. Pada ayat 186, Allah berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“Jika hamba-hambaKu bertanya kepadaKu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa jika ia berdoa kepadaKu.”

…فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ ﴿١٨٦﴾

Berdoalah mereka kepadaKu dan yakinlah mereka kepdaKu agar mereka mendapatkan petunjuk.” (QS. Al-Baqarah[2]: 186)

Ini ayat seakan-akan isyarat bahwasannya Ramadhan bulan doa. Karena Allah lebih mengabulkan doa saat berdoa di dalam Ramadhan bulan penuh berkah.

Di dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari sahabat Nabi Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ عُتَقَاءَ مِنَ النَّارِ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ، وَلِكُلِّ عَبْدٍ مِنْهُمِ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ

“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dimerdekakan dari api neraka disetiap siang dan malam dan setiap hamba memiliki doa yang dikabulkan.” (HR. Ahmad)

Kata Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah bahwa hadits tersebut maksudnya adalah didalam bulan Ramadhan.

Begitu juga dalam hadits riwayat Imam Al-Bazzar yang dishahihkan oleh Imam Al-Albani Rahimahullah didalam kitab Shahih At-Targhib Wa At-Tarhib. Bahwa Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِن لله تبَارك وَتَعَالَى عُتَقَاء فِي كل يَوْم وَلَيْلَة يَعْنِي: فِي رَمَضَان، وَإِن لكل مُسلم فِي كل يَوْم وَلَيْلَة دَعْوَة مستجابة

“Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala memiliki hamba-hamba disetiap hari dan malam -dalam bulan Ramadhan- yang dimerdekakan dari api nereka. Dan sesungguhnya setiap muslim pada siang hari dan malam -di dalam bulan Ramadhan- memiliki doa yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Al-Bazzar)

Itu juga menunjukkan berkahnya bulan Ramadhan.

5. Menghapuskan kesalahan-kesalahan

36:40 Sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

الْصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ وَالْجُمُعُةِ إِلَى الْجُمُعَةِ ، وَرَمَضَانِ إِلَى رَمَضَانَ مُكفِّرَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

Shalat lima waktu, mengerjakan shalat jumat kepada jumat yang lain, bulan Ramadhan (ke Ramadhan yang lain), menghapuskan dosa-doa diantaranya jika dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)

Ini keberkahan Ramadhan yang kelima. Yaitu Syahrul Maghfirah (bulan ampunan). Begitu juga dalam hadits yang lain yang sangat masyhur riwayat Bukhari dan Muslim. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan berharap pahala, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Mengangkat derajat

38:53 Disebutkan dalam hadits riwayat Imam Ibnu Majah dari Thalhah bin Ubaidillah bahwa ada dua orang yang masuk kedalam agama Islam. Kemudian dua orang tersebut berjihad dijalan Allah. Yang satu mati syahid dan yang satu selamat lalu hidup satu tahun setelah orang ini. Kemudian setelah itu Thalhah bin Ubaidillah bercerita, dia bermimpi bahwa dan dua ini di depan pintu surga lalu ada malaikat yang menghampirinya. Lalu malaikat yang menghampirinya memasukkan pertama orang yang tadi tidak meninggal di medan pertempuran, yang tadi masih berumur setahun lalu meninggal. Kemudian datang lagi malaikat masukkan yang mati syahid. Kemudian datang lagi malaikat bertemu dengan Thalhah bin Ubaidillah. Kata malaikat tersebut: Pulang kau, sesungguhnya waktumu belum tiba.

Baca Juga:  Materi Kultum Ramadhan Singkat: Keistimewaan Bulan Ramadhan

Maka setelah pagi Thalhah bin Ubaidillah bercerita kepada Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya, “Siapa yang bermimpi tadi malam?” Kemudian setelah itu bercerita tentang mimpinya. Lalu para sahabat terheran-heran. Kenapa yang mati syahid terlambat masuk surga dibandingkan yang tidak mati syahid. Kata Rasul Shallalalhu ‘Alaihi wa Sallam:

مِنْ أَيِّ ذَلِكَ تَعْجَبُونَ؟

“Kenapa kalian heran?”

Para sahabat bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، هَذَا كَانَ أَشَدَّ الرَّجُلَيْنِ اجْتِهَادًا ، ثُمَّ اسْتُشْهِدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ، وَدَخَلَ الْآخَرُ الْجَنَّةَ قَبْلَهُ ؟

“Wahai Rasulullah, yang pertama dia lebih semangat untuk berjihad kemudian dia mati syahid, sedangkan yang terakhir tidak. Tetapi yang terakhir dia masuk surga duluan dibandingkan yang semangat berjihad dan mati syahid, kenapa demikian?”

Kemudian Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:

أَلَيْسَ قَدْ مَكَثَ بَعْدَهُ سَنَةً؟

“Bukankah orang yang mati terakhir ini masih hidup setahun setelah meninggal yang mati syahid ini?”

Para sahabat berkata: “Tentu wahai Rasulullah.”

وَأَدْرَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ وَصَلَّى كَذَا وَكَذَا سَجْدَةً فِي السَّنَةِ؟

“Bukankah orang yang mati terakhir mendapati Ramadhan dan shalat selama setahun?”

Kemudian para sahabat berkata: “Iya, tentu Rasulullah.”

Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

فَلَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Maka jarak antara keduanya seperti antara langit dan bumi.” (HR. Ibnu Majah)

Allahu Akbar.. Ramadhan mengangkat derajat seseorang. Ini adalah keberkahan Ramadhan yang ke-6.

7. Shalat Tarawih

43:10 ٍRamadhan adalah bulan penuh berkah karena di dalamnya kaum muslimin bisa mengerjakan shalat tarawih yang tidak bisa dikerjakan di selain bulan Ramadhan. Shalat tarawih ini berpahala sangat besar. Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dari sahabat Nabi Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang bangun malam pada bulan Ramadhan (yaitu shalat tarawih) karena iman dan berharap pahala, diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)

Allahu Akbar.. Dan itu tidak ada keistimewaan di selain bulan Ramadhan. Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda dalam hadits riwayat Imam Ahmad yang diriwayatkan dari Abu Dzar sahabat Nabi -Radhiyallahu ‘Anhu- Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya siapa yang shalat bersama imam sampai imam selesai, maka dituliskan pahalanya shalat semalaman suntuk.”

Dan saya nasihatkan kepada kaum muslimin agar mencari video kajian Ustadz Dr. Abu Abdul Muhsin Firanda Andirja, Lc. M.A. Hafidzahullahu Ta’ala tentang Ramadhan yang berkaitan dengan covid-19. InsyaAllah di situ sudah lengkap hal-hal yang diperlukan oleh kaum muslimin untuk menghadapi Ramadhan dari sisi fiqihnya.

Menggapai Keberkahan-Keberkahan Ramadhan

45:28 Kalau sudah kita pahami tentang bagaimana Ramadhan bulan yang penuh dengan berkah. Sekarang kita ingin menggapai keberkahan-keberkahan tersebut. Apa saja yang harus kita lakukan? Maka jawabannya adalah mudah.

Agar kita menggapai keberkahan-kebakaran Ramadhan, maka saya mengajak kepada kaum muslimin: “Berpuasalah, beramadhanlah (dengan) mencontoh Nabi Muhammad ٍShallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Simak pembahasan sifat puasa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam agar kita mendapatkan berkahnya Ramadhan sebagaimana yang sudah kita pelajari tadi.

Catatan transkrip Ceramah Tentang Bulan Ramadhan Penuh Berkah

Menggapai Keberkahan Ramadhan adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang  disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. secara langsung di Radio Rodja dan Rodja TV pada 28 Sya’ban 1441 H / 22 April 2020 M. Kunjungi: Menggapai Keberkahan Ramadhan.

COMMENTS

Saudaraku, silahkan login atau daftar terlebih dahulu ya. Barakallahu fiik.
%d blogger menyukai ini: