Melapangkan dan Meluaskan Majelis

Melapangkan dan Meluaskan Majelis

pandai mendengar

Kajian Melapangkan dan Meluaskan Majelis ini merupakan adab kesembilan dari kajian 15 Adab di Majelis Ilmu. Disampaikan oleh Ustadz Muhamad Nuzul Dzik

Untuk menuntut ilmu itu sangat membutuhkan adab
Mutiara Hikmah : Bagaimana Ilmu Mengangkat Derajat Manusia
Tidak Memisahkan Dua Orang Yang Duduk Berdampingan

Kajian Melapangkan dan Meluaskan Majelis ini merupakan adab kesembilan dari kajian 15 Adab di Majelis Ilmu. Disampaikan oleh Ustadz Muhamad Nuzul Dzikri Hafidzahullah di Masjid Al-Barkah Cileungsi pada tahun 1433 H / 2012 M.

9. Melapangkan dan meluaskan majelis

Menit ke-29:44 Disunnahkan melapangkan/meluaskan majelis dan memberikan tempat kosong kepada saudara-saudara kita yang lain dengan cara merapat ke depan. Sehingga saudara-saudara kita yang datangnya lebih terlambat dari kita, mereka mendapatkan tempat untuk ia duduki.

Jadi kita jangan egois. Walaupun kita datangnya di awal waktu, tapi kita disunnahkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk melapangkan dan meluaskan serta memberikan ruang kosong kepada saudara-saudara kita.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits riwayat Imam Muslim:

وَلَكِنْ تَفَسَّحُوْا وَتَوَسَّعُوْا

“Hendaklah seseorang di majelis itu melapangkan dan meluaskan majelis tersebut.” (HR. Muslim)

Jadi berikan ruang kosong bagi saudara-saudara kita yang akan datang. Apalagi kalau kita melihat dia sudah berdiri, maka inisiatif, jangan sampai menunggu saudara kita permisi-permisi dulu. Sebelum dia meminta, hendaknya kita kita berinisiatif merapatkan majelis sehingga dia bisa duduk bersama-sama dengan kita dan menyimak kajian tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا…

Wahai orang-orang yang beriman, jika di katakan kepada kalian untuk melapangkan majelis, maka lapangkanlah majelis tersebut…

Kalau kita lakukan, apa yang kita dapatkan?

يَفْسَحِ اللَّـهُ لَكُمْ

Niscaya Allah akan lapangkan untuk kalian.” (QS. Al-Mujadilah[58]: 11)

Al-Imam Al-Baghawi menjelaskan tafsir ayat ini dengan mengatakan: “Allah akan melapangkan surga untuk kita.” Subhanallah. Merapat ke depan. Kita mengharapkan surga dengan cara seperti ini.

Jadi bukan hanya mendapatkan tempat duduk paling strategis, paling favorit, paling jelas, paling nyaman, namun kita pun juga mengharapkan surga dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Inilah kaidah di dalam dunia para ulama, yang dikenal dengan sebutan:

الجزاء من جنس العمل

“Balasan itu tergantung jenis amal yang kita kerjakan.”

Jadi kalau yang kita lakukan di dunia melapangkan jalan untuk orang lain, melapangkan tempat untuk orang lain walaupun “hanya sekedar” di majelis ilmu, maka Allah akan lapangkan tempat kita di surga kelak.

Jangan remehkan, kalau kita lakukan ikhlas karena Allah, bukan karena diminta siapa-siapa, Allah akan lapangkan tempat tinggal kita di surga. Siapa yang tidak ingin mendapatkan rumah lapang di surga? Rumah sementara di dunia saja kita ingin selapang-lapangnya, bagaimana dengan rumah di surga?

Mp3 Kajian Melapangkan dan Meluaskan Majelis

Sumber: radiorodja.com

Silahkan dibagikan, semoga bermanfaat dan menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..

Komentar

WORDPRESS: 0