Pengertian dan Hakikat Tauhid

Pengertian dan Hakikat Tauhid

ceramah tentang gowes

Pengertian dan Hakikat Tauhid ini adalah bagian dari pembahasan tabligh akbar berjudul Keesaan Allah Ta'ala yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. 'Ab

Hakikat Hijrah Artinya Meninggalkan Perkara-Perkara Yang Dilarang Oleh Allah
Tiga Perkara Penting Berkaitan dengan Tauhid
Perkataan Imam Syafi’i tentang Surat Al-Ashr

Pengertian dan Hakikat Tauhid ini adalah bagian dari pembahasan tabligh akbar berjudul Keesaan Allah Ta’ala yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr.

A. Kedudukan dan Kemuliaan Tauhid Dalam Agama Islam

B. Pengertian dan Hakikat Tauhid

Menit ke-1:00:29. Tauhid adalah sebuah perkara yang secara makna asalnya menunjukkan kepada الإفراد (mengesakan Allah). Dan makna mentauhidkan Allah adalah mengesakan Allah, menjadikan Allah hanya satu-satunya di dalam seluruh sifat-sifat yang khusus milik Allah, di dalam hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita harus mengesakan Allah di dalam hak-hak Allah dan menjadikan Allah Esa, satu-satunya di dalam sifat-sifat yang itu hanya merupakan kekhususan Allah.

Diantara kekhususan yang hanya Allah yang memilikinya adalah bahwa Dialah satu-satunya yang telah mencipta, Dia satu-satunya yang telah memberi rezeki, satu-satunya yang menghidupkan, satu-satunya yang mematikan, satu-satunya yang memuliakan, satu-satunya yang menghinakan seseorang, satu-satunya yang mengatur alam semesta. Dialah yang menjaga, Dialah yang mengangkat dan menurunkan, Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Dan sesungguhnya di dalam Al-Qur’an Allah mengatakan:

قُلِ اللَّـهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٢٦﴾

Katakah wahai Nabi, bahwasannya Allah raja dari seluruh kerajaan yang ada, Engkaulah yang memberikan kerajaan kepada siapa pun yang Engkau inginkan dan Engkau mencabut kerajaan itu dari orang-orang yang Kau inginkan. Engkau agungkan orang yang Engkau agungkan, dan Engkau memuliakan orang-orang yang ingin Engkau muliakan, seluruhnya kebaikan itu ada di tanganMu. Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali-Imran[3]: 26)

Seluruh perintah di permukaan bumi ada ditangan Allah, sebagaimana seluruh makhluk hanya akan tunduk dan patuh kepada aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia yang menghidupkan, Dia yang mematikan, Dia yang membentangkan segala sesuatu dan Dia juga yang akan mengambilnya dari seseorang. Dia yang memuliakan, Dia yang menghinakan, Dia yang menjadikan semua yang kaya (menjadi) kaya, dan Dia juga yang menjadikan semua yang fakir (menjadi) fakir. Dia yang membuat seseorang tertawa dan Dia yang membuat seseorang menangis.  Seluruh urusan adalah urusan Allah, seluruh makhluk adalah makhluk Allah, seluruh perintah adalah perintah Allah, dan kita wajib untuk mengesakan Allah di dalam semua itu.

Dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala Esa di dalam penciptaan, Esa di dalam rezeki, Esa di dalam menghidupkan dan mematikan, hanya Dia satu-satunya, tidak ada sekutu bagiNya. Dan barangsiapa yang mengalihkan ini kepada sesuatu selain Allah, hal yang merupakan hak-hak khusus milik Allah dia berikan kepada sesuatu selain Allah, maka sungguh dia telah menyekutukan Allah di dalam Rububiyyah Allah dan dengan itu ia telah membatalkan tauhidnya dan dia telah menghapuskan tauhidnya dan dia akan termasuk orang-orang yang telah berbuat syirik. Karena sesungguhnya keyakinan bahwasannya Allah Subhanahu wa Ta’ala Dialah yang Esa, Dialah satu-satunya yang mencipta, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan dan tiada sekutu bagiNya.

Di antara kekhususan-kekhususan Allah, hak-hak Allah, bahwasanya Allah itu Maha Eesa dan satu-satunya dengan dengan nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang sangat mulia. Lihatlah di dalam Al-Qur’an, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

هُوَ اللَّـهُ الَّذِي لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَـٰنُ الرَّحِيمُ ﴿٢٢﴾

Dialah Allah yang tiada Ilah selain Dia, yang mengetahui suruh yang ghaib dan yang tampak, Dialah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

هُوَ اللَّـهُ الَّذِي لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ…

Dialah Ilah yang tiada Ilah kecuali Dia…”

…الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ…

Dialah yang maha raja, yang maha mulia, Allah Subhanahu wa Ta’ala Dialah yang mengamankan, Dialah yang perkasa, Dialah yang berkehendak melakukan apapun yang Ia inginkan, Dialah yang maha kesombongan atas seluruh keburukan.”

…سُبْحَانَ اللَّـهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿٢٣﴾

Maha suci Allah atas apa yang mereka sekutukan.”

هُوَ اللَّـهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ…

Dialah Allah yang tiada Ilah melainkan Dia, Dialah pencipta, Dialah yang mengadakan segala sesuatu, Dialah yang telah membentuk seluruh rupa, Dialah yang memiliki seluruh asma’ul husna.”

…يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿٢٤﴾

Bertasbih kepadaNya seluruh yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah yang maha perkasa lagi maha bijaksana.” (QS. Al-Hasyr[59]: 24)

Didalamnya terdapat sifat-sifat Allah dan nama-nama Allah yang mulia, demikian juga Allah berfirman di dalam Al-Qur’an:

وَلِلَّـهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا…

Allah memiliki nama-nama yang mulia, maka berdoalah kepadaNya dengan menyebut nama yang mulia tersebut...”

…وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿١٨٠﴾

Dan biarkan orang-orang yang berbuat hal yang sesat melenceng dari pada asma’ul husna, mereka akan diberikan balasan sesuai dengan apa yang mereka amalkan.” (QS. Al-A’raf[7]: 180)

Allah juga berfirman:

قُلِ ادْعُوا اللَّـهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَـٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ…

Katakan: ‘berdoalah kepada Ar-Rahman kapanpun kalian berdoa, sesungguhnya Allah memiliki nama-nama yang indah.’” (QS. Al-Isra[17]: 110)

Allah juga berfirman:

…لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ ﴿١١﴾

Tidak ada yang sama dengan Allah, Dialah yang memiliki nama (As-Sami’) maha mendengar dan memiliki nama (Al-Bashir) yang maha melihat.” (QS. Asy-Syura'[42]: 11)

Allah juga berfirman:

…هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا ﴿٦٥﴾

Apakah engkau tahu ada orang yang sama dengan Allah?” (QS. Maryam[19]: 65)

Allah juga berfirman:

فَلَا تَضْرِبُوا لِلَّـهِ الْأَمْثَالَ…

Jangan engkau membuat permisalan-permisalan sesuatu yang sama dengan Allah...” (QS. An-Nahl[16]: 74)

Maka diantara kekhususan Allah adalah mengesakan Allah di dalam nama-nama yang mulia dan sifat-sifat yang mulia tersebut.

Sesungguhnya tauhid -saudaraku yang dimuliakan Allah- adalah mengesakan Allah di dalam nama-nama ini. Dan hendaknya kita menetapkan untuk Allah seluruh nama-namaNya dan sifat-sifatNya yang mulia sebagaimana Allah telah menetapkan nama-nama dan sifat itu untuk diriNya dan sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menetapkan nama-nama dan sifat itu untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hendaknya seorang mukmin selalu berkata:

آمنت بالله، وبما جاء عن الله، على مراد الله

“Kami beriman kepada Allah dan kepada seluruh yang datang dari Allah sesuai dengan maksud Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut”

وآمنت برسول الله، وبما جاء عن رسول الله، على مراد رسول الله.

“Dan kami beriman kepada Rasulullah dan seluruh yang datang dari Rasulullah sesuai dengan maksud Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Dan hendaklah kita beriman dengan sifat-sifat tersebut dan nama-nama yang mulia tersebut sebagaimana yang ada di dalam Al-Qur’an dan di dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Hendaklah keimanan kita tidak melampaui batas keterangan yang diterangkan oleh Allah di dalam kitabnya dan yang diterangkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam sunnahnya.

Barangsiapa yang tidak menetapkan asma’ dan sifat ini untuk Allah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya, dengan itu dia telah menghanguskan tauhidnya, dengan itu dia telah membatalkan tauhid atau pengesaannya kepada Allah. Demikian juga orang yang menyamakan antara Allah dengan makhlukNya, yang membuat persamaan dan perbandingan antara Allah dan makhlukNya, dia juga telah melakukan hal yang akan membatalkan tauhidnya. Dan orang tidak akan menjadi orang yang bertauhid sampai dia menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah yang telah memiliki nama-nama dan sifat sesuai yang ia tetapkan untuk dirinya di dalam kitabNya dan sesuai yang ditetapkan untuk diriNya oleh RasulNya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

C. Tauhid Adalah Hak Allah Yang Paling Agung

Baca di sini: Tauhid Adalah Hak Allah Yang Paling Agung

Sumber Catatan Pengertian dan Hakikat Tauhid

Sumber video: Rodja TV – Tabligh Akbar: Keesaan Allah Ta’ala (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

Mari turut menyebarkan kajian Pengertian dan Hakikat Tauhid ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Barakallahu fiikum..

COMMENTS

Saudaraku, silahkan login atau daftar terlebih dahulu ya. Barakallahu fiik.
%d blogger menyukai ini: