Tiga Barometer Wali Allah

Tiga Barometer Wali Allah

pandai mendengar

Tiga Barometer Wali Allah ini adalah apa yang bisa kami ketik dari tabligh akbar yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsi

Merasa Diawasi dan Bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Pengertian dan Kriteria Wali Allah
Karomah Wali Yang Terbesar

Tiga Barometer Wali Allah ini adalah apa yang bisa kami ketik dari tabligh akbar yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr Hafidzahumullahu Ta’ala.

Lihat sebelumnya:

A. Mencintai Wali-Wali Allah
B. Bagaimana cara mencintai wali-wali Allah?
C. Siapakah wali-wali Allah?
D. Pengertian dan Kriteria Wali Allah
F. Level wali-wali Allah
G. Kesimpulan ciri seorang wali Allah dan penyimpangannya
H. Karomah Wali Yang Terbesar

I. Tiga barometer wali Allah

Menit ke-1:37:42 Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah Rahimahullah dalam kitab beliau Ar-Ruh menyampaikan sebuah nasihat yang sangat bagus. Kata beliau: Seandainya engkau suatu saat mengalami kebingungan, merasa ragu di dalam menilai seseorang apakah dia wali atau bukan, maka untuk mengukur ini wali Allah atau bukan, barometernya ada tiga:

  1. lihat shalatnya,
  2. lihat apakah dia mencintai sunnah dan mencintai Ahlus Sunnah serta membela mereka atau tidak?
  3. lihat apakah dia mengajak ke jalan Allah dan jalan RasulNya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam atau tidak?

1. Shalat

Sebagaimana yang tadi disampaikan, ini adalah barometer harian seorang wali. Apakah dia tekun menjalankan shalat lima waktu atau tidak? Seandainya dia tidak tekun menjalankan shalat lima waktu, tidak pernah kelihatan di masjid, ini bukan walinya Allah Subhanahu wa Ta’ala.

2. Kecintaan kepada sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Apakah dia mencintai ajaran Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? Apakah dia mencintai Ahlus Sunnah? Atau justru sebaliknya?

Seandainya dia membenci sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan membenci Ahlus Sunnah, maka ini bukan wali.

3. Mengajak ke jalan Allah dan RasulNya

Lihatlah apakah dia mengajak ke jalan Allah dan jalan RasulNya atau tidak? Mengajak ke jalan Allah itu maksudnya adalah berdakwah murni karena ingin orang-orang ini dekat dengan Allah, tidak ada keinginan dan tendensi duniawi apapun. Karena ada sebagian orang mengaku berdakwah mengajak ke jalan Allah tapi sebenarnya dia mengajak orang-orang untuk mengagungkan dirinya sendiri. Sehingga yang penting buat dia adalah orang-orang datang menjadi pengikut dia,  itulah ukuran yang dia inginkan. Padahal sebenarnya yang diperintahkan oleh agama kita adalah kita berdakwah kepada jalan Allah.

Imam Syafi’i pernah mengatakan: “Aku berharap dan bercita-cita andaikan semua orang mengenal ajaran Islam ini walaupun tubuhku harus dicabik-cabik.” Artinya beliau tidak peduli, yang penting orang mengenal sunnah walaupun tidak kenal beliau. Inilah seharusnya kita contoh dari para imam kita.

Kemudian juga berusaha untuk mendakwahkan kepada jalan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maksudnya adalah berusaha untuk meneladani tuntunan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Apakah dia senantiasa setia meneladani ajaran Rasul atau tidak?

Dengan tiga barometer ini -kata Imam Ibnul Qayyim- timbanglah orang-orang yang kamu bingung apakah ini wali atau bukan.

Jadi bukan dengan keanehan atau keajaiban yang dimiliki seseorang seperti bisa jalan di atas air, bisa terbang di langit, bukan ini. Akan tetapi dengan tiga barometer yang tadi disebutkan.

J. Wali Allah senantiasa memurnikan tauhid dan ittiba’

Baca di sini: Wali Allah senantiasa memurnikan tauhid dan ittiba’

Mp3 Kajian Tiga Barometer Wali Allah

Sumber video: Radio Rodja – Tabligh Akbar: Mencintai Wali-Wali Allah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Mari turut menyebarkan kajian “Tiga Barometer Wali Allah” ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Barakallahu fiikum..

COMMENTS

%d blogger menyukai ini: