Keutamaan Menghafal Al-Quran Akan Menjadi Keluarga Allah

pandai mendengar

Berikut pembahasan Keutamaan Menghafal Al-Quran Akan Menjadi Keluarga Allah yang disampaikan oleh Ustadz Said Yai Ardiyansyah, M.A. Hafidzahullahu Ta’

Al-Qur’an Sebagai Obat Penyakit Hati dan Penyakit Fisik
Motivasi Membaca Al-Qur’an: Efek Dahsyat Al-Qur’an Terhadap Rumah
Kekufuran dan Hati yang Tertutup

Berikut pembahasan Keutamaan Menghafal Al-Quran Akan Menjadi Keluarga Allah yang disampaikan oleh Ustadz Said Yai Ardiyansyah, M.A. Hafidzahullahu Ta’ala.

Transkrip Kultum Tentang Keutamaan Menghafal Al-Quran Akan Menjadi Keluarga Allah

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudara-saudara sekalian yang mudah-mudahan kita semua dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berkata kepada para sahabat:

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ

“Sesungguhnya Allah memiliki keluarga di kalangan manusia”

maka berkatalah para sahabat: “Siapakah mereka Ya Rasulullah?”

Maka jawabannya adalah:

هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ، أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ

“Mereka adalah ahli Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Saudara-saudara sekalian yang mudah-mudahan kita semua dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan bahwa diriNya memiliki keluarga di bumi ini, yaitu mereka adalah ahlul Qur’an.

Siapakah ahlul Qur’an itu? Para ulama menyebutkan ahlul Qur’an adalah orang yang memiliki inayah (perhatian) terhadap Al-Qur’an.

Bagaimana bisa kita menjadi orang yang perhatian dengan Al-Qur’an? Menjadi orang yang perhatian dengan Al-Qur’an yaitu orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an, mentadabburi ayat-ayat Al-Qur’an, memahami isi Al-Qur’an, mempelajari tafsir Al-Qur’an, menghafalkan Al-Qur’an dan beramal dengan Al-Qur’an. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya selama dia mengarungi hidup di dunia ini.

Saudara-saudara sekalian yang mudah-mudahan kita semua dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Banyak membaca Al-Qur’an

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh kita untuk banyak membaca Al-Qur’an, begitu pula Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Rasulullah menyuruh kita membaca Al-Qur’an, Rasulullah bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah oleh kalian Al-Qur’an sesungguhnya dia datang di hari kiamat sebagai pemberi syafaat untuk para pembacanya” (HR. Muslim)

Dengan demikian menjadi pemberi syafaat untuk orang-orang yang membaca Al-Qur’an, Al-Qur’an menjadi pemberi syafaat di akhirat nanti. Oleh karena itu sudahkah kita menyiapkan waktu dalam sehari semalam, waktu khusus untuk membaca Al-Qur’an ataukah belum? Tidak dituntut berapa banyak yang kita baca, tetapi kita dituntut rutin membaca walaupun hanya sedikit, walaupun -misalkan- hanya satu lembar atau setengah jus, atau misalkan 2 halaman atau kurang dari itu, yang penting kita rutin membaca Al-Qur’an.

Saudara-saudara sekalian, sebuah pertanyaan untuk saudara-saudara sekalian, apakah sudah bisa mengerti membaca Al-Qur’an dengan bahasa Al-Qur’an? yaitu bahasa Arab. Karena ketika membaca Al-Qur’an dengan bahasa Arab Masya Allah nikmat sekali rasanya. Ketika kita membaca ayat-ayat Al-Qur’an kita memahami isi dari Al-Qur’an. Kemudian kita lihat kalau misalnya tidak bisa bahasa Arab, maka saya tanya kepada bapak-ibu sekalian, saudara-saudara sekalian, apakah memiliki Al-Qur’an terjemahan di rumahnya? Jangan sampai dijawab tidak, saya tidak memiliki Al-Qur’an terjemahan.

Lihat: Keutamaan belajar bahasa arab

Subhanallah, ini sangat ironis sekali seorang muslim tidak memiliki Al-Qur’an terjemahan di rumahnya. Bagaimana dia bisa mempelajari isi dari Al-Qur’an, ketika ditanya kepada orang-orang yang memiliki Al-Qur’an terjemahan, siapa diantara kalian yang sudah membaca, menyelesaikan membaca surat Al Fatihah sampai surat An-Nas terjemahan Al-Qur’an? Maka insya Allah sangat sedikit sekarang ini kaum muslim ia membaca terjemahan ayat Al-Qur’an. Padahal dia mengatakan pedoman hidup saya adalah Al-Qur’an, tetapi dia sendiri tidak mempelajari Al-Qur’an.

Saudara-saudara sekalian, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda:

الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ

“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an, dia berada bersama para malaikat yang terhormat dan orang yang terbata-bata di dalam membaca Al-Qur’an serta mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala” (HR. Muslim)

Oleh karena itu orang yang tidak lancar membaca Al-Qur’an, jangan sampai meninggalkan Al-Qur’an, tetapi tetap dia membaca Al-Qur’an. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga, dalam riwayat Jabir bin Abdillah, saat keluar bersama kami, kami sedang membaca Al-Qur’an, dan diantara kami ada orang arab asli dan orang ajam, berkata Rasulullah: “Bacalah oleh kalian Al-Qur’an, semuanya setiap yang membaca itu baik”.  Maksudnya apa? baik itu orang Arab membaca Al-Qur’an itu baik, begitu pula ketika orang yang bukan orang Arab yang membaca Al-Qur’an itu baik untuknya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah menyebutkan bahwasanya di hari akhir nanti dikatakan kepada ahlul Qur’an, yang menghafal Al-Qur’an dan membaca Al-Qur’an:

اقْرأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَما كُنْتَ تُرَتِّلُ في الدُّنْيَا، فَإنَّ منْزِلَتَكَ عِنْد آخِرِ آيةٍ تَقْرَؤُهَا

“Bacalah dan naiklah ke tingkat lebih tinggi, bacalah perlahan sebagaimana engkau membacanya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu di akhirat ini sesuai seberapa jauh hafalan Al-Qur’anmu.” (HR. Tirmidziy dan Abu Daud)

Saudara-saudara sekalian yang mudah-mudahan kita semua dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mari kita beramal dengan Al-Qur’an, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengatakan kepada para sahabat:

بشروا ابشروا فإنَّ هذَا الْقُرآنَ طَرَفَهُ بِيَداللَّهِ وَطَرَفَهُ بَأَيْدِيْكُمْ فَتَمَسَّكُوْا بِهِ فَإِنَّكُمْ لَنْ تَضِلُّوْا وَلَنْ تَهْلِكُوْا بَعْدَهُ أَبَدًا

“Kabar gembira, kabar gembira, sesungguhnya Al-Qur’an ini seperti tali, yang salah satu ujungnya berada di tangan Allah dan ujungnya yang lain berada di tangan kalian, maka peganglah ia dengan erat karena sesungguhnya kalian tidak akan tersesat dan tidak akan celaka selamanya.” [HSR ‘Abd bin Humaid.]

Saudara-saudara sekalian mari kita pelajari Al-Qur’an, mari kita mengamalkan Al-Qur’an dan kitab mendakwahkan Al-Qur’an, mungkin ini saja nasehat yang bisa saya sampaikan pada pertemuan ini, mudah-mudahan apa yang kita lakukan pada saat ini bermanfaat dan mudah-mudahan saya bermanfaat untuk kita sekalian.

Subhanallah walhamdulillah astagfiruka waatubuilaika.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Video Kultum Singkat Keutamaan Menghafal Al-Quran Akan Menjadi Keluarga Allah

 

Komentar

WORDPRESS: 0